Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Bagaimana rasanya?


__ADS_3

Fitri, Ria dan Syifa sedang berada di Cafe untuk sekedar kumpul-kumpul ala perempuan.


"Fa, gimana rasanya setelah menikah" tanya Fitri.


"Yah Gitu deh, kan nikahnya juga baru 5 hari" jawab Syifa sekenanya.


"Cerita-cerita dong sama kita, apalagi aku pengen tahu gimana kehidupan pernikahan, buat pelajaran kalau nanti nikah" ucap Ria penasaran.


"Yah gitu aja, gak ada apa-apa" ucap Syifa santai.


"Tapi kamu udah 'itu' kan" ucap Fitri menyipitkan matanya.


Syifa hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa!!!" teriak Ria dan Fitri.


"Serius lo, belum 'itu'? " tanya Ria sambil melakukan isyarat dengan menyatukan kedua telunjuknya.


"Terus selama ini kalian ngapain aja? main gaple" tanya Fitri heran sambil terkekeh.


"Yah tidur, gak ngapa-ngapain" ucap Syifa polos.


"Serius, Ciuman?" tanya Ria masih gak percaya.

__ADS_1


Syifa hanya menggelengkan kepalanya. Fitri dan Ria heran, kok bisa yah kayak gitu. Emangnya suami istri tidur berdua gak ada hasrat buat kaya gitu?, yah walaupun Syifa belum mencintai pak Andi tapi kan Andi menyukai Syifa. Apa tak ada paksaan Andi untuk meminta haknya?. Karena Andi orang yang terlaku baik.


"Sebenarnya aku masih takut melakukan itu dan juga pak Andi tak memakasa untuk meminta haknya" jujur Syifa.


"Yah sebagai seorang istri kita wajib melayani suami termasuk di ranjang, mungkin pak Andi melihat kamu selalu gelisah hingga dia gak tega memintanya padamu" ucap Fitri memberikan nasihatnya.


"Bener tuh kata Fitri" ucap Ria setuju.


"Kalau boleh tahu, rasanya melakukan 'itu' gimana? yang aku tahu katanya sakit?" tanya Syifa ingin tahu.


"Sakit, mungkin. Memang sih bisa jadi, dulu aku juga ngerasain. Tapi langsung lupa sih" ucap Fitri tak jelas.


"Ambigu banget sih jawabnya" gerutu Syifa.


Mereka pun asyik mengobrol bersama saling terbuka satu sama lain.


*Malam hari


Fitri dan Fajar sedang makan malam di rumah, Bi minah melayani mereka menyiapkan makanan di meja. Fitri dan Fajar mengobrol sambil menikmati makanannya.


"Syifa aneh deh, masa udah nikah 5 hari belum ngapa-ngapain" ucap Fitri pada suaminya.


"Masa sih, tapi kan waktu kita nikah juga gak langsung lakuin, banyak halangannya" ucap Fajar mengingat masa awal nenikah.

__ADS_1


"Iya sih mas, tapi kita bukan gak mau ngelakuin tapi emang selalu ada halangan lagian kan untuk ciuman kita lakuin, sementara Syifa tidak. Yah memang yang aku tahu Syifa belum mencintai pak Andi, katanya juga pak Andi gak memaksa meminta haknya" ucap Fitri heran.


"Kalian bertiga cerita sampai hal pribadi kayak gitu, awas yah kamu cerita tentang masalah pribadi kita" ucap Fajar mengingatkan istrinya.


"Yah gak lah mas, kami cerita cuma kalau lagi ada masalah yang perlu masukan satu sama lain" ucap Fitri menyanggah perkataan suaminya.


"Aku cuma gak mau aja masalah pribadi di umbar-umbar ke orang lain" ucap Fajar.


"Siap tak akan pernah mas" janji Fitri.


Ditempat lain, Ria sedang telponan dengan Bima dan menceritakan hal yang sama. Yah respon dari Bima juga biasa aja, kanyanya mungkin belum siap, mungkin karena belum mencintai. Hingga Ria menanyakan hal yang ingin sekali dia tanyakan.


"Bim, kita udah pacaran kurang lebih satu tahun, kamu gak ada niatan buat nikahin aku" tanya Ria.


"Yah sebenernya aku juga ingin banget nikahin kamu, tapi cari waktu yang tepat sayang" ucap Bima di sebrang telpon.


"Selalu saja jawabannya kayak gitu, seperti nya kamu belum yakin mau nikahin aku kan" ucap Ria kecewa.


" Gak kok sayang, aku beneran serius sama kamu, secepatnya aku melamarmu. Aku janji" ucap Bima meyakinkan.


"Iya aku percaya, yaudah udah malam. Aku mau tidur. I love you" ucap Fitri dengan kecupan jauh.


"Love you too" jawab Bima di balik telpon.

__ADS_1


Memang Ria ingin sekali meresmikan hubungan mereka ke arah yang lebih serius, karena memang usianya sudah cukup untuk menikah. Sementara Bima masih terlihat santai-santai saja dengan hubungan mereka yang hanya jalan di tempat.


__ADS_2