
Retra melihat Pika yang sudah masuk duluan ke air, ia yang bingung dengan pertanyaan Pika, padahal dari tadi ia sudah bilang mau mandi, tapi kenapa masih ditahan olehnya.
“Kau mau mandi, jadi aku mau pergi,” jawab Retra yang masih bingung dengan permintaan Pika, bagaimana tidak dia sadar jika Pika wanita, yang jelas membuat Retra juga merasa tidak nyaman jika harus di sana, untuk menghormatinya dan mungkin dia butuh privasi.
Tapi, entah mengapa malah Pika menahanmu untuk pergi., Retra sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Pika sehingga ia berkata demikian, padahal Retra sudah merasa tidak nyaman jika bersama Pika.
Selain dia manusia dan berbeda dengan Elf, Pia juga seorang wanita yang makin membuat Reta merasa tidak nyaman jika harus terus bersama dengan dia. Ditambah Lagi seperti Pika tak memikirkan hal itu yang mana tetap akan terasa canggung jika wanita dan laki-laki bersama.
“Kamu mau ninggalin aku sendiri?” tanya Pika yang takut pada tenpa yang aru saja ia datangi, apalagi harus d sana sendiri yang jelas memebuat Pia juga merasa tidak nyamam tapi udara senjuk dan pemandangan indah membuat Pika sendikirt tenang, yapi tetap saa jika sendiriran ia merasa takut.
__ADS_1
“Lalu, kau suruh aku lihat kamu mandi, atau kau menyuruhku mandi bersama denganmu?” jawab Retra yang memeberikan pertanyaan kembali pada Pika.
Seketika itu Pia terdiam, menatao kembali Retra yang jelas ia salah jika benar retra Elf tapi tetap saja dia laki-laki. Ia bahkan tidak memikirkan tetang hal itu dan baru sadar setealh Retra menjelaskanya, padahal sedari tadi Retra sudah melarang Pika unutk ikut bersama engaya ke air terjun, tapi karean rasa oenasaran Pika membuat ia ikut dan juga ia merasa mandi di sama akan lebih segar
“Eh?” seketika itu Pika baru sadar dan jelas itu suatu kebodohan bagaimana bisa ia menganggap Retra hanya elf dan lupa jika dia seorang laki-laki juga.
Pika yang memandang Retra pergi, merasa malu dengan apa yang dia lakukan. Karena kebodohannya sampai meminta Retra untuk tetap tinggal di sana. Jelas Retra tidak mau, dari awal ia juga dilarang ikut oleh Retra, sadar akan apa yang ia lakukan, Pika menepuk jidatnya sendiri malu akan cerobohnya nya itu.
“Bisa-bisanya kau menyuruh Tetra untuk di sini saja sudah gila aku,” batin Pika yang meneruskan bermain air, tak mau sedikit pun ia membuka pakaianku.
__ADS_1
Apalagi tempat yang asing baginya, ditinggal sendiri pula, suasana adi berada aneh, ngasara air terjuan yang keras membuat Pika juga merasa tidak tenang jika sendirian, Tapi mau bagaimana lagi sudah takdir dan ia juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
“Ah mana Retra kenapa lama, aku baiknya udahan dulu mandinya,” batin Pika yang makin tidak tenang.
Padahal Pika tadi bersemangat ingin ikut, tapi jika sendirian jelas membuat ia makin tidak baik-baik saja, banyak ke khawatir muncul di benak nya karena apa yang sudah ia lakukan.
"Mana makin dingin lagi di sini, kau tidak bawa baju ganti pula, apa aku ke tempat retra saja, nanti dia marah tidak," batun Pika bimbang karena jelas ia merasa takut sendiri.
"Ah masa bodo mau sedang mandi mau tidak aku ke tempat Retra daripada aku di tangkap musuh." Pika pun segera pergi dari sana dan mencari di mana Retra berada.
__ADS_1