Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Manja 2


__ADS_3

Pulang bekerja Fitri meminta ijin untuk pergi ke rumah Ria bersama Syifa. Mereka hanya ingin berkumpul seperti biasanya sekalian membantu persiapan pernikahan Ria, salah satunya tentang design undangan.


Ria, Fitri dan Syifa berangkat pulang dengan mobil yang di kendarai Ria. Di pinggir jalan Fitri melihat tukang rujak beubeuk, yang membuatnya ngiler. Fitri meminta Ria untuk berhenti sebentar untuk membeli rujak tersebut, kebetulan Syifa pun mau karena ia memang sedang ngidam. Sedangkan Ria tak membeli karena memang ia tak ingin makan rujak.


"Seger nih kayaknya, udah pengen makan aja tapi ntar aja deh kalau udah nyampe" gumam Fitri melihat bungkusan di tangannya.


Ria pun kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya. Setelah sampai, Ria mempersilahkan mereka masuk. Mereka duduk lesehan di depan TV. Ria menuju kamarnya untuk mengambil beberapa contoh undangan, lalu membawanya ke ruang TV untuk di perlihatkan kepada Syifa dan Fitri.


"Guys, kira-kira menurut kalian yang mana yang bagus" Ria menunjukan 5 design undangan ke mereka.


"Menurutku yang ini deh, lebih elegan" Fitri menunjuk undangan yang berwarna krem dengan ukiran bunga berwarna emas.


"Gak deh, biar lebih berani mending yang ini" Syifa memilih warna merah dengan ukiran bunga warna emas dan ikatan pita emas.


"Kalau yang lainnya gimana?" tanya Ria dengan 3 design undangan yang lainnya.


"Kayaknya gak deh, pilih aja salah satu dari yang kita pilih" Ucap Fitri dan Syifa pun setuju.


"Yaudah, aku pilih yang Syifa tunjuk" Ria memutuskan pilihannya pada undangan warna merah yang di pilih Syifa.


Mereka semua pun setuju. Syifa dan Fitri asik memakan rujak yang mereka beli tadi. Cukup lama mereka berbincang-bincang bercanda bersama. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 8 malam.


Fitri dan Syifa menelpon suaminya untuk di jemput di Rumah Ria. Lima belas menit berlalu akhirnya Andi datang menjemput Syifa, memang jarak rumah Syifa dan Ria tidak begitu jauh. Syifa pun pamit pulang kepada kedua sahabatnya tersebut.


Selang 30 menit Fajar baru datang menjemput Fitri dan Fitri pun pamit kepada Ria.


Di mobil Fitri cemberut, membuat Fajar bingung karena istrinya diam saja.


"Kenapa sayang?" tanya Fajar dengan lembut.


"Mas lama banget sih jemput nya" gerutu Fitri menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


"Lah kan memang jarak kantor ke rumah Ria lumayan jauh, mas kan dari kantor karena lembur" jelas Fajar pada istrinya.


Selama perjalanan Fitri hanya diam saja tak bersuara, Fajar sesekali melirik Fitri sambil menyetir.

__ADS_1


Tibalah mereka di rumahnya, Fajar turun dari mobilnya lalu membuka pintu sebelah Fitri.


"Gendong" manja Fitri sambil merentangkan tangannya kepada suaminya.


"Kamu ini yah ngegemesin, masuk rumah aja minta gendong segala" Fajar mengangkat tubuh istrinya dalam pangkuannya lalu membawanya masuk kerumahnya.


Bi Minah yang melihat Fitri di gendong suaminya cukup terkejut lalu bertanya pada Fajar.


"Non Fitri kenapa den? Sakit?" tanya bi Minah khawatir.


Fajar hanya tersenyum lalu menjawab "Gak apa-apa bi, Fitri cuma lagi manja aja pengen di gendong", Fitri hanya tersenyum ke arah bi Minah dan Bi Minah pun tersenyum ke arah majikannya.


"Iri banget sama pasangan muda jaman sekarang, waktu bibi masih muda boro-boro di gendong kayak gitu sama suami, minta pijit aja ogah-ogahan" batin bi Minah sambil terkekeh.


Sesampainya di kamar Fajar menurunkan Fitri di atas tempat tidur, tapi tangan Fitri masih mengalung di leher suaminya tanpa mau melepasnya.


"Fit, ini udah sampai sayang. Lepasin dong tanganmu" pinta Fajar yang bingung akan tingkah istrinya.


"Gak mau, sebelum mas cium aku" rengek Fitri sambil memonyongkan bibirnya.


Fitri pun hendak melepaskan tangannya yang mengalung di leher suaminya, namun sekejap Fajar mendorong tubuh istrinya hingga terlentang membuat Fitri tersentak kaget.


"Inget yah kamu yang mulai, kamu yang membangkitkan naga yang lagi tidur, kalau udah begini aku gak bisa berhenti begitu aja" Fajar langsung menyerang bibir Fitri dengan sangat liar mulai menjamah seluruh tubuh istrinya.


Pergumulan merekapun bertambah panas, Fitri sampai kewalahan menerima serangan dari suaminya. Kegiatan itu pun terus berlanjut cukup lama, saling menikmati keindahan malam yang panjang.


__________


Fitri masih tertidur di tempat tidur karena memang cukup lelah dengan kegiatannya semalam. Sementara Fajar sedang memotong buah pear dan apple serta jus alpukat untuk di bawanya ke kamar.


Bi Minah yang ada disana hanya bisa melihat majikannya melakukan itu sendiri karena Fajar sudah melarangnya membantunya. Ia ingin melakukannya sendiri untuk istrinya.


Akhirnya Fajar oun selesai membuat semuanya lalu beranjak dan berjalan menuju ke kamarnya. Di sana Fitri masih saja nyaman dalam tidurnya. Fajar menghampirinya lalu mencium kening istrinya lembut.


"Bangun sayang, sudah siang. Sayang, ini mas bawakan potongan buah dan jus alpukat" bisik Fajar di telinga istrinya. Namun Fitri masih saja terdiam.

__ADS_1


Sekali lagi Fajar mengecup kening istrinya dan membisikkan kata-kata yang sama, lagi-lagi Fitri tidak bergeming. Fajar memikirkan apa yang bisa membuatnya terbangun tanpa membuatnya terkejut.


Akhirnya ia punya ide, walau sedikit nakal tapi mungkin ini bisa membuat istrinya bangun tanpa terkejut.


Fajar mengecup bibir istrinya lembut, ia terus melakukannya sambil terus menggerakkan bibirnya sesekali memainkan lidahnya di bibir Fitri. Merasakan itu, Fitri perlahan membuka matanya ia menatap suaminya yang sedang asik mempermainkan bibirnya.


Fajar yang menyadari istrinya telah bangun ia langsung menghentikan kegiatannya lalu tersenyum cerah kepada istrinya.


"Pagi sayang" senyum manis menghias wajah tampan Fajar.


"Pagi... Hhhoooaammm" Fitri menguap sambil meregangkan tubuhnya lalu ia bangun dan duduk di atas ranjang.


"Ini sayang, makan ini" Fajar menyerahkan piring buah yang di bawanya. Namun Fitri tak menerimanya begitu saja.


"Suapin" manjanya sambil membuka mulutnya. Fajarpun tersenyum melihat tingkah manja istrinya. Ia pun menuruti apa yang istrinya mau, ia menyuapi istrinya dengan senang.


Terus saja dengan telaten Fajar menyuapi Fitri hingga buah yang di piring tinggal setengah. Fajar menyerahkan gelas yang berisi jus alpokat itu lagi-lagi Fitri tak mengambilkan, Fajar menyodorkan gelasnya lalu Fitri menyedot jus alpukat itu dari sedotannya tanpa memegang gelasnya.


"Beberapa ini sepertinya mas lagi punya bayi gede nih, manja banget" Fajar mencubit gemas hidung istrinya.


"Kenapa? mas gak suka?" Fitri mengerucutkan bibirnya hingga 5 cm.


"Duh.. duh... sayangku ngambek nih. Gak lah sayang, mas malah senang kamu manja kayak gini. Tapi terasa gak seperti biasanya saja" balas Fajar.


"Mas, sekarang aku malas kerja dan mas juga jangan kerja yah. Yah..." pinta Fitri dengan wajah memelas.


"Iya sayang... Aku gak akan kerja" Fajar memeluk tubuh Fitri dengan erat lalu mencium kening istrinya.


"Eh kok bau yah, mandi gih." Fajar pura-pura menutup hidungnya.


"Masa sih mas, yasudah aku mandi dulu" Fitri pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Fajar menatapnya dengan senyuman.


****


Selalu dukung Author dengan like dan Vote yah. Jika ada Kritik dan saran, silahkan di tulis di kolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih 😊😊😊


__ADS_2