Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Episode 16 : Kembali


__ADS_3

Malam hari di dalam kamar, Fitri terus saja mencoba berpikir kembali tentang perasaannya. Dia duduk di kasurnya dengan lutut di tekuk dan menyenderkan dagunya pada lututnya, tangannya melingkar memeluk kakinya, matanya terus saja memandangi kotak kecil yang ada di hadapannya. Setelah beberapa lama, ia pun beranjak meraih kotak tersebut dan membukanya, dipandangi sebentar cincin yang ada di dalam kotak kecil tersebut. Dengan sedikit ragu dia mencoba mengambil cincin tersebut dan menyelipkannya di jari manisnya. "Indah... benar-benar indah" gumam Fitri, Tak lama dia pun terlelap dalam tidurnya tanpa melepaskan cincin yang di pakainya.


Esok harinya seperti biasa jika hari minggu Fitri bangun untuk siap-siap pergi jogging di taman. Setelah berkeliling beberapa kali, dia pun berhenti di tempat penjual bubur ayam, dia memesan satu mangkuk dan di santap disana.


Setelah sarapan, dia segera pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki, karena memang jarak rumahnya ke taman tidak begitu jauh. Dari kejauhan terlihat sebuah mobil terparkir di depan rumahnya, dia terus berjalan sampai dia melihat siapa yang sedang menyenderkan dirinya di mobil hitam tersebut.


"Pak Fajar" ucap Fitri sedikit terkejut, karena telah 10 hari tidak ada kabar sama sekali, sekarang Fajar ada di depan rumahnya. Fajar hanya tersenyum kearah Fitri.


Setelah jarak mereka telah dekat, mungkin karena sudah jadi kebiasaan Fajar melirik jari Fitri dan ternyata disana telah terpasang cincin pemberiannya. Tanpa aba-aba, Fajar langsung meraih tubuh Fitri kedalam pelukannya dengan rona wajah yang sangat bahagia terus mengembangkan senyum dengan lebarnya.


Fitri tersentak kaget karena dipeluk paksa namun dia tidak menolaknya dan malah dia membalas pelukan Fajar dengan tersenyum.

__ADS_1


Fajar melepas pelukannya, "Kamu benar-benar menerimaku Fit, benarkan ini bukan mimpi, Akhirnya" ucap Fajar untuk lebih meyakinkan, penantiannya akhirnya terjawab sudah. Sekali lagi Fajar memeluk Fitri dan sedikit mengangkat tubuh Fitri dan berputar beberapa kali saking bahagianya.


"Pak, lepasin. Udah lepasin dulu, saya gak bisa nafas" ucap Fitri meminta dilepaskan dari pelukan karena Fajar memeluk Fitri dengan sangat erat. Akhirnya Fajar melepas pelukannya sambil tersenyum, lalu dia meraih kedua tangan Fitri untuk di pegangnya, mereka sambil berhadapan.


"Terimakasih Fit, terimakasih banyak. Terimakasih kamu telah membuka hatimu untukku" ucap Fajar dengan sangat bahagia.


Fitri diam saja, datar tanpa ekspresi malah terkesan cemberut.


"Bukan itu, selama 10 hari ini bapak kemana saja! tidak pernah kasih kabar, saya telpon selalu tidak aktif dan saya kirim pesan juga tidak balas. Aku benar-benar kecewa dan sangat khawatir juga" ucap Fitri sambil mengerucutkan bibirnya.


Kemudian Fajar menarik tubuh Fitri dan mendekapnya kembali, tangan kanan Fajar memegang kepala Fitri dan tangan kirinya berada di pinggang Fitri.

__ADS_1


"Ngambek nih ceritanya, aku tuh sibuk banget Fit, sampai gak sempat pegang HP. Malam langsung tidur karena lelahnya. Makanya setelah sampe Jakarta aku langsung kerumahmu karena aku sudah sangat merindukanmu" ucap Fajar panjang lebar.


Fitri tersenyum dalam dekapan Fajar, tanpa sadar kalo dia baru pulang dari jogging dan belum membersihkan diri sama sekali.


"ngomong-ngomong kok ada bau-bau sesuatu yah, kayak bau asem gitu" goda Fajar karena tahu kalau Fitri belum mandi. Fitri langsung mendorong tubuh Fajar dan terus masuk kedalam rumahnya dengan tertunduk sambil tersenyum malu. Sebenarnya sih Fajar hanya ingin menggoda Fitri, dia gak masalah dengan itu, yang penting sekarang dia bahagia sudah diterima oleh Fitri.


"Fit, aku di tinggal aja gitu, gak di ajakin masuk juga" canda Fajar sambil mengikuti Fitri dari belakang. Fitri hanya menoleh tersenyum mengisyaratkan kalau Fajar boleh masuk kerumahnya.


***


🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2