
Mereka yang asik mendirikan tenda sambil mengobrol tidak disangka jika makanan pun sudah disiapkan oleh Fira.
“Makan sudah siap,” kata Fira yang membawa nampan makanan. Hal itu membuat retra dan Leon juga merasa senang akhirnya waktu makan pun tiba, dan mereka pun sudah selesai mendirikan tenda hingga bisa makan bersama-sama di dalam tenda.
Setelah lelah bertarung mungkin hal yang paling menyenangkan adalah bisa makan dan mengisi tenaga kembali. ia juga tidak tahu ada halangan apa di depan jadi lebih baik mereka fokus dengan makanan yang dibuat oleh virus untuk bisa mengisi tenaga mereka.
Sama halnya dengan Pika yang langsung membuka bekalnya dia pun mengambil buah-buahan yang selama ini selalu cocok di perutnya untuk pengganti makanan, ia yang tidak bisa memakan makanan yang sama dengan para elf.
Selain perbedaan makanan, Pika belum menemukan perbeda lain antar dia dan elf, kecuali bentuk telinga mereka yang berbeda. Tapi semua itu hanyalah perbedaan kecil yang tidak terlihat jika tidak benar-benar diperhatikan, karena dari keseluruhan mereka hampir sama.
“Kalau kau mau boleh ambil,” kata Fira menawarkan makanan pada Pika.
Mendengar perdebatan tadi jelas membuat Vira juga merasa penasaran seberapa jauh piket tidak menyukai makanan bangsa efl.
Tapi terlihat jelas Pika memang tidak tertari dengan makanan itu, Vierra tahu jika mereka habis bertarung dan benar-benar kelelahan, untuk orang yang lapar pastilah akan memakan segala sesuatu yang ada di hadapannya. tapi memang Pika benar-benar tidak bisa memakan makanan itu dan terlihat jelas sikap ikan tidak tertarik dengan makanan tersebut meskipun kondisinya begitulah sudah dapat disimpulkan jika memang benar kabar tersebut jika kita tidak bisa makan makanan para elf.
“Tidak aku makan buah saja, Faras pernah membuatnya untukku, tapi sepertinya perutku memang tidak cocok dengan makan yang ada di sini. maafkan aku."
Pika benar-benar merasa bersalah karena iya jujur tidak bisa memakan makanan tersebut dan meminta maaf karena menolak tawaran dari Firra aku mah dia tidak merasa sombong sama sekali tapi dia benar-benar merasa bersalah karena menolak makanan tersebut hal itu adalah hal yang tidak biasa lagi makan makanan yang tidak disukai dia juga sudah mencoba untuk beberapa kali memakannya.
Tapi tetap saja ia memuntahkannya daripada dia terus memaksakan diri itu lebih baik menolak dari awal hal itu akan lebih membuatnya tenang daripada memaksakan diri.
Fira merupakan teman yang baik dan juga pengertian, selain sifatnya hampir mirip dengan paras yang begitu perhatian dan juga mengkhawatirkan dirinya membuat Pika juga kadang merasa tidak enak tapi mau bagaimana lagi dia memang benar-benar tidak bisa memakan makanan itu dan tidak bisa memaksakan dirinya yang mana nantinya bisa saja membuat yang lain juga malah terganggu.
__ADS_1
“Pasti suit bagimu,” kata Fira lagi merasa prihatin Nana bayar dijalani oleh Pika selama beberapa hari berada di dunia harus Dia belum makan makanan itu dan bahkan tidak bisa memakannya.
terlihat jelas Jika setiap hari dia hanya memakan buah, karena hanya itulah yang bisa dimakan olehnya yang mana membuat pita juga bisa bertahan hidup sampai sejauh itu.
Perjalanan Mereka pun masih sangat jauh dia juga menyimpan banyak buah-buahan sebagai pegal perjalanannya selain mereka juga menambah perbekalan dari setiap perjalanan karena akan melewati hutan, di situlah mereka mengambil perbekalan dan menambahnya. dan jika mereka melewati pertemuan warga mereka juga membeli beberapa perbekalan untuk perjalanan mereka.
Maka dari itu pun meskipun perjalanan jauh mereka tidak akan kehabisan bekal apalagi ada peta yang selalu menuntunnya hingga membuat mereka tahu kapan akan sampai di zona aman dan juga kapan akan sampai di rumah warga yang akan membantunya.
“Tidak masalah, aku sudah terbiasa an bisa mengatasina, awalnya memang sulit,” jawab Pika yang sudah terbiasa untuk memakan buah-buahan karena dia tidak terbiasa makan makanan yang ada di sana kecuali buah.
Hal itu tidak membuat kita merasa kesulitan tapi melihat Fira yang benar-benar begitu khawatir juga membuat Fika penjelasan pada Fira bahwa tidak perlu khawatirkan dirinya karena sudah terbiasa dengan hal itu Dan dia bakal bisa bertahan hidup sampai sekarang ini.
Tidak ada masalah dengan buah-buahan yang dikonsumsi oleh tiga, dan makanan tidak ingin membuat kesalahan dengan mencoba makanan yang ada di sana, karena hal itu bisa jawabannya mual. Maka dari itu dia tidak akan mengganggu teman-temannya saat sedang makan dan dia berusaha sebesar ini bisa ia makan sendiri.
Walaupun dia berusaha untuk memakannya walaupun penampilannya lebih menarik daripada buah. Tapi tetap saja perut kita tidak pernah mau menerima makan makanan tersebut hingga membuatnya benar-benar kesulitan sehari-hari.
Pika sudah pernah mencoba berkali-kali saat berada di rumah Faras, tapi hal itu tetap saja tidak berhasil hingga akhirnya ia memutuskan untuk memakan buah-buahan saja.
“Pantas saja, Retra sering memeik buah tak usangka unutk seseorang,” jelas Leon yang paham kali ini berbuat dia mengerti kenapa sering sekali mematikan buah-buahan ternyata dia mementingkan dia untuk seseorang.
Leon yang semakin paham hubungan antara keduanya begitu dekat hingga membuat dia pun mengerti jika orang yang telah terlihat tak memiliki perasaan kepada Pika dan hal tersebut pun tidak bisa dipungkiri atau ditutupinya karena terlihat jelas, dari sorot baterai juga perhatiannya sangat penting kepada peta siapapun yang melihatnya pasti akan tahu bagaimana perasaan Retra yang sebenarnya.
Jadi ia bisa tahu jika Retra mencari buah-buahan hanya untuk pita hanya bisa memakan buah dan tidak bisa memakan makanan yang lain hal itu jelas membuat tahu bulat tersebut ibadah Hal itu membuat hewan mengerti tentang perasaan Retra.
__ADS_1
“Jangan menyindirku,” kata Retra yang melakukan itu semua ternyata tanpa sepengetahuan dari kita padahal itu dilakukan atas dasar khawatir mengetahui jika tidak bisa memakan makanan apapun selain buah.
Jadi sudah jelas selama ini buah-buahan yang dimakan oleh Pika adalah buah yang dipetik oleh retra, dan hal itu jelas membuat Pika merasa terlalu karena temannya tersebut benar-benar begitu sangat perhatian bahkan tahu jika dia suka buah setiap hari pun dia mementingkan buatan dia tidak mengira sama sekali. Jika buah itu berasal dari netral Karena Dia mengira jika bau-bau itu berasal dari perkebunan.
Diketahui kedudukan para wisata yang menambah dihormati, jadi tidak akan kesulitan untuk mendapatkan buah-buahan tersebut tapi ternyata semua itu merupakan retra yang selama ini tidak pernah berhenti untuk memberikan bunga itu kepada paras walaupun mereka tidak tahu sama sekali tapi sekarang dia mulai paham dan mengetahuinya Kenapa di tempat Faras sebanyak sekali buah-buahan.
“Tapi beneran, aku memetiknya untuk Pika, apa Pika tahu setiap hari kau mencari buah untuk nya?" tanya Leon yang sadar dengan ekspresi Pikta yang sebenarnya tidak mengetahui jika selama ini telah yang telah mematikan buah-buahan untuknya.
Apalagi buah-buahan di sana bukan hal yang mudah didapat mereka harus melewati beberapa bagian terlebih dahulu hutan yang ada di pedalaman tersebut dimana menyimpan buah-buahan yang begitu manis selalu saja ada halangan dan rintangan yang harus mereka lewati dan tidak menyangka jika selama ini telah berkorban untuk Pika gimana Hal itu membuat Leon baru mengetahuinya dan dia pun segera memberitahukan kepada Pika.
Agar dia cepat sadar apa yang dilakukan oleh teras selama ini yang mencoba untuk melindunginya dan bahkan pada telah melakukan semua itu tanpa sepengetahuan dari Pika jelas benar-benar sebuah pengorbanan yang sangat luar biasa.
“Aku bilang diam,” kata Retra ya memang sudah di awal tidak ingin kembali topik apa yang ia lakukan, Dia benar-benar melakukannya dengan tulisan tidak ingin membuat bekal merasa kesulitan lalu terbebani dengan apa yang ia perjuangkan selama ini.
Cukup dia saja yang tahu bagaimana sulitnya untuk mendapatkan buah-buahan tersebut di mana buah-buahan itu memang diperlukan untuk Pika dan bukan untuk orang lain, karena Retra benar-benar tulus mencarikan sumpah itu untuk tidak dan ingin membantu kakaknya kalaupun dia tahu selama ini memang Pika, tidak bisa memakan makanan yang berasal dari dunia para elf kecuali buah-buahan.
Pengorbanan retra tidak mau agar Pika tahu, dan agar kita tidak terbebani dengan semua itu dan hal itu jelas hamba terhadap tidak memberitahukan secara langsung kepada Pika.
“Wah seorang Retra tersipu malu,” sindir Leon yang mengetahui ekspresi tersebut berlangsung bicara seperti itu hal itu jelas membuat pikasan dari pengorbanan retra selama ini kepadanya cukup banyak hal itu jelas membuat mereka juga makin merasa tidak enak karena dia tidak pernah melakukan apapun untuk Retra.
Retra yang makan benar-benar tulus kepadanya melakukan apapun untuknya dan mampu berkorban untuknya benar-benar membuat kita merasa selalu tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena Retra selama ini ternyata menutupi apa yang dia lakukan padanya.
Pika tak menyangka selama ini buah-buahan yang dimakan olehnya, semua merupakan hasil dari retrak dan Pika benar-benar merasa harus berterima kasih kepada orang karena sudah memperjuangkannya selama ini dan sampai sejauh ini bahkan dari makan dan juga tempat tinggal serta latihan juga semua Retra membantunya.
__ADS_1
“Mulutmu memang harus aku tutup paksa,” kata Retra yang tidak ingin melihat pikatan pribadi atas apa yang ia lakukan, Dia tidak ingin mendapat balasan apapun karena apa yang dilakukan adalah benar-benar tulus untuk Pika dan dia juga tidak ingin membuat Pika merasa terbebani dengan semua itu apalagi perjalanan mereka juga masih sangat jauh.