Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Kehidupan pernikahan.


__ADS_3

Fajar mengajak Fitri untuk berjalan pagi di taman, udara yang segar memang baik untuk ibu hamil. Sambil jalan Fitri mencium aroma yang menurutnya sangat enak.


"Mas, kita kesana yuk" ajak Fitri sambil menarik paksa tangan suaminya.


"Mau kemana sayang?" tanya Fajar yang tangannya masih di tarik Fitri.


Akhirnya Fitri berhenti di depan tukang sate maranggi, ia melihatnya seakan ludahnya akan keluar saking tergiusnya.


"Mas mau ini boleh kan!" pinta Fitri.


"Bukannya gak boleh sayang. Tapi kan ibu hamil dilarang makan makanan yang di bakar sayang" cegah Fajar.


"Tapi aku pengen mas, terutama makannya sama ketan bakar. Duh... bikin ngiler" Fitri terus memaksa suaminya dengan tampang memelas.


Hingga Fajar pun luluh juga kepada istrinya.


"Ok... tapi sedikit saja yah. Jangan banyak-banyak gak baik" ucap Fajar.


Fitri pun akhirnya terlihat girang. Mereka pesan 4 potong ketan bakar dan 20 tusuk sate maranggi. Ternyata Fitri hanya sanggup memakan 1 potong ketan dan 5 tusuk sate nya dan sisanya terpaksa Fajar yang melahapnya sampai habis.


"Udah kenyang Fit, udah gak ngiler lagi kan?" tanya Fajar.


"Udah mas, makasih yah. Bayi kita jadi gak bakalan ngeces nantinya" Fitri tersenyum senang.


Setelah itu mereka pun kembali pulang ke rumah karena hari sudah semakin siang.


____________


Farah baru terbangun dari tidurnya setelah merasakan cahaya matahari menyorot di celah gorden jendela. Di sampingnya tak terlihat keberadaan suaminya. Ia pun beranjak dari tidurnya namun ia urungkan dan kembali berbaring karena badannya terasa sakit terutama bagian bawahnya yang masih terasa nyeri. Mungkin ini akibat permainannya semalam yang baru saja mereka lakukan.


Irwan masuk membawa nampan yang terdapat sepiring roti bakar selai strawberry dan segelas susu hangat untuk Farah.


"Ini sayang, makan dulu dan minum susunya. Mungkin kamu merasa lelah" Irwan membantu Farah untuk duduk bersandar di atas ranjang.


"Iya mas, makasih yah. Ini mas yang buat?" tanya Farah.

__ADS_1


"Iya, cuma ini saja mas bisa buatnya" senyum cerah Irwan.


"Mas bisa bantu aku ke kamar mandi, aku susah untuk jalan" pinta Farah.


"Oh begitu, iya mas bantu. Mas minta maaf sudah membuatmu seperti ini. Mungkin karena mas terlalu kasar semalam" ucap Irwan merasa menyesal sambil menggendong Farah ke kamar mandi.


Farah tersenyum mendengar kata maaf suaminya, "Tak perlu minta maaf mas, ini sepertinya hal biasa bagi pasangan yang baru melakukan hal itu pertama kalinya".


"Mungkin juga sih, apa perlu kita ke dokter?" Irwan khawatir.


"Gak perlu mas, nanti juga sembuh sendiri. Gak sampai perlu ke dokter juga" balas Farah.


Irwan pun keluar dari kamar mandi, membiarkan istrinya untuk membersihkan dirinya sendiri.


__________


Fitri bersiap di dapur, ia ingin membuat kue untuk cemilan di rumahnya. Ia ingin membuat brownis dan kue kering lalu ia meminta bantuan bi Minah dan Fajar suaminya.


"Mas kan gak pergi ke kantor lagi hari ini jadi bantuin aku bikin kue yah" pinta Fitri.


Fajar menuangkan tepung terigu dan telur ke dalam wadah. Tanpa ia sadari tepungnya berceceran membuat Fitri gemas lalu mengusapkan tepung itu pada wajah suaminya.


"Mas ganteng deh kalau seperti ini" ucapnya.


Fajar pun menyusapkan tepung ke wajah Fitri hampir keseluruhan wajahnya, "Kamu cantik banget kalau seperti ini" balas Fajar. Fitri hanya cemberut dengan perbuatan suaminya.


Mereka pun jadi saling balas hingga membuat dapur penuh dengan tepung, bi Minah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan majikannya.


Fajar dan Fitri pun berhenti ketika tubuh dan wajah mereka berdekatan. Tanpa aba-aba Fajar mengecup gemas bibir Fitri membuat Fitri terkejut lalu menatap ke arah bi Minah. Syukurlah bi Minah tak melihat mereka ciuman karena sedang sibuk mencetak kue di atas loyang.


Fitri lalu membulatkan matanya pada suaminya yang hanya di balas senyuman nakal oleh Fajar. Fitri menjauh dari suaminya lalu menghampiri bi Minah dan membawa seloyang brownis yang siap di panggang.


Beberapa menit berlalu hingga terdengar jika kue buatan mereka matang. Fitri mengambil brownis buatannya dan bi Minah mengambil kue keringnya. Fitri dan Fajar mencoba kue keringnya lalu brownis nya yang ternyata enak. Mereka pun senang karena hasilnya sangat memuaskan.


Bi Minah memasukan kue keringnya pada toples yang tersedia, 2 toples penuh ia isi. Brownisnya Fajar bawa ke meja depan televisi untuk ia nikmati sambil menonton.

__ADS_1


"Enak yah makan sambil nonton!" Fitri ikut duduk di samping suaminya membawa setoples kue kering di tangannya.


"Aku mau itu juga." Fajar hendak mengambil toples yang berisi kue kering di tangan istrinya namun Fitri malah menjauhkannya.


"Wah, udah mulai berani yah!" Fajar terus saja mencoba mengambil toples itu namun Fitri selalu menjauhkannya hingga akhirnya Fitri hilang keseimbangan dan terlentang di sofa dan Fajar menindihnya.


"Gara-gara mas nih, kan kue nya tumpah" ucap Fitri melihat kue yang berserakan di atas karpet.


"Siapa yang suruh kamu jauhin toplesnya dariku" ucap Fajar cengengesan.


Cuuppp... lagi-lagi Fajar mengecup bibir istrinya. "Mas ini, seenaknya aja cium-cium terus" gerutu Fitri yang selalu mendapat ciuman tiba-tiba.


"Habisnya kamu ngegemesih banget sih, apalagi pipi kamu sekarang tambah tembem" Fajar mencubit gemas pipi istrinya.


Fitri mendorong Fajar untuk bangkit, lalu ia memegang kedua pipinya yang katanya mulai tembem. "Apa benar pipiku tembem mas? aku jadi jelek yah!" Fitri merasa khawatir.


"Kamu gak jelek kok, malah semakin cantik. Jadi mas ingin cium kamu lagi" Fajar memonyongkan bibirnya untuk kembali mencium Fitri namun Fitri menolak.


"Mas ini yah gak bisa mengontrol diri, nyosor-nyosor terus" gerutu Fitri.


"Yah namanya juga dengan istri sendiri, kalau aku nyosornya sama cewek lain. Kamu pasti gak mau kan" canda Fajar. Fitri mengerucutkan bibirnya tanda tak suka. Fajar hanya terkekeh melihat tingkah istrinya.


___________


Irwan menggenggam tangan Farah, mereka duduk di belakang halaman rumahnya. Mereka memandang bunga-bunga yang ada di sana sambil kepala Farah bersender di bahu bidang suaminya.


"Gak menyangka yah sekarang kita sudah menjadi suami istri" ucap Irwan.


"Iya mas, aku senang banget karena bisa menikah dengan mas secepat ini" balas Farah.


"Oh iya, besok reaksi teman-teman aku gimana yah. Setelah tahu kita menikah. Di kampus kita kan statusnya dosen dan mahasiswa" Farah bangun menatap Irwan.


"Gak usah di pikirin, toh mas juga akan profesional jika di kampus, kamu gak usah khawatir" Irwan kembali menarik kepala Farah untuk kembali bersender di bahunya.


"Bahagianya aku setelah mempersuntingmu. Jadilah teman hidupku selamanya." batin Irwan.

__ADS_1


Bersmbung....


__ADS_2