
Setelah adu mulut yang singkat itu, Bu Merlin meminta mereka untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi. Sementara Bu Merlin punya rencana yang tersembunyi untuk mengadukan ini pada suaminya. Dan mencari jalan keluar yang terbaik untuk keduanya.
Di kamar, bukan diskusi atau menjelaskan apa yang terjadi. Justru sepasang suami istri itu kembali bersitegang dibawah atap yang sama dan ruangan yang dingin, namun suasana terasa panas.
"Kau mengadu apa saja sama Jeon tadi?" Jeff bertanya dengan tatapan tajam.
"Memang dari yang Jeon katakan ke Mama tadi, kamu bisa ambil kesimpulan bahwa aku ngadu ke Jeon? Aku pikir kamu sudah cukup dewasa untuk mengerti apa yang dia jelaskan."
Rindu menjawab dengan santai seraya duduk di kursi meja rias dan menghapus make up nya. Hal itu membuat Jeff kesal karena merasa diabaikan. Ia pun menarik tangan Rindu agar menghadap padanya.
"Kau diajari tata krama untuk bicara dengan seseorang atau tidak? Apa kau pikir sopan bicara denganku tanpa menatap wajahku? Kenapa kau selalu membuatku marah?"
"Aku nggak buat kamu marah, kamu yang nggak bisa mengolah emosimu. Kamu yang kurang pandai."
Tangan Jeff yang tadinya masih berada di pergelangan tangan Rindu, segera ia pindahkan ke kedua pipi Rindu dan mencengkeramnya dengan kuat.
"Kau memang tidak bisa diberi perlakuan baik. Berpikirlah terlebih dahulu sebelum kau melakukan atau mengucapkan apa pun. Kau tahu? Apa yang kau lakukan ini membawa aku atau kau sendiri di dalam masalah besar." Cengkraman di pipi Rindu semakin ia kencangkan.
"Yang berada dalam masalah besar itu kamu, bukan aku. Lepaskan! Ini sakit." Rindu membuang kasar tangan Jeff dan itu membuatnya semakin murka.
Suasana semakin tegang dan memanas. Keduanya saling tatap dalam sama-sama tajam. Dari tatapan keduanya, mereka seakan mengibarkan bendera peperangan.
__ADS_1
Rindu tidak bermaksud untuk kurang ajar atau durhaka, tapi bukankah diam saja dan dipersalahkan atas perbuatan yang tak ia lakukan adalah sebuah kesalahan?
"Kau sumber masalahku. Aku tidak mau tahu, malam ini kau harus ikut aku dan minta maaf pada Ratu. Apa yang kau lakukan tadi sangat memalukan dan menunjukkan kau tidak berpendidikan. Lulusan luar negeri tapi otak dangkal."
"Aku apa kamu yang memalukan? Menjalin hubungan dengan seorang wanita sementara kamu punya istri, yang nggak berpendidikan siapa? Yang punya otak dangkal aku atau kamu? Tolong jangan bicarakan dirimu sendiri denganku. Kamu anggap aku lemah, kan? Kita lihat apa yang dilakukan wanita lemah saat dia, kamu tindas."
Rindu mengakhiri pertengkaran itu dengan mengundurkan diri dari hadapan Jeff. Ia masuk ke kamar mandi dan sialnya diikuti oleh Jeff. Pria itu mengunci pintu dari dalam.
Ya Tuhan, apa yang akan dia lakukan. Jangan-jangan, dia mau melakukan apa yang akan dilakukan oleh tokoh novel yang aku baca. Nggak-nggak, aku nggak mau di sentuh dalam keadaan dia marah.
"Mau apa? Apa yang membuat kamu mengikuti aku? Mau sesuatu?" Rindu memberanikan dirinya untuk membawa kakinya satu langkah maju.
"Apa kau berpikir aku menginginkan sesuatu? Iya, aku sedang menginginkan sesuatu dan aku harus mendapatkannya."
Di saat hening itulah, Jeff tiba-tiba merasakan dadanya yang berdetak lebih kencang. Nafas yang sebelumnya bergemuruh karena emosi, kini berubah menjadi entah bagaimana Jeff menjelaskannya. Masih sama bergemuruh, namun rasanya ada yang berbeda.
Jeff mendekatkan kepalanya ke wajah Rindu. Dan beberapa saat setelah itu, mata Rindu terbelalak lebar karena apa yang ia pikirkan ternyata benar-benar terjadi.
Jeff memberikan sentuhan yang cukup pelan di bibir wanita itu, Rindu Diam tidak menyambut ataupun tidak menolak, karena rasanya ia masih tenggelam dalam rasa keterkejutannya.
Namun, rasa terkejut itu tidak berlangsung lama karena ia merasakan cengkraman yang hebat di kedua lengannya. Lengan dress yang memiliki lubang di bagian lengan, mudah saja bagi Jeff untuk melukai kulit mulus itu dengan kedua tangannya yang besar dan kuku yang sedikit panjang.
__ADS_1
Rindu mendorong paksa dada Jeff ketika ia merasakan cengkeraman di lengannya semakin terasa perih. Setelah cengkraman itu terlepas, Rindu melihat kedua lengannya yang terluka dan mengeluarkan sedikit darah karena tekanan dari kuku suaminya.
"Apa kau menikmatinya? Bagaimana? Apa kau masih ingin melawanku? Jika iya, aku akan melakukan hal yang lebih dari ini. Kau tahu, kan? Seseorang menyatukan keringat itu tidak membutuhkan cinta. Hanya butuh nafsu saja, aku bisa melakukannya kalau kau tidak menuruti apa yang aku mau. Kalau kau masih berani bermain-main denganku maka bersiaplah. Kau akan menerima kejutan lebih dari ini."
Jeff lalu beringsut dari kamar mandi. Sebelum ia benar-benar membawa tubuhnya keluar, ia berpesan pada istrinya.
"Persiapan dirimu untuk nanti malam. Kita akan keluar dan menemui Ratu, kau harus minta maaf atau nanti malam akan berubah menjadi malam mencekam untukmu."
Tanpa mendegar jawaban dari istrinya, Jeff melanjutkan langkah untuk keluar kamar. Sementara Rindu masih berdiri mematung dengan guyuran air shower yang masih menyala.
Sudah tidak ada yang melihatnya, Rindu sendirian di dalam kamar mandi. Dan di saat itulah ia menjadi dirinya sendiri yang sebetulnya sangat rapuh. Ia melorotkan tubuhnya ke lantai. Ia jatuhkan air mata yang sejak tadi ia sembunyikan. Ia menangis dibawah air yang sudah membasahi seluruh tubuhnya. Pundaknya yang bergetar hebat dan tak terdengar menunjukkan bahwa ia menangis tersedu tanpa suara, dan itu sangat menyakitkan.
Hari sudah semakin sore, Rindu tidak memperdulikan perutnya yang terasa lapar. Entah berapa jam ia mengguyur tubuhnya di bawah aliran air. Rindu hanya memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya tadi pagi, hingga sekarang hari yang sudah mulai menyembunyikan sinar matahari, ia tidak memasukkan apa pun lagi ke dalam mulutnya.
Hingga akhirnya jam yang menunjukkan pukul lima sore, Jeff yang hendak mandi dikejutkan oleh Rindu yang tidak sadarkan diri dengan air yang rupanya masih mengalir.
Pria itu refleks berlari ke arah Rindu dan berusaha menyadarkannya.
"Bangun, Rindu! Jangan main-main denganku atau aku akan marah. Bangun! Astaga bagaimana ini? Orang-orang nggak boleh tahu."
Jeff mematikan shower dan segera mengangkat tubuh Rindu yang basah kuyup, ia letakkan tubuh yang sudah mendingin itu ke tempat tidur. Ia segera mengunci pintu dan
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku menyadarkan dia dalam keadaan basah kuyup seperti ini. Dia harus memakai baju yang kering dulu, tapi gimana caranya? Masa iya aku yang ganti bajunya?"