
Fitri menuruni tangga menuju ruang tamu yang dari tadi sudah menunggu. Namun dia tidak mengenali siapa tamu itu.
"Selamat pagi Fitri, bagaimana kabarnya?" ucap wanita itu.
"Siapa yah?" tanya Fitri bingung.
"Masa lupa sih, dulu pernah ketemu di taman bermain kan" ucap wanita itu mengingatkan.
Kemudian Fitri mengingat-ingat siapa wanita di depannya itu.
"Lucy?" ucap Fitri setelah memingatnya.
"Benar, saya Lucy mantan pacarnya Fajar" ucap Lucy menyeringai.
Fitri hanya dia melihat perempuan di depannya. Dia pun menahan amarahnya di hatinya.
"cih...Perempuan ini berani sekali datang ke rumahku, ada niatan apa sebenarnya dia ke sini?" batin Fitri dengan jengkel.
Datanglah Bi Minah mengantarkan minuman dan menaruhnya di meja. Hingga Fitri mengalihkan pandangannya dari Lucy.
"Ngapain anda ke sini?" tanya Fitri geram.
__ADS_1
"Emhz... Pengen aja, udah lama juga aku gak kesini." balas Lucy seenaknya.
Membuat Fitri bertambah geram dengan tingkah Lucy yang seenaknya. Di lantai dua, Fajar melihat istrinya di ruang tamu dengan Lucy.
"Lucy!!!" gumam Fajar lalu dia segera turun dengan tergesa-gesa menghampiri istrinya yang terlihat gak suka akan kehadiran ny Lucy.
Fajar merangkul istrinya mendekat padanya. Dan menatap ke arah Lucy.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Fajar dengan meninggikan nada suaranya.
"Emangnya kenapa? dulu juga kan aku sering ke sini sesukaku" ucap Lucy seenaknya sendiri.
"Itu dulu, itu sudah jadi masa lalu. Cepat keluar dari rumahku, Keluar" usir Fajar dengan membentaknya.
Kkeluarrr ..... teriak Fajar karena terlalu marah dengan tingkah Lucy.
Lucy pun pergi dengan senyuman sinisnya tanpa permisi.
Fitri hanya terdiam dengan mata berkaca-kaca, Fajar memeluk tubuh istrinya untuk menenangkannya. Lalu membawa istrinya kek kamar. Sebelum itu Fajar memberitahu Bi Minah jika Lucy datang di suruh untuk mengusirnya saja, Bi Minah mengangguk tanda mengerti.
Di kamar, Fitri menangis di pelukan Fajar.
__ADS_1
"Udah Fit, sabar sayang. Udah jangan dipikirkan" ucap Fajar menenangkan.
"Iya mas, tapi aku benar-benar gak suka sama wanita itu." ucap Fitri sesenggukan.
"Iya sayang, mas juga sangat gak suka sama dia bahkan sebelum aku kenal kamu, karena kelakuannya memang buruk" Fajar mengelus kepala istrinya.
"Apa mas menyesal karena telah memilihku?" tanya Fitri untuk meyakinkan.
"Gak sayang, aku sama sekali gak menyesal menikahimu, yang aku sesali kenapa aku mengenal wanita itu dulu. Semoga yang di katakan Lucy tadi cuma sekedar ucapan biasa" ucap Fajar meyakinkan istrinya lalu memeluk istrinya dengan lebih erat.
Fitri melepaskan pelukan suaminya dan menghapus airmata di pipinya. Lalu mengajak suaminya untuk sarapan, memang sih udah terlalu siang buat sarapan karena sudah jam 10 pagi.
Fitri dan Fajar pun turun kembali menuju meja makan yang memang sudah tersedia hidangan disana. Merekapun makan bersama walau Fitri kelihatannya tidak nafsu makan namun dia tetap mencoba makan demi suaminya agar tidak khawatir.
***
Fajar mengajak Fitri keluar untuk jalan-jalan, Fajar tahu jika istrinya sekarang lagi tidak enak hati. Fajar mencoba untuk membuat istrinya tidak murung lagi.
Dia hanya mengajaknya jalan ke depan komplek, karena di sana banyak jajanan dan juga tukang bakso langganan Fitri. Fajar mengajak Fitri untuk makan bakso yang memang sekarang sudah masuk waktu makan siang.
Fitri pun tersenyum karena jika banyak pikiran, dia selalu ingin makan yang pedas-pedas. Akhirnya Fajar dan Fitri pun makan siang disana dengan semangkuk bakso dan teh botol masing-masing.
__ADS_1
****
Orang kaya tapi gak gengsi, makan dimana aja yang penting enak 👍👍👍