
Untung saja saat itu Retra menarik Pika dan langsung menutup mulutnya dan bersembunyi di semak-semak agar bangsa peri tersebut tidak meraih melihat mereka berdua.
Di balik semak belukar yang begitu banyak membuat mereka berdua tidak terlihat oleh bangsa perih Mereka pun menunggu sampai Peri itu benar-benar pergi dari sana untuk melarikan diri.
Sebenarnya retro bisa menghadapinya tapi dia tidak mau mengambil resiko karena dia bersama dengan Pika apalagi Pika yang belum sepenuhnya menguasai jurus beladiri pasti akan membuatnya merasa kesulitan.
Jadi demi keamanan mereka Retra lebih memilih untuk bersembunyi sampai Peri itu benar-benar pergi dari sana. Sadar jika ia sudah berada di dekat perbatasan yang bisa saja sangat berbahaya.
Pika yang saat itu sadar dengan kesalahannya pun harap-harap cemas , berharap jika peri itu cepat pergi karena jelas nyawanya ada dalam bahaya jika dia terus berada di sana. Bagaimana tidak Peri di sana lebih mengerikan, dengan postur tinggi besar. Diluar dugaan Pika sebelumnya.
Maka dari itu Pika juga berharap ia bisa selamat, kalau bukan karena kecerobohan nya mungkin semua itu tidak akan terjadi. Yang pada akhirnya mereka harus bersembunyi cukup lama sampai musuh mereka benar-benar pergi.
“Lama banget sih, duh aku sudah engga tahan, burun pergi kenapa,” batin Pika yang sudah tidak tenang dan merasa posisinya tidak nyaman.
Kalau bukan Retra yang asal menariknya mungkin posisinya bisa lebih nyaman daripada sekarang, tapi sepertinya Pika benar-benar kesulitan bergerak saat Retra terus menahannya agar tidak bergerak.
Cukup lama Peri itu curiga jika ada sesuai di sana hingga mencarinya kesana-kemari dan tidak menemukan apapun, hingga membuat Peri itu akhirnya pergi setelah kecurigaan tidak terbukti.
Melihat sosok yang menakutkan itu pergi dari sana akhirnya mereka Retra keluar dari persembunyian nya, dan dengan cepat menarik Pika untuk melarikan diri dari sana.
__ADS_1
Pika merasa lega sekarang, tapi ia harus berlari karena Retra benar benar tidak mau melepaskannya sampai akhirnya mereka tiba di sebuah danau yang tidak asing bagai Pika. danau dimana tempat pertama kali ia terjatuh dan tenggelam, kini Pika dan Retra sampai di danau itu.
“Ya ampun , nafasku hampir berhenti,” kata Pika terbata-bata setelah lari begitu kencang, karena Retra yang menariknya untuk segera pergi dari tempat itu.
Sama halnya dengan Retra yang juga panik dan berlari hingga membuatnya kelelahan, Retra yang duduk di pinggir danau sambil memasukan kakinya ke dalam air untuk sekedar menenangkan diri setelah ia berlari cukup jauh untuk menghindari bangsa Peri.
“Yang penting kita selamat kan,” kata Retra yang membuat Pika setuju dengan nya dan mengikuti apa yang sedang Rera lakukan, karena sepertinya itu menyenangkan.
Tanpa basa-basi dan tanpa bicara lagi Pika juga ikut memasukan kakinya ke dalam air danau, dan berusaha untuk menenangkan diri, untung saja mereka bisa melarikan diri.
“Aku kira Peri itu kecil bersayap dan bisa terbang, kenapa yang aku lihat berbeda apa yang sebenarnya sudah terjadi?” tanya Pika yang melihat ada keanehan dengan bangsa peri yang sepertinya tidak biasa, jelas Pika juga merasa aneh walau ia baru pertama kali melihatnya dan berusaha untuk berfikir positif tentang bangsa Peri yang benar-benar membuatnya juga tidak habis pikir dengan penampilannya yang sangat menakutkan dan jelas berbeda jauh dengan bangsa Elf yang terlihat lemah dan lebih kecil dibandingkan mereka.
“Ceritanya panjang, tapi aku tak mau menceritakannya padamu,” jawab Retra yang masih lelah dan malas bicara, apalagi menceritakan apa yang sudah terjadi tentunya kana menguras tenaga.
Bisa kabur dan tidak tertangkap saja sudah suaru keuntungan, kini harus bercerita pada pika adalah hal yang melelahkan hingga Retra jelas langsung menolaknya. Ia memilih untuk merendam kakinya dalam air danau agar lebih rileks dan tidak tegang setelah apa yang sudah ia alami barusan.
Bisa menghindar adalah hal yang menyenangkan dan tidak tertangkap oleh mereka, pasalnya Pika sendiri sudah masuk di daerah kekuasaan bangsa Peri, dan hampir saja ika era tidak cepat menarik tangannya tadi jelas mereka berdua bisa saja tertangkap.
Yang mana akibatnya jelas akan fatal dan sangat buruk, dijadikan budak dan bahasa di siksa, dan itu semua sudah terjadi puluhan tahun lamanya hingga Retra jelas merasa takut jika hal itu terjadi.
__ADS_1
Ia bahkan tidak ingin melihat Pika terluka dan tidak ingin membahasnya Pika, apalagi Pika yang belum paham tentang Peri dan baru pertama kali melihatnya kini jadi paham dan sadar ketakutan bangas Elf selama ini bukan tanpa alasan.
Terlihat jelas memang bangsa Peri begitu sangat menyakitkan hingga membuat Pika agar ia harus menghindar, paling tidak jika tertangkap bisa melawan disitulah ia belum memiliki kekuatan yang seimbang untuk melawannya, berlatih bela diri saja baru beberapa hari dan tiu jelas akan menjadi kendala besar nantinya.
Perjalanana belum dimulai, dan kini Pika memahami musuh mereka bukanlah musuh yang bisa diremehkan, terlihat jelas perbedaan dari postur tubuh saja sudah sangat mencolok, sehingga membuat Pika sadar ia harus bisa lebih hebat lagi.
Makanya Faras menyuruh Kita Berlatih dan diberikan waktu latihan khusus bersama Retra yang Juga memiliki kekuatan yang lumayan dan merupakan salah satu penjaga perbatasan juga.
Karena Retra mendapat tugas lain, hingga ia tidak bertugas perbatasan, tapi menjaga Pika dan memberikan pelatihan beladiri untuk Pika yang benar-benar sangat sulit karena Pika susah sekali dilatih dan lebih senang jalan-jalan bahkan senang mencari masalah yang membuat Retra juga jadi kesulitan.
“Dasar menyebalkan,” umpat Pika yang kesal sambil menyiramkan air ke arah Retra yang masih bersantai di dekat danau dan tidak menghiraukan keinginan Pika.
Pika yang makin penasaran jika Retra tidak mau menjelaskan, lagi pula mereka juga tidak akan lepas dengan bangas Peri yang sudah jadi musuh bebuyutan mereka sejak lama, dan juga akan menjadi musuh Pika, karena Pia sekarang berada d pihk bangas Elf yang kini harus mengembang tugas mengabaikan keuatan dan kejayaan bangsa Elf agar dia bisa kembali ke dunia manusia.
“Kita baru saja selamat dari bahaya berikan waktu aku untuk bernafas,” kata Retra juga butuh istirahat setelah terlepas dari bahaya yang hampir saja mempertaruhkan nyawanya,
Retra yang jelas lebih kesal daripada Pika yang mana harus bercerita dan harus menanggung keselamatan Pika, andai saja mereka ketahuan pasti tamat sudah riwayat Pika dan Retra saat itu yang tidak sengaja masuk ke wilayah musuh.
Pika menghela nafas panjang mendengar jawaban Retra yang menyesakkan dan berusaha bersabar lagi jika ingin tahu cerita tentang bangas Peri.
__ADS_1