
Pika yang sudah menyelesaikan semua tugasnya meskipun belum selesai dia menyalakannya pada bini. Ia merasa lebih lega karena ada Beni yang akan mempertanggungjawabkan proyek dan juga perkebunan itu.
"Aku serahkan ini kepadamu, Aku harap kau bisa bertanggung jawab lebih dari apa yang aku bayangkan," kata Pika saat berhadapan dengan Beni dan langsung serah terima dengan apa yang sudah digambarkan oleh kita sebelumnya.
Bertanggung jawab dengan proyek tersebut, iya benar-benar tidak menyangkakan ada orang yang sebaik mereka datang ke Desa bambu.
"Baik, Aku tidak akan mengecewakan kalian dan akan menyelesaikan proyek ini dengan benar," kata Beni penuh semangat.
Beni tahu jika Pika mempercayakan proyek itu kepadanya bukan tanpa pertimbangan sama sekali pastinya Pika sudah mempertimbangkan apa yang harus ia lakukan dengan apa yang dikatakan oleh Piak tentunya.
Beni sangat percaya dan juga ingin melakukan yang terbaik untuk proyek itu dan membantu orang-orang yang ada di sana.
Pika melihat proyek itu sekali lagi, banyak orang-orang yang di sana bekerja mengerjakan tugas mereka masing-masing. jumlah orang yang cukup banyak untuk bisa membuat saluran air itu bisa selesai lebih cepat.
Kerja sama orang-orang dari Desa bambu tersebut tentunya membuat Pika salut, apalagi mereka saling bahu-membahu satu sama lain dan berusaha untuk menyemangatinya. Seorang bapak yang terlihat begitu gigi ingin mengembalikan kesuburan Desa bambu membuat tikar benar-benar merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh mereka setidaknya mereka mau berjuang demi kemajuan Desa mereka yang sudah lama kekeringan kali ini seperti tidak ada beban di pundak Pika.
Ia berencana untuk melanjutkan perjalanan sebelum itu dia menyerahkan semua tanggung jawab proyek pembuatan air tersebut kepada Beni.
__ADS_1
Beni menerimanya dengan senang hati dan penuh dengan tanggung jawab sebagai orang kepercayaan dari kepala desa, untuk menjaga dan juga membuat saluran air agar perkebunan bisa terus tumbuh dan mereka masih terus bisa makan karena makanan yang mereka konsumsi berasal dari perkebunan itu.
Jika perkebunan itu mati dan juga kering jelas orang-orang di desa tersebut tidak bisa mendapatkan makanan dari itu, dengan semangat yang membara mereka terus mengerjakan pembuatan saluran air yang benar-benar membuat Pika juga jadi ikut merasa tenang sebelum dia meninggalkan Desa bambu.
"Kita sebaiknya harus siap-siap karena kita kan melakukan perjalanan," kata Retra menyadarkan Pika yang masih terus menatap orang-orang yang sedang bekerja di sana.
Ia bahkan sudah berpamitan kepada Beni tapi entah kenapa Fika sulit sekali melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu, ia benar-benar ingin melihat hasil akhir dari proyek yang ia berikan tersebut.
Tapi melihat retre Yang sepertinya sudah bersiap dan mengkhawatirkan Pika pun akhirnya bisa mengakhiri apa yang ia lakukan itu dan pergi mengikuti kereta yang Kembali ke tempat kepala desa tempat mereka menginap.
"Aku tahu ketertarikanmu dengan perkebunan dan juga dengan pengairan ini, tapi kita memiliki tugas penting yang pastinya kita sedang ditunggu oleh para hal yang ada di tempat kita," jelas Retra yang tidak ingin mengabaikan tugasnya. dia terus memperingati teman-temannya kan tugas sebaiknya tersebut untuk mendapatkan batu permata biru.
Retra yang berjalan di depan buat piket terus mengikuti langkah kakinya. Hal itu membuat rambut terlambat langkahnya agar bisa diikuti oleh Pika dan mereka bisa berjalan bersama kaulah karena hal itu bisa sangat menyenangkan melewati hari-hari dan waktu terakhir di desa bambu.
Mungkin jika suatu hari nanti mereka sudah menyelesaikan tugas mereka bisa melewati kembali Desa bambu itu, dan melihat kembali hasil panen yang dihasilkan oleh desa tersebut di mana di situ ada usaha dari Pika untuk bisa menyuburkan kembali perdesaan itu.
"Andai kita ke sini tidak dalam kondisi kering, aku yakin pasti bisa ini sangat indah dan berhijau," kata Pika membayangkan Bagaimana suburnya Desa itu sebelumnya hingga menghadapi kekeringan yang panjang.
__ADS_1
"Mungkin karena kita datang ke desa ini pada waktu yang tidak tepat, jadi kita tidak bisa melihat keindahan dari Desa ini," kata Retra yang mana tahu jika memang Desa bambu itu begitu hijau terlihat dari hutan di sekitar mereka yang juga hijau.
Hal itulah yang buat Retra ingin terus melanjutkan perjalanan melihat indahnya Desa itu malah akan membuat rata juga tidak akan ingin pergi dari Desa bambu. Tapi hal itu tidaklah mudah untuk bisa meninggalkan suatu cerita dan juga kenangan dari desa ke desa lain Padahal mereka masih terus melakukan perjalanan untuk bisa mendapatkan apa yang menjadi tujuan mereka.
Hal itu jelas membuat Pika juga tidak bisa tutup mata begitu saja pergi tanpa hasil apapun membawa kesalahan menyakitkan bagi Pika. Tapi mau bagaimana lagi karena memang itu adalah hal yang harus dilewati oleh Pika di mana dia harus melakukan perjalanan melewati satu demi satu rintangan dan juga melakukan apa yang bisa ia lakukan membantu sesama.
Walaupun dia tidak bisa tinggal lama di desa tersebut tapi setidaknya rasa kemanusiaan membuat Pika tetap membantu mereka semua yang membutuhkan.
"Kita juga tidak bisa memprediksi apapun yang akan terjadi Jadi bukan salah kita saat datang ke desa ini karena memang waktu saja yang tidak tepat toh Kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi," kata Pika yang tidak menyalahkan retra sama sekali dia melakukan perjalanan juga merupakan keinginannya sendiri.
Jadi ia tidak menyayangkan apapun yang terjadi di hadapannya. Hal itu membuat kita benar-benar bersyukur bisa melakukan perjalanan itu bersama teman-temannya dia tidak diabaikan sama sekali oleh retra dan dia masih bisa berjalan dan juga mencari batu permata biru.
Hanya untuk kembali ke dunia asalnya pun membuat Pika tidak gentar sama sekali tapi rasa kemanusiaannya juga tidak akan hilang saat melihat orang lain di desa tersebut merasa kelaparan jadi jelas ia ingin membantunya tak mau mengabaikan apapun yang membuat dirinya bersedih.
Pika selalu saja melakukan yang terbaik untuk desa itu iya benar-benar ingin melihat Desa itu bangkit dan juga ingin melihat mereka memiliki makanan yang cukup dan juga melihat Desa itu benar-benar bisa melakukan apa yang bisa mereka kerjakan.
"Baiklah mari kita bergegas untuk melanjutkan perjalanan sambil menunggu Fira dan Leon kembali," kata Retra yang sudah sampai di rumah kepala desa di mana tempat mereka menginap.
__ADS_1