The Magical Elf

The Magical Elf
Bertemu Para Elf


__ADS_3

“Apa yang sedang kau lihat?” tanya Faras memperhatikan Pika yang tidak konsentrasi dengan jalan yang sedang ia lewati.


Hal yang itu jelas membuat Faras bertanya dan penasaran sebenarnya apa yang sedang diperhatikan oleh Pika hingga ia tidak memperhatikan jalan. Padahal tadi Pika begitu serius dan bertanya tentang bangas Elf.


“Aku sedang memperhatikan Retra yang memakai pakaian berbeda,” jawab Pika memberi tahu Faras tentang apa yang ia lihat.


Rasa penasaran Pika yang membuatnya terus memandangi Retra, Retra yang terlihat gagah dan karena tentu menarik perhatian Pika.


Apalagi Pika yang meminta izin semalam pun masih membuat Pika merasa kagum, dia tapi jelas ya sadar dengan apa yang ia lakukan bahwa dia tidak boleh menyukai dan dia pun masih sadar akan hal itu hanya saja rasa ketertarikan siapa yang dia miliki tidak bisa dibohongi sama sekali dengan membuat Pika juga terus menatap Retra.


“Dia bertugas menjaga perbatasan malam ini, mereka memiliki jadwal untuk bertugas,” jawab Faras memberitahu Pika membuat Pika tahu jika mereka juga memiliki jadwal untuk bertugas menjaga perbatasan.


Pika sebenarnya sudah tolakan Hal itu pun makin merasa kagum dengan Retra dan dia benar-benar terlihat sangat bertanggung jawab. Maka dari itu sedari tadi Pika terus menatap retra dan tidak berkedip sama sekali memperhatikan dia dari jauh.


"Baru kali ini melihat dia bertugas," kata Pika saat itu yang terus menatap retra tanpa berkedip membuat Faras mengingatkan lagi apa yang pernah dia katakan pada Pika.


Pika yang masih mengingat jelas bahwa dia benar-benar begitu dekat dengan retra apalagi gelang yang diberikan oleh retra, membuat Pika juga memiliki ketertarikan dengannya. Walaupun sadar dia tidak boleh menyukainya tapi dia juga tidak bisa menahan perasaannya sendiri.


"Kau ingat apa yang pernah aku katakan kepadamu?" Faras memperingati Pika untuk tidak pernah menyukai Retra sama sekali karena dia memiliki dunia yang berbeda dan hal itu akan sangat berbahaya untuk Pika sendiri maka dari itu Faras selalu bilang demikian bukan karena tidak suka. Tapi demi keselamatan Pika.

__ADS_1


Itu jelas membuat Pika bersikap biasa-biasa saja meskipun dia merasa suka pada Retra apalagi para selalu saja memperingatinya untuk tidak menyukai Retra.


"Iya aku ingat kakak tidak perlu khawatir," jawab Pika harus sadar diri walaupun sebenarnya ia tertarik dengan Retra.


Tapi, jelas dia tidak bisa mengatakannya kepada Faras dan berusaha sebisa mungkin untuk bisa menutupi perasaannya, agar Faras tidak kecewa kepadanya.


"Bagus," kata Faras yang senang dengan jawab Pika, karena dia masih ingat nasehatnya.


Kalau sudah selesai sebaiknya kita ke tempat lain, karena Faras harus mengecek kondisi para Elf terlebih dahulu, apalagi setelah kejadian tempo hari yang jelas membuat Faras tidak tenang dan berusaha untuk bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik.


“Apa kau sudah siap?” tanya Faras pada Pika yang terlihat begitu bersemangat padahal hanya melihat para elf saja di sana.


“Sudah ayo, kita berangkat,” ajak Faras yang sudah lebih dulu berjalan membuat Pika mengikuti Faras.


Pika yang benar-benar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan para elf yang akan ia selamatkan tentunya jika ia berhasil menemukan batu sihir biru. Maka Pika benar-benar ingin mengetahui kondisi bangsa elf yang selama ini ia mendengar cerita tentang mereka tapi belum pernah bertemu secara langsung dengan mereka semua.


Akhirnya Faras dan Pika pagi itu berangkat bersama untuk menuju tempat para Elf berada, Pika yang berusaha ada di belakang Faras dengan memperhatikan lokasi sekitar karena ia yang baru pergi pun merasa benar-benar takjub dengan tempat itu.


“Wah ternyata mereka semua pekerjaan di sini?” tanya Pika yang takjub dengan mereka yang ada di sana. Belum juga berkenalan dengan mereka Pika sudah lebih dahulu takjub melihat mereka yang sedang bekerja dan bekerja sama.

__ADS_1


Seperti yang sudah diatur sedemikian rupa, hingga terlihat begitu tertib dan sudah terlatih, Pika yang ada di samping Faras pun memperhatikan mereka sampai tak berkedip karena mereka semua yang ada di sana benar-benar terlihat kompak.


Apalagi pada Wanita yang begitu cantik dan mempesona, pantas saja Faras juga cantik semua bangasa elf jelas terlihat menawan, begitu juga Retra yang membuat Pika jatuh hati karena ketampanannya, meskipun ia tidak bisa mengabaikan semua tapi Pika tahu semua itu butuh perjuangan yang lebih.


“Kau kira kita makan sayur dan buah dari mana?” Faras yang Kembali melemparkan pertanyaan pada pika, karena pastinya pika tahu dan sadar jika mereka juga butuh makan dan butuh melakukan kegiatan yang seharusnya ia selesaikan dengan benar dan tidak membuatnya kesulitan sama sekali.


“Mencari di hutan,” jawab Pika yang ingat dia pernah mencari buah-buanhan dengan Retra di dalam hutan. Karena rasa penasarannya ingin mencari makanan enak yang bisa Pika makan karena tidak suka sayur yang mereka makan.


Jadi jelas Pika mengira juga mereka melakukan hal yang sama dengan mencari makanan di dalam hutan karena ia pernah melakukan itu, tapi siapa sangka jika mereka ternyata menanamnya sendiri dan jelas ia merasa kagum dengan mereka semua yang ternyata melakukan tugas mereka dengan baik.


“Kalau keluar dari wilayah akan sangat berbahaya maka apa yang akan kau lakukan?” tanya Faras membuat Pika paham jika Faras benar-benar mengajari mereka dan melindungi mereka. Hal itu jelas membuat Pika salut dengan apa yang dilakukan Faras untuk bangsa Elf.


“Aku salut denganmu, apakah aku boleh membantu mereka?” tanya Pika yang saat itu ingin membantu mereka karena merasa bersemangat.


“Pantas saja, Retra selalu menuruti mu, ternyata kau sudah lupa dengan tujuan awalmu yah. Aku jadi merasa khawatir kalau kalian pergi bersama nanti,” kata Faras melihat sikap ikhsan demikian rupa hingga mudah sekali berubah pikiran Padahal dia yang mempunyai tujuan untuk berlatih.


Faras ke tempat para f bukan untuk membuat Pika membantunya tapi dia ingin mengecek Apa yang sedang dilakukan oleh mereka setiap pagi seperti biasa ada yang dilakukan oleh Faras dan setelah itu dia akan berlatih bersama Pika, tapi sepertinya Pika lupa dengan latihannya karena terlalu serius memperhatikan paraf yang sedang bekerja dan mereka ingin membantu mereka


“Kenapa Retra? Aku tidak berbuat apapun adanya,” kata Pika tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Faras karena ia tidak merasa bersalah sama sekali dan Ia lupa dengan tujuan awalnya tapi dia tidak sadar akan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2