
Pagi itu Jeff merasa berbeda, menyambut hari dan matahari di tempat yang berbeda membuat ia merasa ada sesuatu yang salah.
"Apa yang kamu pikirkan Jeff? bukankah ini yang kita inginkan? Ketakutanmu selama ini tidak terjadi, kan? Kamu masih bisa mendapatkan apa yang kamu mau meskipun kamu menikah denganku. Kalau tahu begini sudah kita lakukan dari dulu." Ratu menggelayut manja di lengan suaminya itu.
"Lepaskan, Rat. Aku harus ke kantor." Jeff memindahkan tangan istrinya itu ke tempat lain dan beranjak dari tempat tidur.
"Jangan ke kantor dulu, kamu harus anterin aku periksa!"
"Iya, aku akan mandi di bawah. Kamu mandi di kamar." Tidak ada semangat apa pun dari Jeff. Ia melakukan itu dengan malas dan seakan tidak punya gairah untuk bernafas.
Apa yang dilakukan Ratu sekarang adalah apa yang dilakukan Rindu dahulu. Wanita itu sekarang nampak lebih agresif dari sebelum mereka menikah. Di sepanjang jalan koridor rumah sakit, Ratu terus-menerus mencari dan meminta perhatian dari suaminya itu. Wanita itu sangat berbeda dari sebelum menikah. Jika dulunya ia bersikap tegas dan tidak mau mengalah, saat hamil yang terjadi justru sebaliknya. Entah karena pengaruh hormon atau karena memang ada hal lain tak ada yang tahu.
Langkah yang semula lancar tak ada hambatan, seketika terhenti tatkala Jeff berpapasan dengan kedua mertuanya. Mereka semua mematung di tempat. Hingga sebuah suara dari Ibu Rindu membuat Jeff sedikit tersentak.
"Jeff." Hanya itu yang keluar dari mulut Ibu mertuanya. Pandangannya seakan memancarkan kebingungan dan heran. Bagaimana bisa menantunya itu bergandengan tangan dengan seorang wanita yang sedang hamil dan wanita itu bukan anaknya.
Jeff dengan segera melepaskan pagutan tangan mereka. Wajahnya mendadak kaku dan ia seakan bisu tiba-tiba.
"Dia siapa?" Ayah Rindu yang bertanya.
"Istrinya." Ratu menjawab tanpa dosa.
Entah terbuat dari apa hati wanita itu, ia sama sekali tidak memperhatikan atau mempedulikan perasaan orang lain. Meskipun orang itu bukan orang yang ia kenal.
"Gimana maksudnya? Jeff bicaralah!" Ayah Rindu masih belum mengerti. Wajar saja jika mereka belum mengerti, karena mereka sama sekali tidak tahu keadaan rumah tangga anaknya.
"Ma, Pa. Ini tidak seperti yang kalian lihat. Aku bisa jelaskan."
__ADS_1
Mendengar Jeff memanggil kedua orang tua itu dengan sebutan Mama dan Papa membuat Ratu sadar, bahwa mereka adalah mertua suaminya. Bukannya berusaha membantu suaminya untuk menyembunyikan status mereka, wanita itu justru membuat semuanya semakin kacau dengan mengulangi lagi kalimat yang tadi sempat ia ucapkan bahkan diperjelas.
Tidak ada respon lain dari kedua orang tua Rindu selain teranganga dan seperti linglung. Mereka tidak tahu harus merespon bagaimana selain terdiam.
"Ma, Pa. Aku..."
Belum selesai mengucapkan kalimatnya, Ayah mertuanya sudah merasakan sakit di dadanya. Semua orang seketika panik kecuali Ratu.
"Dokter tolong, Dok!" Jeff sedikit berteriak. Sementara Ibu Rindu hanya panik dan terus menangis.
Tak berselang lama dari teriakan Jeff, petugas medis datang dengan ranjang dorong mereka.
"Jangan sentuh suami saya!" sentak Ibu Rindu marah. "Pembicaraan kita belum selesai Jeff, kalau sampai terjadi apa-apa dengan suami saya. Kamu adalah satu-satunya orang yang saya salahkan."
Jeff hanya mampu terdiam, ia mengarahkan pandangannya pada istrinya setelah kepergian kedua mertuanya.
"Jeff, apa yang kamu lakukan? Berjalanlah dengan pelan, kamu membuat perutku sakit."
Jeff tidak peduli dengan teriakan istrinya. Ia terus berjalan dengan langkah lebar dan cepat, seakan ia menulikan indra pendengarannya dari teriakan sang istri.
"Jeff lepas! Jangan berani kasar kamu sama aku!" Ratu membentak saat sampai di parkiran, dengan keras dan kencang ia menarik tangannya agar terlepas dari cengkraman suaminya.
"Aku tidak akan kasar kalau kamu tidak berulah. Maksudnya apa kamu bilang kayak gitu sama orang tuanya Rindu? Kamu sadar nggak, apa yang kamu lakukan itu justru memperkeruh suasana."
"Ya terus kenapa kalau mereka tahu? Tujuan kamu selama ini hanya menikah sama aku. Selesai, kan? Sejak kapan kamu peduli sama orang lain? Tujuanmu satu-satunya menikah dengan aku dan sekarang sudah terlaksana, meskipun masih siri. Terus apa masalahnya kalau orang tua Rindu tahu kalau kamu sudah memperistri wanita lain? Bukankah itu mempermudah kalian untuk bercerai? Lalu kamu menikahi aku secara negara dan kita hidup bahagia. Udah, kan itu aja?"
"Memang nggak ada gunanya bertengkar sama kamu, Rat. Sekarang kita pulang."
__ADS_1
"Nggak mau, aku belum periksa."
Tidak ada lagi jawaban dari mulut Jeff. Ia segera mengambil ponsel dan melakukan sesuatu di sana. Sejurus kemudian, wanita itu ia seret ke halaman rumah sakit dan membawanya ke pinggir jalan. Ratu terus bertanya apa yang akan dilakukan oleh pria itu, namun Jeff membungkam mulutnya rapat-rapat.
Beberapa detik di pinggir jalan, akhirnya taksi yang dipesan oleh Jeff datang. Ia memaksa memasuk istri sirinya itu ke dalam taksi. Seberapa kuat menolak dan memberontak untuk masuk ke dalam taksi, wanita itu akhirnya tetap masuk juga karena tenaganya yang kalah dengan suaminya.
"Antarkan sesuai aplikasi, ya Pak." Jeff segera berlalu dan kembali ke rumah sakit setelah memberi pesan pada supir taksi itu.
Meskipun mendapat pengusiran dari Ibu mertuanya, ia akan tetap berada di sana.
"Ma, bagaimana..."
"Kenapa kamu kembali ke sini? Tidak ada yang memintamu untuk ke sini, pergi kamu dari hadapan saya! Jangan panggil saya mama, saya bukan mamamu!"
"Ma."
"Saya tidak peduli dengan alasan kamu menikahi wanita lain ketika kamu memiliki istri. Kembalikan Rindu pada saya sekarang juga!" Ibu Rindu sudah tak menangis seperti tadi, bahkan beliau sama sekali tak mengeluarkan air mata lagi. Justru sekarang beliau sangat tegas dan berani. Hal inilah yang diturunkan pada Rindu. Menunjukkan keberanian dan kuat di depan orang. Namun, sering menangis saat sendirian.
"Pergi kamu dari hadapan saya!"
Ibu Rindu lalu beranjak pergi dari sudut semula dan melipir ke sudut lain selagi menunggu suaminya diperiksa dokter. Sementara Jeff tetap berada di tempatnya, ia tidak ingin beranjak kemana pun.
Tidak berselang lama kedua kakak Rindu datang dengan keluarganya masing-masing. Entah kapan Ibu mertuanya itu menghubungi anaknya yang lain. Jeff berpikir dalam hati, kenapa mereka begitu cepat sampai di rumah sakit?
"Ma gimana Papa?"
"Bagus, kalian sudah sampai dengan cepat. Mama mau ke rumah Pak Jo dulu. Ada urusan yang harus diselesaikan sekarang juga. Kalian jaga Papa baik-baik. Kalau Papa sudah boleh dijenguk jangan sampai orang ini melihat keadaan Papa."
__ADS_1
Tanpa memberikan kesempatan pada anaknya untuk bertanya, Ibu Rindu sudah pergi dengan langkah cepat. Semua anak-anaknya hanya saling tatap seakan menanyakan hal yang sama, sedetik kemudian mereka bersamaan menatap Jeff yang tertunduk lesu.