Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Maaf


__ADS_3

Sementara di rumah sakit supir kantor Fajar telah mendapat pertolongan medis. Karena dia hanya luka ringan di bagian kepala cuma di perban tanpa di rawat inap.


Fajar yang terlihat masih tidak sadarkan diri sedang di tangani di IGD rumah sakit dan supir itu menunggu di ruang tunggu IGD. Teringat dia harus menghubungi keluarga Fajar yang selama ini dia lupa karena terlalu panik. Ia pun mengambil ponselnya di saku celana dan menghubungi Fitri karena dia tahu kalau Fitri istri bosnya.


"Halo.. Assalamualaikum." sopir


"Wa'alaikum salam, maaf dengan siapa yah?" tanya Fitri di seberang telpon.


"Saya Amin, Bu. Supir perusahaan pak Fajar, begini bu. Pak Fajar kecelakaan, sekarang dia sedang dalam penanganan medis di RS xxx" jelas pak Amin.


Fitri yang mendengarnya langsuk terkejut, menjatuhkan ponselnya dengan mata mulai mengeluarkan air matanya. Bu Elis yang melihat ekspresi Fitri yang terkejut itu mananyakan apa yang terjadi. Fitri pun segera menjepaskan semuanya kepada mamahnya dan segera mengambil tas menuju mobil orangtuanya untuk segera pergi ke rumah sakit. Fitri dan mamahnya menuju rumah sakit dengan seorang supir pribadi yang mengendarai mobilnya.


Fitri yang gelisah bercampur khawatir terus saja terisak menangis di pelukan ibunya. Bu Elis hanya mencoba untuk menenangkan hatinya dengan mengelus kepala putrinya.

__ADS_1


Tak berapa lama akhirnya sampailah Fitri di rumah sakit yang di tuju. Dia segera berlari menuju ruang tunggu IGD yang di sana ada pak Amin yang sedang duduk. Pak Amin segera menghampiri Fitri yang terlihat linglung.


"Bu, saya Amin yang menghubungi ibu" ucap pak Amin


"Iya pak, Gimana keadaan suami saya, apa sudah di tangani oleh dokter?" Fitri hanya terus menangis khawatir akan keadaan suaminya


"Masih di tangani bu, dokter belum keluar dari sana" jawab pak Amin.


Pak Amin memberi kabar kepada pak Wisnu bahwa Fajar mengalami kecelakaan di daerah Bandung. Pak Wisnu yang mendengarnya langsung terkejut dan langsung bangkit dari duduknya segera memberitahu semua keluarganya untuk pergi bersama menuju ke rumah sakit yang ada di kota bandung. Seluruh leluarga Fajar panik dan sangat khawatir dengan apa yang menimpa Fajar.


Tak berapa lama dokter pun keluar di susul dengan ranjang rumah sakit yang hendak di bawa ke ruang rawat inap yang ternyata itu Fajar. Fitri pun menghampiri dengan airmata yang terus mengalir di pipinya.


"Dok, bagaimana keadaan suami saya?" tanya Fitri penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Pak Fajar baik-baik saja, cuma tangan nya sedikit retak serta gegar otak ringan akibat benturan, mungkin perlu beberapa waktu untuk sadar" jawab dokter.


Ranjang pasien pun di dorong oleh perawat sampai ke ruang VIP rawat inap. Fitri pun duduk di kursi di samping ranjang Fajar. Fitri menggenggam tangan Fajar dan meletakannya dekat pipinya sambil tetap menagis.


"Mas, maafin Fitri. Kalau Fitri gak kabur, mas gak bakalan kecelakaan. Cepat bangun mas, Fitri benar-benar mencintai mu mas" sesal Fitri dengan terus menangis di samping suaminya.


Bu Elis menenangkan anaknya dengan mengelus punggung anaknya agak tidak terlalu khawatir.


"Udah Fit, mungkin sebentar lagi nak Fajar juga siuman, kamu yang sabar yah" tenang bu Elis. Fitri pun mengangguk dengan tetap airmatanya mengalir.


***


Udah awal bulan lagi yah, pasti Ada yang senang udah gajian😁 dan ada yang sedih karena masih tanggal tua😭. Sabar, author juga gak terlalu mikirin. Yang penting selalu semangat buat pembaca semuanya 💕🥰

__ADS_1


__ADS_2