Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Mendukung


__ADS_3

Sepulang kerja, seperti biasa 3 sekawan sedang berbincang di sebuah cafe dekat kantornya, yang biasanya pada ribut sekarang sedikit serius tidak seperti biasanya.


Karena tadi di kantor sangat sibuk jadi tak sempat berbincang, terlihat muka penasaran Fitri dan Ria tentang pak Andi.


"Fa sebenarnya kemarin pak Andi ngomongin apa sih? kayaknya serius amat" tanya Fitri penasaran.


"Iya bener, dari kemaren tuh aku sama Fitri penasaran banget tahu" uca Ria menambahkan.


"Sebenarnya semalam pak Andi datang kerumahku..." belum selesai Syifa bicara udah Ria potong.


"Ngapain ke rumah kamu?" tanya Ria menggebu.


"Sabar donk, ini juga kan aku mau cerita" Ucap Syifa suruh tenang.


Syifa melanjutkan, " pak Andi datang kerumah, dia melamar ku..." belum sempai selesai, Fitri dan Ria teriak terkejut serentak "Appaa...."


"Serius loh" tanya Fitri meyakinkan apa yang di dengarnya. Syifa pun mengangguk mengiyakan. Ria hanya bereaksi bengong terpaku.


"Terus kamu langsung jawab? jawab apa?" tanya Fitri.


"Sebenarnya aku juga cukup lama memikirkannya dulu, tapi pak Andi ingin di jawab malam itu juga dan akhirnya aku menerimanya" ucap Syifa menjelaskan.

__ADS_1


"Wah wah wah iri banget aku sama kamu, Fa. Gak pacaran gak apa langsung di lamar" ucap Ria merasa iri.


"Oh iya, aku juga akan melaksanakan pernikahan bulan depan" ucap Syifa lagi-lagi mengejutkan kedua sahabatnya.


"Sumpah... Sumpah... ini bikin aku spot jantung dengernya" ucap Fitri sambil mengusap dadanya.


"Bukan hanya spot jantung tapi ini bikin bumi berguncang, Syifa jones abadi yang susah dapat pacar sekarang malah mau dapet suami, gimana gak gempar dunia" ucap Ria melebih-lebihkan.


Syifa dan Fitri cengengesan mendengar perkataan Ria yang terlalu hiperbola itu.


"Tapi aku dukung banget kok hubungan kalian, selamat yah Syifa" ucap Ria dengan sangat tulus.


Setelah berbincang cukup lama, akhirnya mereka memutuskan pulang ke rumah masing-masing.


*Dirumah Fitri


Fitri dan Fajar sedang berbaring di ranjang, kepala Fitri bersandar di dada suaminya dan lengan suaminya di jadikan bantal nya.


"Mas kamu tahu gak, Syifa mau nikah sama pak Andi" ucap Fitri memberitahu siaminya.


"Apa? Serius kamu sayang?" ucap Fajar terkejut menatap istrinya.

__ADS_1


"Serius sayang, reaksi kama sama denganku waktu pertama kali mendengarnya dari Syifa" ucap Fitri memeluk perut suaminya.


"Gak nyangka, memang jodoh itu udah ada yang ngatur. Kita kadang gak menyangka juga kan, kita bisa menikah" ucap Fajar bijak.


"Benar banget mas, aku senang banget bisa jadi istri kamu" ucap Fitri tersenyum senang.


"Aku juga sayang" ucap Fajar lalu mengecup kening istrinya, dan mereka akhirnya terlelap.


Pagi harinya, matahari sudah tinggi namun Fitri tetap terlelap memeluk suaminya, tak lama terdengar ketukan pintu di kamarnya.


Fitri perlahan membuka matanya, mencoba menyadarkan dirinya. Kemudia dia beranjak membuka pintu kamarnya.


"Maaf bu ganggu, di bawah ada tamu." ucap Bi Minah.


"Siapa Bi?" tanya Fitri.


"eehhh anu non, bibi lupa nanya, tapi dia perempuan non" jawab Bi Minah lupa menanyakan tamunya.


"Yaudah bi suruh dia nunggu dulu, aku mau siap-siap dulu baru turun" ucap Fitri pada bi Minah.


Fitri pun kembali menutup pintu kamarnya kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tak lama Fitri pun selesai dan langsung berpakaian serta berias sekedarnya. Tanpa membangunkan suaminya yang masih terlelap, dia keluar dari kamarnya. Dari atas terlihat seorang wanita yang sedang duduk di kursi ruang tamu sedang menunggu di sana .....

__ADS_1


__ADS_2