Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Tragedi


__ADS_3

Pagi itu tak seperti biasanya pak Presdir datang ke ruangan Fajar. Dia seperti ada perlu bukan hanya masalah pekerjaan tapi masalah pribadi juga. Fajar yang sibuk di mejanya langsung berhenti dan menghampiri papahnya.


"Ada apa pah, tumben datang tanpa menelpon dulu" tanya Fajar penasaran.


"Gimana pekerjaan kamu sekarang setelah menjadi direktur perusahaan? Apa merasa kesulitan?" tanya pak Wisnu.


"Alhamdulillah tidak begitu signifikan, aku mengikuti alur yang ada aja pah. Jadi bisa sambil belajar dari pengalaman." jawab Fajar.


"Gimana proyek yang kamu tangani apa sudah beres?" Tanya pak wisnu.


"Sedikit lagi pah, Mungkin dalam seminggu ini aku bisa menyelesaikannya" jawab Fajar yakin.


"Oh iya, bagaimana keadaan istrimu sekarang, papah lihat hari ini dia gak masuk kerja?" tanya pak wisnu.


"Baik pah, cuma kayaknya Fitri lagi kurang enak badan jadi gak bisa masuk kerja" jawab Fajar berbohong.

__ADS_1


"Jangan-jangan istrimu hamil? kan kalian sudah lebih dari setahun menikah. Apa kalian menunda punya anak?" tanya pak Wisnu serirus.


"Padahal papah dan mamah udah pengen banget gendong cucu" lanjut pak Wisnu berharap.


"Gak kok pah, kami gak menundanya, cuma belum ada rezeki nya aja pah, kami masih menunggu" balas Fajar.


"Kayaknya kamu kurang buatnya tuh, banyak di anggurin yah!" ucap pak wisnu sambil terkekeh pada anaknya.


"Benar juga sih, semenjak jadi direktur jadi jarang ngelakuin" ucap Fajar keceplosan. Fajar pun tersadar akan ucapannya hingga dia mencoba mengelak.


"Mau tahu gak rahasianya biar bisa cepat hamil!" ucap pak wisnu serius.


"Apaan pah kasih tahu dong?" tanya Fajar penasaran.


"Pake obat kuat, soalnya kamu tuh kayaknya lemah deh, soalnya istri cantik kayak gitu kamu anggurin" ledek pak wisnu sambil tertawa ngakak.

__ADS_1


"Dasar papah, gini-gini juga aku kuat, gak perlu pake obat-obat segala. Jangan remehin anak papah ini, nanti lihat aja bakalan ngasih cucu banyak" ucap Fajar percaya diri dengan tersenyum.


Bapak sama anak itu pun saling tertawa renyah, mereka memang sangat akrab dalam kekeluargaannya walau banyak yang bilang orang kaya suka kaku dan dingin namun sebaliknya mereka malah menyenangkan.


Pak wisnu pun pergi dari ruangan Fajar dan Fajarpun kembali ke meja kerjanya, dia tetap tersenyum mengingat pembicaraan dia dan papahnya tadi. Fajar pun kembali fokus dengan pekerjaannya, dia mencoba menyelesaikan nya lebih cepat, dia ingin segera menjemput istrinya. Hatinya sudah sangat merindukan istrinya walau baru 2 harus tidak berjumpa.


Jam 3 sore Fajar pulang lebih cepat lalu dia menelpon sopir perusahaan untuk mengantarnya ke Bandung, ke rumah mertuanya. Fajar sunggu tidak sabar ingin bertemu istrinya walau hari ini sedang hujan deras.


Mobilpun dilajukan dengan hati-hati, karena jalanan begitu licin dan jarak pandang sedikit terganggu. Beberapa jam perjalanan sudah memasuki wilayah bandung, namun tiba-tiba di perempatan lampu merah ada mobil yang melanggar lampu merah dengan kecepatan tinggi dan tanpa sengaja menabrak bagian samping kiri mobil yang di tumpangi Fajar hingga terdorong beberapa meter dari tempatnya.


Beberapa orang yang berada di lokasi mendekati dua mobil yang kecelakaan itu, seseorang berinisiatif menelpon polisi dan ambulance bahwa ada kecelakaan di sana. Warga lain mencoba mengeluarkan penumpang yang ada di mobil.


Seorang supir dari mobil yang melanggar lalu lintas itu terlihat mengerang kesakitan karena kakinya terjepit. Supir perusahaan Fajar hanya mengalami luka riangan di kepala karena terbentur kaca pintu mobil dan dia keluar dari mobil sendiri lalu di bantu warga. Sedangkan di bangku belakang, Fajar terlihat tak sadarkan diri dan ada beberapa luka di tubuh dan kepala Fajar. Warga pun segera menolong dan membopong tubuh Fajar ke pinggir jalan.


Tak berapa lama mobil polisi dan ambulance tiba di sana dan membawa para korban ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


__ADS_2