Terselip Didua Hati

Terselip Didua Hati
40. Maafkan Aku


__ADS_3

Jeff tersadar dari tidurnya saat ia merasa ada yang bergerak ditangannya. Rupanya jari Rindu yang sedang berusaha untuk bergerak.


"Kamu udah bangun? Gimana, apa ada yang sakit?" Jeff melirik jam tangan setelah menatap istrinya sejenak.


Masih jam enam.


"Nggak ada. Aku mau pulang." Rindu berupaya untuk duduk.


"Jangan dulu, kamu masih lemas. Kata dokter kamu harus istirahat dulu di sini."


"Stop kasih perhatian ke aku, Mas. Aku dulu memang menginginkan itu, tapi nggak untuk sekarang!"


Jeff terdiam. Ia sadar dan merasa pantas dipersalahkan dalam hal ini. Ingin ia jelaskan duduk persoalan kenapa ia bisa menikahi Ratu diam-diam, tapi ia takut jika ini menyakiti istrinya lebih dalam.


Takut menyakiti? Sejak kapan Jeff punya pemikiran begitu? Pria itu benar-benar bingung dengan perasaan dan pikirannya kali ini.


Hening. Hanya terdengar suara dentingan jam yang berlalu dan membawa ke waktu dan hari yang baru. Di saat keheningan sedang merajai ruangan tersebut, Pak Jo dan Bu Merlin datang bersama dengan Jeon pula.


"Rindu, gimana keadaan kamu? Apa sudah lebih baik?" Bu Merlin yang merasa bersalah dan berdosa dengan tingkah anaknya seketika berhambur menghampiri menantunya.


"Iya Ma, aku nggak apa-apa kok. Kalian nggak usah khawatir."

__ADS_1


Pak Jo membaca raut wajah Rindu yang banyak beban. Beliau merasa sangat tidak berarti dan tidak berguna menjadi seorang kepala rumah tangga. Beliau merasa gagal menjadi seorang Ayah.


"Papa sudah tidak akan meminta atau memutuskan sesuatu. Semua keputusan akan Papa serahkan sama Rindu. Karena dia di sini yang paling tersakiti. Apa pun keputusan Rindu akan Papa dukung."


Jujur saja Pak Jo selain dilanda rasa kekecewaan yang berat, beliau juga merasa malu pada besannya. Bagaimana cara menjelaskan beliau nanti pada mereka dan akan diletakkan di mana wajahnya dan juga harga dirinya. Entahlah, beliau sudah tidak sanggup lagi untuk memikirkan permasalahan yang pelik ini.


"Jangan pikirkan apa pun lagi selain kesehatanmu, Nak," ujar Bu Merlin yang tak mampu melihat Rindu kembali berkaca-kaca.


Dan akhirnya hubungan Jeff dan Rindu menggantung hingga satu minggu kemudian. Tinggal berada di dalam satu atap yang sama, namun sama sekali tidak ada interaksi di antara mereka. Bahkan semua orang juga tidak tegur sapa dengan Jeff. Mereka semua menganggap pria itu tidak ada di rumah besar Pak Jo. Pria yang berstatus kepala rumah tangga itu sudah berkali-kali mengatakan untuk meminta Jeff pergi dari rumah itu, namun Jeff seolah bertingkah membandel dengan tidak mendengar pengusiran itu. Hingga akhirnya, Pak Jo lelah dan mengusir secara pelan-pelan dengan menganggap anaknya itu tidak ada.


Selama itu juga, Jeff tidak pernah menyerah untuk mendapatkan perhatian lagi dari istrinya. Meskipun ia diabaikan dan dianggap tidak ada, ia tidak lelah untuk kembali mendapatkan perlakuan seperti dahulu.


"Sudah cukup, Jeff. Aku bertahan di sini untuk keluargamu dan juga keluargaku, jadi tolong hargai aku di sini. Aku dan kamu sudah menjadi orang lain sejak di hari kamu menikah sama Ratu. Kalau kamu nggak mau pergi dari rumah ini, biar aku yang pergi," ujar Rindu di suatu malam. Ia berujar seraya mengemasi pakaiannya.


"Tidak usah sok peduli sama aku! Kamu itu siapa? Bukannya ini yang kamu inginkan? Kamu ingin aku pergi dari kehidupanmu, lalu kamu menikah dengan Ratu, dan sekarang kamu sudah mendapatkannya. Lalu kenapa kamu menahan aku?" Rindu bicara sedikit membentak.


"Rin."


"Kamu dengar aku, ya Jeff! Sudah tidak ada lagi kesempatan buat kamu, apa yang aku berikan dulu semuanya sudah hilang, semuanya sudah berlalu, lagi pula tidak ada cinta diantara kita, sejauh ini hanya aku yang berusaha untuk menjadi istri yang baik, tapi kamu nggak. Di luar sana ada yang lebih butuh kamu daripada aku."


Melihat kemarahan dan juga kesedihan yang bercampur menjadi satu di wajah Rindu membuat Jeff merasa harus pergi dari rumah itu. Ia sudah menyerah dengan usahanya. Sama seperti Rindu yang juga sudah menyerah dengan usahanya untuk mendapatkan hatinya.

__ADS_1


Jeff memberanikan untuk menyentuh pergelangan tangan wanita yang masih menjadi istrinya itu.


"Oke, aku akan pergi. Sudah, hentikan apa yang kamu lakukan!"


Jeff lalu dengan gerakan pelan dan seakan berat mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Jika dipikir-pikir apa yang dikatakan Rindu tadi ini adalah hal yang yang benar. Pergi dari rumah dan hidup bersama dengan Ratu. Ini adalah impiannya dari dulu, tapi kenapa sekarang setelah semuanya terjadi, ia justru berat untuk menjalani apa yang ia inginkan dan impikan.


Rindu yang melihat pergerakan Jeff sangat lambat seketika membantunya untuk mengemasi pakaiannya dengan gerakan tergesa-gesa. Jeff hanya menatap nanar apa yang dilakukan istrinya itu. Ada sedikit kesedihan di hari Jeff, karena sangat terlihat bahwa Rindu sangat menginginkan kepergiannya dari rumah orang tuanya sendiri.


"Sudah selesai, silakan pergi!" kata Rindu membuang muka dan menata balkon. Ia menyembunyikan matanya yang sedang berkaca-kaca.


Jeff yang berada di belakangnya tiba-tiba melingkarkan tangannya di sepanjang perut wanita itu. Memajukan kepalanya agar sejajar dengan Rindu dan berucap,


"Aku minta maaf, mungkin tidak ada yang bisa diperbaiki dari ucapanku ini. Satu yang harus kamu tahu Rin, aku sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi. Aku tidak tahu apa yang membuatku merasakan hal itu, tapi jujur saja aku..."


Belum selesai Jeff melanjutkan kalimatnya, Rindu sudah berbalik dan mendorong pria itu dengan keras hingga keluar kamar. Air mata yang ia sembunyikan seketika luruh sudah.


Jeff yang mendapatkan dorongan mendadak tentu saja hanya bisa menerima perlakuan istrinya dengan diam. Ia sempat melihat mata Rindu yang berair dan menjatuhkan butiran bening itu. Entah dorongan dari mana, refleks saja ia menjatuhkan tubuhnya di hadapan wanita itu.


"Tolong katakan apa yang harus aku lakukan supaya kamu maafin aku."


"Tidak ada! Tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan maaf dariku. Kalaupun iya aku sudah memaafkan kamu, semuanya tidak bisa seperti dulu. Tidak ada yang bisa dipertahankan dari pernikahan kita. Kamu sudah memiliki istri lain, bahkan aku yakin kamu akan menjadi sosok ayah dari istri keduamu itu. Atau jangan-jangan emang sekarang Ratu sedang hamil anakmu, lalu kamu nikahi dia. Jadi tolong, jangan buang waktumu untuk mendapatkan apa pun dariku! Pergi sekarang!"

__ADS_1


Merasa tidak bisa mendapatkan apa yang ia mau, Jeff akhirnya bangkit dengan lemas dan berjalan meninggalkan kamar.


Rindu menutup pintunya dengan keras setelah Jeff kepergian pria itu. Dan seperti biasa wanita itu akan menghabiskan sepanjang malam dengan menangis.


__ADS_2