
Hari pernikahan pun tiba, semua orang sedang mempersiapkan diri untuk acara pernikahan Fajar dan Fitri.
*Dirumah Fitri
Di dalam kamar, Fitri terlihat sedang di rias oleh seorang penata rias ahli, mulai dari makeup yang terlihat baik yang memancarkan aura cantik alami Fitri, rambut yang ditata dengan bagus yang di hiasi bunga meliti dan kembang goyang menambah kesan khas adat sunda, berikutnya memasangkan kebaya dan kain pada tubuh Fitri.
Selesai lah sudah persiapan Fitri, semua keluarga Fitri telah menunggu di bawah untuk mengantarkan Fitri ke sebuah masjid dekat rumahnya, untuk acara Ijab Qobul nya.
Tak berapa lama Fitri dan keluarganya telah sampai di sebuah masjid yang di tuju. Disana sudah hadir Fajar dan keluarganya menyambut mereka. Fitri pun di arahkan untuk duduk berdampingan dengan Fajar yang di depannya sudah ada penghulu dan Khalifah. Di sematkanlah kerudung putih tipis panjang di kepala kedua mempelai.
Penghulu dan Khalifah memastikan nama kedua mempelai yang tertulis itu benar dan data-data lain yang di perlukan agar tidak adanya kesalahan. Yang terpenting adanya wali nikah, dua orang saksi dan mahar yang akan diberikan.
Semuanya sudah lengkap dan Pak Heru langsung yang menikah kan anaknya tanpa di wakilkan.
"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan, anak saya Fitri Khairunnisa dengan Fajar wisnu tama dengan maskawin seperangkat perhiasan emas seberat 50 gram di bayar tunai" ucap Pak Heru dengan menjabat tangan Fajar.
"Saya terima nikah dan kawinnya Fitri Khairunnisa dengan maskawin tersebut di bayar tunai" ucap Fajar dengan lugas dan lantang sekali tarikan nafas.
"Gimana para saksi, syah!!" tanya penghulu.
__ADS_1
Sssyyyaaahhhhh... ucap semua yang hadir serentak ramai.
Di akhiri dengan doa di pimpin oleh seorang Ustadz disana.
*Resepsi
Malam harinya di adakan sebuah resepsi yang sangat merah di sebuah hotel bintang lima. Tamu yang hadir lumayan banyak selain dari keluarga juga dari para relasi bisnis dan teman-teman dari kedua belah pihak.
Tibalah acara ucapan selamat pada kedua mempelai.
"Selamat Fit, akhirnya aku keduluan lagi nih, selamat yah pak Fajar, awas jangan buat Fitri nangis yah" ucap Syifa memeluk Fitri sekilas lalu salaman dengan Fajar. Fitri dan Fajar hanya tersenyum mendengar nya.
"Selamat Bro, akhirnya bisa belah duren juga" ucap Bima dengan candanya sambil menyalami keduanya.
"Selamat Bother, nanti cerita-cerita yah kalo udah dapat jatah" ucap Irwan dengan sedikit berbisik di telinga Fajar. Fajar hanya tersenyum kecut dengan tingkah mereka.
"Dasar, punya temen pada gesrek semua" batin Fajar.
Dilanjutkan dengan tamu-tamu lain yang hadir mengalami mempelai pengantin satu persatu.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam dan acara resepsi pernikahan sudah selesai. Keluarga Fitri segera pulang ke rumah Fitri sebelum besoknya pada kembali ke Bandung dan Keluarganya Fajar juga pulang ke rumah masing-masing.
Sedangkan Fitri dan Fajar pulang ke rumah Fajar yang biasa Fajar tempati dan sekarang jadi rumah mereka berdua.
Sesampainya di rumah, mereka langsung memasuki kamar pengantin, di sana sudah tertata layaknya kamar pengantin baru, Fajar mendudukan badannya yang lelah di sebuah sofa yang terletak dekat kasurnya, sementara Fitri berusaha membuka belakang resleting bajunya, terlihat kesusaha.
Melihat itu Fajar beranjak dari duduknya.
"Sini mas bantu" ucap Fajar.
"Iya makasih mas" ucap Fitri.
Fajar pun mencoba membuka resleting dengan menariknya kebawah, Fajar pun tertegun memandang punggung putih mulus istrinya dan menelan ludahnya.
"Udah mas" tanya Fitri.
"ehm... udah nih" ucap Fajar tersadar dari lamunannya.
Fitri pun segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Fajar masih menatap Fitri dari belakang sambil tersenyum.
__ADS_1