The Magical Elf

The Magical Elf
154


__ADS_3

Azam menghentikan mobilnya di sebuah restoran yang terlihat indah dengan lampu yang menghiasinya, aku benar-benar merasa sangat senang bisa berhenti di restoran.


"Kita makan dulu aku tahu kok tadi belum makan Maaf kalau aku sudah membuatmu menunggu," kata Azam membuatku tak mengerti kenapa dia jadi baik lagi padahal tadi dia seperti batu yang Bahkan tidak bisa dibujuk sama sekali dan tidak memperbolehkanku pulang kali ini dia berubah seperti malaikat yang baru saja mengatakan kata maaf.


"Baiklah tidak apa-apa lagi pula kita bisa pulang dan menyelesaikan semua ini kau tahu kan Bagaimana aku tadi sudah bisa bersabar menunggumu jadi tidak masalah," kataku saat itu pun sambil memesan beberapa makanan yang ada di daftar menu.


Lihat restoran mewah tersebut Banyak yang makan di sana dan suasananya juga begitu tenang mungkin karena sudah lapar aku pun berusaha bersabar untuk beberapa saat menunggu makanan itu terjadi.


"Kok bener-bener tidak marah kepadaku?" tanya sama saat itu yang seakan-akan menyuruhku dan mengharuskanku marah.


"Marah yang bagaimana apa aku diizinkan untuk marah sebenarnya dari tadi siang saya wanita itu datang aku pun sudah marah pada mas tapi mau bagaimana lagi jika berada di kantor dan tak mungkin marah-marah di sana Jadi aku saat itu memutuskan untuk keluar saja walaupun," aku benar-benar lagi jika dia merupakan klien dari perusahaan yang mana Bisa saja membuat perusahaan dalam bahaya.


Aku yang tidak tahu banyak tentang perusahaan berusaha untuk bisa memahami apa yang ada di perusahaan dan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan yang mana. Hal itu membuat kebenaran merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Azam mau.


Bagaimana lagi jika asam sudah berkata demikian yang lain itu membutuhkan harus berkata apa gimana dia mengatakan seperti itu dengan seandainya dan tidak merasakan masalah sama sekali padahal aku sudah merasa khawatir kepadanya dari tadi.


Apa yang merasa kesal sendiri dengan apa yang aku lakukan karena belum dikatakan oleh adzan di mana hal itu jelas membuatku pun benar-benar tak mengerti ketika dia melakukan hal seperti itu tahu jika selama ini aku pun tidak pernah berusaha untuk pemarah padanya dan membuatnya pun bisa berpikir seperti itu padahal aku selama ini berusaha lebih baik lagi dan tidak mengabaikannya.

__ADS_1


Tapi tetap saja hal itu susah menyesuaikan diri dengan orang yang belum kita kenal adalah hal yang benar-benar membuatku kerepotan Bagaimana bisa bersama dengan nasib di mana Aku pun tidak bisa melakukan yang terbaik dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengabaikan apapun yang sudah menjadi keputusannya.


Kehidupan ini memang benar-benar penuh misteri Aku pun tidak tahu kenapa bisa seperti ini berusaha dengan baik untuk tidak mengabaikan apapun dan bisa melakukan hal-hal di luar yang tidak aku inginkan walaupun meski aku merasa sakit hati tapi aku pun harus menahannya aku sendiri tidak tahu mau bagaimana lagi.


"Iya aku belum memberitahukannya jika kau merupakan istriku jadi hal itu membuatnya marah entah bagaimana Padahal kami sudah lama biar bisa Maaf sudah membuatmu jadi kebingungan seperti itu," Kata Azam minta maaf benar-benar seperti orang yang sedang bersalah sedangkan aku tak ingin mendengarkan itu semua di mana hal itu malah membuatku makin merasa tak berdaya melihat Apa yang dia lakukan makin merasa bersalah Padahal benar-benar aku yang harusnya marah.


"Aku juga tidak memaksa kamu untuk memberitahukan kepada semua orang jaga kepada setidaknya hargai aku sedikit saja di mana aku akan berhak untuk bisa mendapat pengakuan tapi jiwamu sendiri juga tidak mau. Ya tidak masalah denganku cukup menyelamatkan nama baikku kemarin saja sudah membuatku merasa tenang lain juga berterima kasih kepada suaminya aku tak bisa melakukan apa-apa tahu jika selama ini masih benar-benar sibuk," kataku lagi yang tak bisa berkata apa-apa karena memang hal itulah yang menjadi kewajibanku, untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh suami tapi jika dia memang melihat seperti itu karena aku tak bisa melakukan apapun Hanya bisa wassalam menyia-nyiakan semua pendapatnya.


Walaupun semakin sulit aku pun tidak bisa melakukan apa-apa berusaha sebisa mungkin untuk melakukan yang terbaik meski kau sendiri tak bisa.


Berusaha susah mengandung untuk tidak mengabaikan apapun yang menjadi kewajiban keluarga berusaha untuk tidak menyakiti hatinya dan berusaha untuk tidak mengabaikan apapun yang menjadi kewajiban yang selama ini aku hanya bisa melakukan apa yang bisa kulakukan l, yang tidak memberikan hal-hal buruk dan berusaha sesuai untuk tidak membuatnya merasa bersedia ataupun merasa kecewa karena rasa Terima kasihku selama ini.


Aku pun harus bisa membantunya dan tahu diri dimana tempatku tahu jika pekerjaan yang memang banyak dan tahu aku memang benar-benar tidak berhak untuk menuntut banyak hal lainnya karena dia yang sudah membantuku banyak berterima kasih kepadanya meski hal itu sakit sebagai seorang istri membuatku.


Paham bagaimana posisinya mungkin dia juga masih merasa tidak cocok denganku atau mungkin dia juga masih merasa tidak sesuai dengan informasi ingin untuk mencari tahu tentang aku juga.


Jadi memang belum ada pengakuan darinya dan belum ada perayaan darinya tentang pernikahan kami apalagi memberitahu kepada teman-temannya jika tidak aku yang datang ke kantornya mungkin dia juga tidak akan memberitahu kepada semua orang.

__ADS_1


Untuk dia sudah menikah entah alasan apa tapi aku juga tidak berhak untuk bertanya karena dia memiliki haknya sendiri sudah dibantu juga sudah terima kasih terima kasih juga masih menganggap orang lain.


Mungkin cerita darinya juga bukan cerita yang sebenarnya aku sendiri juga tidak bisa membaca pikirannya atau bisa mengerti Bagaimana keinginannya dan tak tahu kenapa dia selalu mulai dari aku bersama dengan orang lain padahal dia sendiri pun bisa.


Dengan agar bersama dengan wanita lain walaupun dia menjelaskannya dan meminta maaf kepada aku sama lagi apa semua itu sudah menyakiti aku hanya alasan sakit kesal tapi tak bisa mengungkapkannya langsung aku tahu jika aku hanya mengenal di sana.


Dan mungkin aku bisa menunjukkan perasaan itu gimana untuk memiliki tempat tinggal bagaimana nanti aku bilang kepada ibuku.


Padahal kita sendiri sedang sakit dan aku pun pasti tahu harus tinggal sendiri sebagai orang yang tak berdaya hanya hidup menumpang dan tak memiliki walaupun bisa aku lakukan hanya bisa menurutinya dan foto kerennya walaupun semua itu menyakitkan.


Makanan akhirnya pun datang dan terasa di meja makan berdasarkan harga saat makanan ada di hadapanku membuatku harus langsung memakannya tapi juga aku pun mengingat ada makanan ini lahannya seperti halnya orang kelaparan aku pun berusaha untuk bisa menahan diri dan makan dengan anggun layaknya orang-orang yang ada di sana restoran mahal tapi.


Mungkin aku tidak sebanding dengan asam dan tidak bisa menyesuaikan diri dengannya tapi mau bagaimana lagi itulah yang terjadi antara aku dan dia jadi aku pun harus berusaha sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik dan tidak mengabaikan apapun yang menjadi kewajibannya.


Selama ini tak tahu jika dia tidak bisa melakukan apa yang harus dilakukan melakukan hal yang tak mau dia lakukan yang mana hal itu jelas membuatku juga tidak bisa memilih karena apapun berusaha melakukan apa yang harus kita lakukan yang terbaik dan tidak menghargai.


Karena apapun yang menjadi keputusannya dan tidak melakukan hal-hal buruk hal itu juga harus menjadi orang yang tidak bisa melakukan apapun untuk kehidupannya sendiri mengabaikan-akan keinginan kamu merupakan yang tidak ingin aku lakukan.

__ADS_1


Membuatku tidak tahu harus bagaimana dan harus apa rasanya itu memang sudah menjadi kewajiban dan jika memang itu sudah menjadi hal yang harus aku lakukan itu benar-benar membuatku tersesat karena tidak bisa melakukannya dengan baik.


"Makanlah jika selesai makan kita akan pulang dan pasti kau sangat merasa lapar," kata Azam juga sepertinya sudah merasa lepas dari tadi berada di kantor entah apa yang membuatnya tersiksa dan tidak melakukan apapun Sampai jam kantor selesai padahal aku sudah meminta izin untuk pulang.


__ADS_2