
Satu minggu sudah dari waktu pengungkapan perasaan Fajar. Selama itu pula Fitri belum memakai cincin yang di berikan Fajar. Fitri masih ragu dengan perasaannya, namun dia juga merasa tidak enak pada Fajar telah menunggu nya lumayan lama.
Tapi Fitri belum bisa mengambil keputusan dalam waktu cepat ini, dia masih bingung apakah dia menyukai Fajar atau tidak. Mungkin butuh waktu agak lama lagi untuk dia bisa mengambil keputusan, untuk lebih meyakinkan perasaannya.
"Hey... Ngapain sih pagi-pagi udah bengong aja. Awas loh kesambet" tegur Ria mengagetkan Fitri.
"Eh.. Gak bengong kok, cuma lagi ada yang dipikirin aja" ucap Fitri sadar dari lamunannya.
"Cerita donk lagi mikirin apa" ucap Syifa seraya duduk di kursinya.
"Begini, aku seminggu yang lalu di tembak pak Fajar" ucap Fitri menerangkan.
"Appaaaa" teriah Ria dan Syifa serentak.
"Serius Fit?" tanya Ria, Fitri mengangguk.
"Terus,, kamu terima?" tanya Syifa penasaran.
__ADS_1
"Belum sih, makanya aku lagi bingung banget, dia ngasih waktu untuk aku bisa jawab" jelas Fitri.
"Jadi kamu suka pak fajar atau gak?" tanya Ria meyakinkan.
"Aku juga gak tahu, benar-benar bingung" ucap Fitri sambil memegang kepalanya denga kedua telapak tangannya.
"Kamu itu harus punya seseorang lagi Fit, seseorang yang mencintai mu lagi, lagipula kamu bercerai sudah lebih dari setengah tahun lalu. Wajar kan kalo kamu mencari pengganti mantan suamimu" ucap Syifa.
"Betul banget kata Syifa, tunjukan pada mantan suamimu itu kalau kamu bisa juga bahagia" ucap Ria menyemangati Fitri.
"Apakah aku bisa mengetahui perasaanku yang sebenarnya? aku harus coba, mungkin dengan adanya cinta baru, aku bisa menyembuhkan luka hati ini" batin Fitri.
Di sisi lain, setiap hari Fajar harap-harap cemas setiap kali bertemu dengan Fitri. Dia selalu memandang jari Fitri berharap Fitri memakai cincin pemberiannya. Namun tiap hari pula dia merasa kecewa karena Fitri tak kunjung memakai cincinnya.
"Apa Fitri tidak menyukaiku yah?? Apa aku tak menarik untuk dia? padahal aku mencoba untuk baik padanya, aku benar-benar mencintainya. Tuhhaaannn... bukalah pintu hatinya untuk ku, biarkan dia jadi milikku. aku mohon Tuhan" batin Fajar dengan penuh harap dan penuh pertanyaan dalam pikirannya.
Sore harinya sepulang kerja, Fajar menunggu Fitri di parkiran, tak berapa lama menunggu Fitri akhirnya keluar. Kemudian Fajar menghampirinya.
__ADS_1
"Fit, bisa bicara sebentar" ajak Fajar.
" Eh pak Fajar, bisa" ujar Fitri.
Fitri menyuruh Ria dan Syifa berangkat terlebih dahulu, mereka saling berpaminat denga senyum penuh arti dari kedua sahabatnya itu meninggalkan Fitri dan Fajar berdua saja.
"Gimana Fit, apakah kamu sudah bisa menjawabnya? udah hampir 2 minggu aku belum melihat kamu memakai cincin dariku" tanya Fajar.
"Maaf pak, saya masih bingung dengan perasaan saya, tapi saya akan berusaha secepatnya saya akan memberikan jawabannya" jelas Fitri gugup.
"Baiklah kalau begitu, saya masih akan terus menunggu jawabanmu dan saya juga masih berharap jawabanmu sesuai dengan apa yang saya harapkan" ucap Fajar dengan senyum sekedarnya begitupun Fitri.
Kemudian mereka menuju mobilnya masing-masing dan mereka melajukan mobilnya hampir bersamaan. Dan mereka sibuk dalam pikirannya masing-masing.
****
Apa kelanjutannya ceritanya? tunggu Up selanjutnya 😁😁
__ADS_1