Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Episode 25 : Tak menyangka


__ADS_3

Semuanya tiba-tiba hening, Fajar menatap tajam kepada ibunya karena dia malah menghina Fitri sedangkan Fitri menunduk sambil meneteskan air matanya.


Tak tahan melihat Fitri dan Fajar seperti itu, Pak Wisnu dan Bu Mira tiba-tiba tertawa memecahkan keheningan. Fajar dan Fitri pun tercengang, aneh melihat mereka yang tiba-tiba tertawa seperti itu.


"Udah. udah mah jangan di terusin, lihat tuh tampang mereka sampe segitunya" ucap Pak Wisnu sambil menahan tawanya.


"Iya pah, kasihan mereka. Tapi kan rencana kita berhasil ngerjain mereka" ucap Bu Mira tetap tertawa.


"Pah mah, ada apa ini? ngerjain? maksudnya?" tanya Fajar Heran.


"Gini gini, tadi tuh mamah sama papah rencanain buat ngerjain kalian dengan bersikap angkuh dan gak suka gitu, sebenarnya kami sih mendukung apapun pilihanmu, Fajar" jelas pak Wisnu.


" Iya bener, apapun statusnya baik dia gadis ataupun janda yang penting dia wanita baik-baik. Dan mamah lihat, dia benar-benar wanita baik juga dia sangat mencintai mu. Lagian perceraian yang dia alami juga bukan kesalahan dia tapi kesalahan mantan suaminya" jelas bu Mira tak menolak Fitri.


"Jadi mamah dan papah setuju dengan hubungan kami?" tanya Fajar untuk lebih meyakinkan.


"Pastinya, kami akan mendukung hubungan kalian, lagi pula kami ingin melihat kamu segera menikah" ucap Pak Wisnu tersenyum.


"Yaudah, hayo makan. Udah keburu dingin nih, nanti ngobrol-ngobrol nya di lanjutin setelah makan" ucap bu Mira.


Fitri dan Fajar pun tersenyum bahagia karena telah mendapatkan persetujuan dari orangtua Fajar. Fitri tidak menyangka orang sekaya mereka itu tidak angkuh malah sangat baik. Tak seperti yang diceritakan dalam sinetron sinetron.

__ADS_1


Selesai makan mereka beralih ke ruang tamu untuk melanjutkan perbincangan yang belum mereka selesaikan.


"Umur kamu berapa ?" tanya Bu Mira.


"Saya 27 tahun bu" jawab Fitri


"Wah berarti selisih 5 tahun dengan Fajar yah" ucap Bu Mira.


"Kamu pinter banget nyari calon istri, dia sangat cantik dan juga sangat baik. Kamu mirip babget sama papah" ucap pak Wisnu dengan bangga.


"Iya, siapa dulu dong papahnya" ucap Fajar dan semuapun tertawa.


"Kamu beneran udah serius sama Fitri?" tanya pak Wisnu.


"Jadi kapan kamu mau melamar dia? papah udah siap mengantar" tanya pak wisnu lagi. Fitri hanya tersenyum mendengar nya.


"Aku inginnya secepatnya pah, tapi nunggu kerjaan agak lapang, biar banyak waktu buat persiapannya" ucap Fajar.


"Jangan lama-lama nanti di ambil orang" ucap Bu Mira menggoda Fajar.


"Gak lah, Fitri kan udah cinta mati sama aku. Benar gak fit!" ucap Fajar yakin sambil merangkul Fitri.

__ADS_1


Fitri hanya tersenyum malu dan meminta Fajar untuk gak merangkulnya di depan orangtuanya.


"Mamah harap secepatnya, kalau sudah di tentukan segera hubungi kami yah, kami sudah gak sabar pengen punya cucu" ucap Bu Mira dengan tersenyum.


"Iya mah tenang aja" ucap Fajar.


Setelah banyak sekali yang mereka bicarakan, tak terasa udah jam 11 malam. Fajar dan Fitri pun berpamitan pada bu Fitri dan Pak Wisnu dengan mencium punggung tangan mereka satu persatu. Dan mereka pun pergi meninggalkan rumah tersebut.


*Didalam mobil


"Kamu kenapa gak cerita kalau kamu anak pemilik perusahaan" ucap Fitri.


"Emangnya penting yah, toh sekarang juga kamu sudah tahu" ucap Fajar.


"Iya sih, tapi akunya jadi gak enak juga, berasa tak sebanding dengan keluarga mas" ucap Fitri tidak percaya diri.


"Tenang Fit, keluarga aku baik, gak memandang status sosial jadi kamu gak perlu khawatir, kamu juga udah lihat kan tadi" ucap Fajar menenangkan.


"Terimakasih mas, kamu telah memilih aku dan menerima aku apa adanya" ucap Fitri sambil mengecup pipi Fajar.


"Bibirnya belum" ucap Fajar sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Apaan sih kamu" sambil mencubit perut Fajar.


"aww sakit tahu," keluh fajar, sambil tersenyum. "Kamu menggemaskan banget sih Fit" bantin Fajar dengan tetap melajukan mobilnya.


__ADS_2