
Dikantor seperti biasa semua sedang sibuk mengerjakan pekerjaan masing-masing. Syifa juga sedang mengerjakan laporan yang hari ini harus selesai, namun sesekali dia melirik Ria yang terlihat tidak fokus dengan pekerjaannya.
"Ri, kamu kenapa?" tanya Syifa.
"Enng... gak apa-apa" ucap Ria sedikit terkejut.
Ria tidak mau menceritakan hal yang terjadi antara dirinya dan Bima, itu hal yang memalukan yang pernah ia lakukan.
Ria mencoba Fokus dengan pekerjaannya dan mencoba menghilangkan ingatannya tendang kejadian itu.
Disisi lain, Fitri mendapat telpon dari suaminya, jika hari ini sehabis pulang kerja. Diminta Fajar untuk menyiapkan beberapa pakaian karena dia ada tugas ke luar kota. Fitri pun mengiyakan.
Waktu pulang kerja tiba, Fitri naik taksi menuju rumahnya karena Fajar masih menyiapkan beberapa berkas untuk nanti ke luar kota. Tak berapa lama Fitri sampai di rumahnya.
Fitri menyiapkan beberapa pakaian yang diperlukan suaminya kedalam koper. Lalu dia ke kamar mandi membersihkan badannya dan berpakaian dengan santai.
Sejam kemudian Fajar sampai dirumah dan langsung menuju ke kamarnya. Disana terlihat Fitri sudah menyiapkan semuanya yang ia perlukan. Tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu, karena sudah memepet dengan jadwal keberangkatan pesawat. Fajar berpamitan dengan istrinya, Dia memeluk istrinya sebentar dan mengecup kening istrinya sekilas. Fitri tersenyum mengantarkan suaminya ke depan rumahnya. Menunggu hingga suaminya melajukan mobilnya.
__ADS_1
Melihat suaminya pergi dia merasa sepi, malam ini dia akan menghabiskan malam seorang diri. Semua adalah resiko pekerjaan mau tidak mau tugas tidak bisa di abaikan. Memang raga mereka berjauhan namun yang terpenting hati mereka tetap melekat satu sama lain.
Fitri merenung sejenak, dalam hatinya berdoa semoga suaminya selamat sampai tujuan. Dia mencoba memejamkan matanya hingga dia bisa terlelap.
Pagi menjelang, Fajar terbangun dari tidurnya. Semalam dia baru sampai dan langsung tertidur karena letih.
Dia segera membersihkan tubuhnya dan berpakaian rapi karena dia akan melakukan persentasi kepada relasinya. Hari itu dia terlihat sangat sibuk bahkan dia sampai lupa tak mengabari istrinya.
Sementara Fitri merasa gelisah karena dari semalam sampai siang hari tak ada kabar dari suaminya. Fitri pun mencoba menyibukan diri dengan pekerjaannya sambil sesekali melirik handphone nya namun tak ada yang menghubunginya.
Sore menjelang, Fajar mencoba bersantai di taman Hotelnya. Dari kejauhan terlihat ada orang yang mengamati dirinya.
Namun dari kejauhan seseorang memotret kejadian tersebut dan tersenyum sinis karena berhasil memotret momen yang tepat.
Bukan karena pedulu hanya demi kemanusiaan Fajar membantu Lucy, mengambilkan obat sakit kepala dan segelas air putih.
"Terimakasih, udah mau nolong aku" ucap Lucy memegang kepalanya, tanpa Fajar sadari Lucy menyeringai karena rencananya berhasil.
__ADS_1
Setelah membantu sebisanya Fajarpun pergi meninggalkan Lucy. Sedangkan Lucy melihat kepergian Fajar dengan tersenyum licik.
Dikamar terdengan Handphone Fajar berdering, dia pangsung meraihnya dan tertera nama istrinya yang menelpon.
"Halo mas, kok mas gak ngasih kabar, aku kan khawatir." Ucap Fitri di seberang telpon.
"Maaf sayang, mas terlalu sibuk jadi mas lupa ngasih kabar" ucap Fajar menyesal.
"Mas jadi pulang besok?" tanya istrinya.
"Iya sayang, besok mas pulang. Mas kangen banget sama kamu" ucap Fajar merindukan istrinya.
"Aku juga kangen banget sama mas, yaudah mas tidur biar besok segeran" ucap Fitri lalu menutup telponnya setelah mendapat jawaban dari suaminya. Fajarpun meletakan handphone lalu dia beranjak tidur.
Fajar sama sekali tidak bisa tidur, ia merasa tidak nyaman tidur sendirian. Karena memang sudah terbiasa dengan adanya Fitri di sampingnya, "*Fit, aku kangen kamu. Walau cuma sebentar tapi aku tak bisa mengalihkan pikiranku darimu" batin Fajar sangat merindukan istrinya.
________
__ADS_1
Baca juga karya lain saya - Bunda untuk Cilla - Terimakasih 😊*