
Pika menunggu jawaban dari Rertra tentang Faras. karena rasa penasarannya yang selama ini mengganggunya, jadi ia ingin tahu alasan mereka berpisah, terlepas dari kemarin ia menanyakan hal yang salah pada Faras.
“Sepertinya kau tidak berhak cerita tentang kesedihan orang lain, jika Faras mau tentunya ia akan bercerita pada mu,” kata Retra yang lebih memilih untuk diam dan tidak menceritakan kejadian buruk yang menimpa kakaknya.
Retra lebih memilih menikmati makanannya dan mengabaikan rasa penasaran dari Pika, dari pada ia bercerita hal yang sudah dilupakan oleh Faras toh tidak ada untungnya juga bagi Retra. Yang akhirnya ia memilih untuk diam.
“Ah kau ini, aku sudah serius ingin tahu cerita tentang Pika tapi kau malah diam saja yang benar saja kau benar-benar membuatku kesal, dan tidak bisa mengabaikannya. Tidak bisa kah kau menceritakannya sedikit saja,” kata Pika yang kesal karena Retra tidak mau bercerita apapun tentang Faras.
Retra hanya memandangnya tak peduli dengan keluhan Pika dan memilih untuk memakan bekal yang sudah ia bawa, tak lain hanya buah dan air minum, sesuai dengan kesukaan Pika yang senang sekali makan buah dan tidak memakan apapun selain buah-buahan yang ada di sana.
Melihat Retra yang mengabaikan, membuat Pika makin kesal dibuatnya, malah asik makan saat Pika ingin tahu tentang Faras, merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Retra.
“Bagaimana bisa aku suka dengan orang seperti dia, tanpa dilarang pun aku tidak akan suka, Faras sepertinya berlebihan, ganteng boleh tai menyebalkan,” batin Pika sambil terus memandang Retra yang mengabaikannya dan malah asik menikmati makan siangnya.
Pika yang teringat tentang apa yang dikatakan oleh Faras semalam yang tidak mengizinkannya untuk jatuh cinta pada Retra, hal yang aneh memang jadi membuat Pika penasaran juga dengan apa yang dibicarakan Faras dan Retra semalam.
__ADS_1
“Oh ya, kemarin Kak Faras bilang padaku untuk tidak jatuh cinta padamu, apa kau menyukai ku?” tanya Pika tiba-tiba membuat Retra tersedak buah anggur yang sedang dinikmati nya, Pika dengan cepat menepuk punggungnya agar buah itu bisa keluar.
Pika tidak menyangka jika Retra bisa sekaget itu, padahal Pika hanya menyampaikan apa yang dikatakan oleh Faras padanya, dan memang tidak ada niatan untuk menyukai Retra, mungkin kalau dia bukan Elf sudah pasti Pika bisa saja jatuh cinta, dengan wajah tampan nya yang enak untuk dilihat, tapi karena dia Elf tentunya Pika tahu dan sadar jika mereka berasal dari dunia yang berbeda.
Pika juga tidak berharap jika kedekatan nya dengan Retra bisa semakin akrab, bahkan Pika berusaha untuk tidak peduli dan berusaha untuk bisa menyesuaikan diri dengan suasana disana, tapi mau bagaimana lagi
“”KAu ini kenapa bia terletak minumlah,” kata Pika mengambilkan air minum. Pika memberikan nya pada Retra yang akhirnya semua bisa diatasi dan kembali normal.
Retra yang tidak menyangka jika Faras mengatakan hal yang sama pada Pika, yang membuatnya benar-benar kaget juga, harus nya hanya mengatakan padanya saja juga sudah bisa menyelesaikan semuanya tapi ya mau bagaimana lagi Faras benar-benar hati-hati dan tidak ingin membuat Pika kesulitan nanti.
“Salah mu bertanya tiba-tiba tidak lihat kalau aku sedang makan,” keluh Retra yang jelas tidak suka dengan apa yang dilakukan Pika yang bertanya hal itu tiba-tiba membuatnya kaget hingga tersedak.
Pika menatap Retra dengan kesal, sebelum ia kembali memakan bekalnya. Padahal baru saja latihan dan baru beberapa hari disana sudah banyak hal yang terjadi, entah apa yang dipikirkan oleh Faras hingga membuat Pika juga tidak mengerti dengan kekhawatiran Faras, ia hanya tahu jika dia dilarang untuk jatuh cinta yang tidak mungkin ia lakukan apalagi jatuh cinta pada Retra yang jelas bukan sesuatu yang bisa terjadi.
Tapi jika Pika terus bersama seperti itu , ia juga tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi kedepannya hingga membuatnya pun dia ingin mengatakan apa yang sudah ia lakukan dan berusaha untuk mengikuti arus dan tahu batasannya.
__ADS_1
“Tidak ada, itu benar kau tidak boleh menyukai ku,” jawab Retra yang membuatnya makin salah tingak, bisa-bisanya Pika bertanya seperti itu pada dirinya yang jelas dari awal Retra lah yang sudah lebih dulu menyukai Pika, padahal Pika tahu itu dan pernah mendengar semua itu saat kemarin ia sedang pura-pura tidur dan Retra mengatakan semua.
Meski sadar dengan kenyataan jika Rera menyukai nya, tapi Pika juga tidak bisa mengabaikan hal tersebut dan berusaha untuk bersikap biasa seakan a tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Rera kemarin.
“Tidak akan, siapa juga yang mau suka dengan orang sepertimu yang menyebalkan,” jawab Pika kesal dengan apa yang katakan oleh Rera ia tidak tahu lagi harus bilang apa dan hanya bisa mengatakan hal seperti itu, walau ia juga tidak bisa menjamin jika diri terus bersama seperti itu mungkin bisa saja Pika menyukainya. Apalagi melihat retra yang selama ini baik padanya, dan mendengar ungkapan hatinya kemarin sempat membuat Pika goyah dan jelas membuat Pika sadar jika sedari awal Retra sudah menyakitinya.
Makanya ia menolongnya saat ia hampir tenggelam, dan entah apa yang terjadi jika Retra tidak menolongnya saat itu, tapi ada hal yang tidak Pika mengerti dengan ia berpindah dimensi yang mengakibatkan ia harus terjebak di dunia lain bersama bangsa Elf.
Mencoba untuk melupakan tugas akhir dan mengabaikan bagaimana paniknya teman-temannya dulu yang jelas merasa kehilangan Pika, dan Pika merasa dia kadang rindu dan ingin pulang, hanya saja ia belum menemukan batu sihir biru yang bisa membuka gerbang ke dunia lain.
Menurut sejarah bangsa Elf yang dulu pernah berjaya dengan kekeuatan sihir hebat yang dimiliki bangsa tersebut, itulah harapan terakhir Pika agar dirinya bisa kembali ke dunianya lagi, dengan tidak menyukai Retra dan agar tidak ia jatuh Cinta padanya jelas sesuatu yang mudah untuk kali ini, karena pertemuan mereka belum lama.
“Syukurlah kalau begitu aku bisa tenang juga tidak disukai oleh mu yang cerewet,” jawab Retra yang juga beralasan dengan menutupi kenyataan yang ada dan berusaha untuk memendam Rasa sukanya demi keselamatan Pika.
Yang jelas semua itu tidak mudah mudah bagi Retra dengan menutupi perasaannya tersebut tapi jelas ia harus melakukan hal itu agar Pia selamat, ia juga tidak bisa mencelakai Pika dan membuat Pika dalam bahaya nantinya.
__ADS_1
“asal bicara saja, lebih crew siapa aku sama Faras?” tanya Pika kesal saat ia dibilang cerewet oleh Retra.
“Kua tidak boleh bicara seperti itu, jika kakak fara dengar bisa marah,” kata Retra memperingati Pika, karena Retra sendiri juga takut pada Faras yang jelas selain sebagai ketua Faras juga memiliki ilmu bela diri lebih hebat dari pada dirinya.