
Hari ini adalah hari ulangtahun Fajar, pulang kerja Fitri menyiapkan keperluan untuk pesta nanti malam. Pesta kecil-kecilan yang hanya di hadiri oleh orang terdekat. Fitri mengundang dua sahabatnya, 2 sahabat Fajar, Farah adik Fitri dan Farhan adik Fajar, sementara Maya adik bungsu Fajar tidak bisa ikut karena sedang di rumah neneknya diluar kota.
Fitri dan Bi Minah menyiapkan berbagai macam hidangan dan cemilan untuk acara tersebut. Jam 7 malam semuanya sudah siap termasuk Kue ulangtahun yang di hias indah.
Tak lama tamu pada datang, sementara Fajar yang punya acaranya malah datang terakhir.
Lilin di atas kue di nyalakan dan nyanyian ulang tahun pun di nyanyikan ramai oleh mereka yang hadir.
Fajar pun meniup lilinnya dan semua bersorak ikut bahagia. Fajar memberi potongan kue pertamanya kepada istrinya, dia mendapat kan ucapan selamat dan kecupan di pipi oleh istrinya. Acara di lanjutkan dengan makan malam yang telah tersedia.
Dari awal Irwan terlihat selalu mencuri-curi pandang kepada Farah, namun Farah tidak menyadarinya.
Selesai makan, mereka duduk lesehan di atas tikar depan TV untuk sekedar berbincang. Irwan mencoba duduk di samping Farah sambil agak gugup, mau mencoba memulai percakapan namun dia masih ragu.
Fitri yang melihat tingkah irwan menyadari jika irwan sedang mendekati adiknya. Fitri pun menyenggol Fajar untuk memperhatikan irwan.
"Mas, sadar gak kalau irwan kayaknya lagi deketin Farah" ucap Fitri.
"Kalau di lihat sih kayaknya tebakan kamu benar" ucap Fajar.
__ADS_1
Karena Fitri sudah cukup kenal dengan Irwan dia membiarkan mereka dekat, yah semua keputusan diserahkan pada adiknya toh dia sudah dewasa.
"Bim, kapan kamu nikahin Ria?" tanya Fajar mendadak, membuat Bima terkejut.
"Semoga secepatnya, kamu tunggu aja undangan dariku nanti" ucap Bima dengan tersenyum.
Ria yang mendengarnya hanya diam karena memang belum ada tanda-tanda kalau Bima akab melamarnya.
Fitri, Syifa dan Ria ke taman belakang, biasa ingin ngobrol-ngobrol yang hanya mereka bertiga yang boleh tahu.
"Syifa, kemaren kamu sakit apa sampai gak masuk kerja?" tanya Fitri penasaran.
"Sebenarnya aku gak sakit apa-apa sih, Cuma..." ucap Syifa tak melanjutkan ucapannya yang malah menunduk tersipu malu.
"Jangan-jangan kamu udah lakuin malam pertama nih yah" Tebak Fitri sambil tersenyum. Syifa hanya tersenyum membenarkan tebakan Fitri.
"Akhirnya, jebol juga tuh gawang" ucap Ria seenaknya sambil cengengesan.
"Gimana rasanya?" goda Fitri.
__ADS_1
"Sakit tahu... tapi lama-lama gak sih, cuma paginya sedikit nyeri jadi agak susah jalan, makanya aku ijin sakit gak masuk kerja" ucap Syifa jujur tanpa di tutupi.
Fitri yang mendengarnya hanya tersenyum geli. Sementara Ria malah merinding, karena dia satu-satu nya yang belum pernah ngerasain.
"Udah udah jangan ngomongin itu lagi, ada anak polos di depan kalian" ucap Ria sok polos.
"Halah masa anak polos ngasih hadia lingerie super transparan" ejek Fitri mengingat apa yang Ria hadiahkan pada saat pernikahan nya. Ria hanya cengengesan.
Mereka pun kembali masuk ke rumah dan kembali bergabung dengan yang lainnya. Setelah malam mulai larut, satu persatu mulai pamit pulang. Sementara Farah dan Farhan tidak pulang dan disuruh menginap saja di rumah kakaknya.
Farah di kamar tamu dan Farhan di kamar sebelah kamar Fajar, karena kalau menginap Farhan suka tidur di sana.
Fitri dan Fajarpun memasuki kamar mereka. Fajarpun segera mengunci pintu kamarnya dan mulai menyergap istrinya namun Fitri melarang suaminya untuk melakukannya malam ini karena gak enak ada Farhan di kamar sebelah. Fajar pun berhenti namun dengan Syarat, jika Farah dan Farhan sudah pulang. Dia meminta melanjutkan haknya yang tertunda malam ini dan Fitri oun menyetujuinya.
***
Jangan lupa like dan Vote untuk mendukung Author. Serta Komen jika ada saran dan kritik.
Terimakasih 😊😊😊
__ADS_1