
Esok harinya orangtua Fitri pamit untuk pulang, Fitri dan Fajar mengantar mereka hingga kedepan rumah. Orangtua Fitri pun pergi dengan mobil mereka yang menjauh dari kediaman anaknya.
Fitri dan Fajarpun masuk kerumah, tanpa aba-aba Fajar langsung menggendong istrinya menggunakan kedua tangannya di depan. Fitri terkejut dengan tingkah suaminya itu. Fajar membawa Fitri menuju kamarnya di lantai dua, dia menaiki anak tangga satu persatu dan sampailah di depan pintu kamarnya. Fitri membuka pintu tersebut, setelah masuk Fitri menutupnya kembali.
Fajar menurunkan Fitri di kasur dan mulai menindih tubuh Fitri.
"Mas ini kan masih siang" ucap Fitri.
"Emang kenapa kalo masih siang! gak ada peraturannya kan melakukannya siang atau malam" ucap Fajar mulai menciumi seluruh wajah Fitri. Dari mulai kening, mata, hidung, kedua pipi dan terakhir bibir.
Fajar mengecup, mencium dan ******* bibir Fitri secara perlahan dan lembut. Fitri pun mulai membalas aksi suaminya, dia membuka mulutnya karena lidah suaminya terus memaksa masuk, mereka melakukan French Kiss begitu lama hingga bibir masing-masing begitu basah.
Ciuman Fajar beralih turun ke leher istrinya, dia mencium dan menjilati leher Fitri dengan begitu bernafsu, Fitri pun mulai mengeluarkan suara lenguhannya. Tangan Fajar mencoba menjamah dada Fitri yang masih tertutup bra dan bajunya, diremasnya dada Fitri perlahan hingga istrinya itu belingsatan.
Bagian bawah Fajar pun mulai beraksi dan mengeras pertanda birahinya telah naik. Ketika ciuman Fajar mulai turun ke dada istrinya, tiba-tiba.
ddingg ddoong ddingg ddoonnggg
__ADS_1
Suara bell pintu kembali berbunyi di tengah aksi panas mereka.
Permainan pun di hentikan secara terpaksa, Fajar beranjak dari tubuh Fitri lalu keluar kamar menuju pintu depan dengan wajah sedikit dongkol.
"Siapa lagi sih? ganggu orang senang-senang aja." gerutu Fajar dalam batinnya.
Fitri yang masih di kamar, sedang merapikan bajunya yang tadi agak berantakan dan menyisir rambutnya agar terlihat rapi kembali kemudia dia menguncirnya di belakang (Ponytail).
Fajar membuka pintu dan ternyata kedua orangtuanya yang datang.
"Kenapa nih? gak senang orangtua datang!" tanya pak Wisnu melihat anaknya cemberut.
Fajar dan orangtuanya pun duduk di sofa, Fitri pun turun lalu menghampiri mertuanya dan mencium tangan keduanya. Kemudian Fitri ke dapur untuk mengambil air minum dan membawanya ke meja ruang tamu dan ikut duduk bersama suami dan kedua mertuanya.
"Apa kabar kamu Fit? Fajar gak macem-macem kan" tanya bu Mira.
"Yah pasti macem-macemin Fitri lah mah, kan aku suaminya" ucap Fajar yang malah menjawab suaminya.
__ADS_1
"Baik kok mau, mas Fajar juga baik" ucap Fitri pada ibu mertuanya.
"Papah langsung ke intinya saja, papah datang kesini mau menepati janji papah, dulu kan papah pernah berjanji jika kamu menikah, kamu akan di beri jabatan lebih tinggi dari sekarang, makanya mulai minggu depan kamu menjabat jadi direktur di perusahaan kita" jelas pak Wisnu.
"Beneran pah?" ucap Fajar dengan wajah bahagia, Fitri pun tersenyum di samping suaminya.
"Yah beneran lah" ucap pak Wisnu meyakinkan.
"Denger kan sayang, mulai minggu depan aku jadi direktur" ucap Fajar pada istrinya.
"Apa kalian gak ada rencana bulan madu?" tanya bu Mira.
"Belum mah, belum sempat ngurusinnya" ucap Fajar.
Kemudian bu Mira mengeluarkan amplop di dalam tasnya dan memberikannya pada anak menantunya.
Fajar membukanya, ternya isinya tiket pesawat pulang pergi menuju ke korea. Dan semua akomodasi hotel dan lainnya selama 6 hari.
__ADS_1
Fajar dan Fitri pun bahagia mendapat hadia tersebut, mereka pun sangat berterima kasih pada pak Wisnu dan bu Mira.