
Hari ini Fitri meminta cuti sehari karena merasa tidak enak badan. Dia berbaring di kamarnya dengan menonton acara kesayangannya.
Berdiam terus di kamar, Fitri merasa bosan. Ia pun turun dan menuju ke dapur, di sana ada bi Minah yang sedang membersihkan buah dan sayur yang baru saja ia beli.
Fitri duduk di meja makan, meminta bi Minah menyeduhkan teh manis anget dan beberapa buah, dia merasa tidak enak jika makan makanan berat. Mungkin dengan buah-buahan dan teh manis anget dapat mengisi perutnya yang kosong.
Terdengar suara bell pintu berbunyi, bi Minah pergi untuk membuka pintu dan kembali menuju dapur dengan membawa kotak yang di bungkus kertas coklat.
Tertera nama penerima adalah Fitri namun nama pengirimnya tidak ada. Bi Minah menyerahkannya pada Fitri dan Fitri menerimanya, dia terlihat bingung karena perasaannya dia tak pernah memesan barang.
Perlahan dia mencoba membuka kotak tersebut, dia terbelalak melihat apa yang ada di dalam kotak te sebut. Di ambilnya beberapa lembar Foto dan dilihatlah satu persatu, terlihat Fajar menggandeng Lucy terlihat di sebuah hotel. Hatinya langsung bergejolak dan matanya berkaca-kaca tak percaya akan apa yang di lihatnya.
Dia beranjak dari duduknya menuju ke kamarnya, dia terduduk sambil tetap terdiam. Air mata membasahi pipinya, dia menghapusnya dengan kedua telapak tangannya. Namun air mata itu tetap saja keluar begitu saja.
__ADS_1
Pikirannya melayang, Benarkah yang di katakan suaminya kalau dia keluar kota untuk dinas atau untuk bermain-main dengan perempuan. Dia sedikit meragukan suaminya, mengusik kepercayaan nya. Namun dia mencoba untuk tenang mencoba meredam emosinya.
Tak berapa lama terdengar suara langkah kaki menuju kamarnya, segera dia beranjak ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Mencoba tenang dan bersikap seperti biasanya.
Fitri pun ke luar dari kamar mandi dan melihat suaminya yang tengah duduk di tempat tidur. Dia menghampiri suaminya dengan tersenyum seperti biasanya.
"Mas udah pulang? padahal baru jam 4 sore" tanya Fitri lalu duduk di samping suaminya.
"Iya sayang, mas sengaja pulang cepat, mas khawatir karena kamu lagi sakit" jawab Fajar mengelus rambut istrinya yang terurai.
Fajar pun beranjak menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Fitri menatap suaminya dari belakang, di hatinya begitu banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan namun tak bisa dia ungkapkan.
__ADS_1
Dia membaringkan dirinya karena merasa pusing di kepalanya, Fajar yang baru saja keluar dari kamar mandi segera menghampiri istrinya.
"Kenapa sayang, kamu masih pusing?" tanya Fajar khawatir.
"Iya mas, bisa ambilkan air minum dan obatnya" balas Fitri dengan tetap memegang pelipisnya.
Fajar segera mengambil obat dan air lalu Fitri pin meminumnya. Fajar menyuruh istrinya untuk tidur agar bisa beristirahat. Fitri menuruti perkataan suaminya dan mulai memejamkan matanya dengan memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya.
Fajar berada di samping iatrinya, menatap lekat istrinya dan mengelus kepala istrinya agar bisa tertidur lelap.
Namun nyatanya Fitri tidak bisa terlelap walau tetap menutup matanya. Air matanya kembali mengalir keluar tanpa sepengetahuan suaminya.
Setelah mengira Fitri telah tidur, Fajar beranjak dari tidurny dan keluar dari kamar karena dia merasa perutnya keroncongan. Dia tidak sempat makan siang sebab sangat mengkhawatirkan istrinya, sehingga dia berusaha menyelesaikan perkerjaan lebih cepat agar bisa segera pulang kerumahnya.
__ADS_1
Fajar meminta bi Minah membawkan makanan ke kamarnya karena ia ingin tetap disamping istrinya....