The Magical Elf

The Magical Elf
Merasa Tidak Enak


__ADS_3

Setelah selesai bersiap dan makan Faras pergi mendahului Pika dengan begitu emosi hal itu juga membuat kita tahu apa yang akan dilakukan oleh Faras.


"Semoga Retra baik-baik saja saat Faras menemuinya," kata Pika saat itu yang juga pergi ke perkebunan kali ini dia pagi-pagi karena Farah sibuk yang tidak bisa melatihnya maka dari itu kita boleh melakukan hal lain.


Faras yang saat itu langsung pergi ke rumah Retra untuk menanyakan langsung apa yang sebenarnya terjadi pada nya, selain dia ingin memastikan kebenaran juga ada hal yang ingin disampaikan pada Retra, selaku orang kepercayaan Faras.


Maka dari itu setelah mendengar apa yang dikatakan Pika, jelas Faras langsung menemui Retra pagi harinya, ia sengaja menunda latihan Pika, dan memiliki pergi ke rumah Retra untuk menanyakan hal yang ingin diketahui.


Dengan cepat Fras uang sudah sampai rumah Retra langsung menemui Retra yang ternyata masih di rumah, yang belum berangkat ke perbatasan untuk berlatih, padahal terlihat jelas awalnya sangat padat, tapi melihat sepertinya Retra begitu bersantai membuat Faras langsung menegurnya.


“Masih santai nih bisa pulang?” tanya Faras yang saat itu bertemu dengan Retra di tempat latihan.


Fras yang memang sengaja sedari tadi nir bertemu dengan Retra karena ada hal yang ingin bahas dan ia tanyakan pada Retra, Jadi jelas Faras langsung menemui Retra dan langsung menegurnya.


Tak ingin menunggu lama karena elas Faras salah satu orang yang cekatan, hingga membuat ia menyelesaikan masalah dengan cepat. Ia juga penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Retra setiap harinya karena jelas terlihat begitu aneh dan sesak tidak seperti biasanya.


Padahal ia seharusnya bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, malah Faras lagi-lagi harus mendengar hal yang tidak ia sukai dengan apa yang dilakukan oleh adiknya tersebut jelas membuat Faras kesal dibuatnya.


Jadi, tanpa basa basi aras langsung menanyakan hal tersebut pada Retra yang saat itu sudah berada di tempat latihan, apalagi tadi pagi sudah menemui Pika terlebih dahulu, yang membuat Pika semakin tidak bisa mengatakan apapun yang menjadi tugas dan kewajiban.

__ADS_1


“Iya Kakak, aku sedang berlatih,” jawab Retra yang memang sedang bersama dengan yang lain.


Retra tahu ika kakaknya pasti akan datang menegurnya, dia yang tadi juga sudah mengakui perbuatannya pada Pika, tidak mungkin jika Faras tidak tahu. dan dari awal ia tahu sang Kakak pasti akan marah padanya dengan apa yang sudah ia lakukan dengan masih bersantai dan belum memulai apapun.


“Ada yang ingin bicarakan,kemarilah,” kata Faras yang lebih leluasa bicara berdua dengan sang adik.


Hal itu membuat Retra berjalan menghampiri Kakaknya dan duduk di samping sang Kakak, karena jelas ada hal penting yang akan diberitahukan oleh sang Kakak.


"Apa yang kau lakukan, apa benar kau mabuk?” tanya Faras yang ingin mendengar langsung penjelasan dari Retra yang dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga sang adik bisa mengabaikan tugasnya.


Hal itu jelas membuat Faras merasa ika Retra tdk serius ingin mengatur pasukan dan ingin membuat pasukan baru, jika ia tidak serius sama sekali dengan apa yang sudah ia lakukan juga terlihat jelas Retra sedang bersantai.


Tentunya hal itu membuat Faras mengerti apa yang dilakukan sang adik, tapi tak menyangka juga jika eek mabuk sampai bisa mengatakan Pika pulang, biasanya jika ia mabuk selalu pulang ke rumah dan tidur tak berkeliaran seperti kemarin.


 


Jelas membuat Faras juga mengira jika Retra mabuk sampai parah, tapi ternyata tidak hanya saja kebiasaan yang berubah semakin membuat faras merasa khawatir saja dengan apa yang dilakukan oleh Retra.


Hal itu benar-benar membuat retra tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh faras dan bagaimana cara untuk ia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, sebagai seorang kakak tentunya akan sangat bertanguung jawab pada adiknya dan tidak melakukan ha sembarang.

__ADS_1


Hingga Faras merasa perlu menasehati retra agar lebih serius dan waspada, karan musuh ada dimana-mana dan tidak bisa membiarkan mereka diam, maka dari itu Faras tidak mau ada orban ;ai, dan a ingin prajuritnya bisa bekerja dengan baik.


"Benarkah hanya sedikit?" tanya Faras memastikan lagi, agar Retra lebih hati-hati jika ingin menang jangan sampai kebanyan dan tiak boleh sampai mabuk karena ia harus bertugas, tapi melihat Retra yang baik-baik saa seetinya bear ia hanya minum sedikit sebagai tanda menghormati anggota baru mereka.


Yang jelas itu dilakukan oleh retra agar mereka bisa saling akaran an bisa berlatih lebih leluasa, Retra selalu saja bisa bergaul dengan anggota pasukan dengan baik dan tidak ada permusuhan diantara mereka tentunya.


"Iya," jawab Retra dengan jujur dan benar apa adanya.


Ia yang sebenarnya masih ingat dengan apa yang ia lakukan, membuat ia pun malu dan terpaksa berbohong pada Pika dengan mengatakan jika ia lupa, padahal setelah  Retra ingat semua apa yang sudah ia lakukan den tidak sampai lupa, hanya saja memang benar semua itu ia lakukan dalam kondisi tidak sadar.


Jelas jika sadari ia juga tidak akan bersikap seperti itu pada Pika, untungnya Pika sedari awal sadar jika ada yang aneh dengan  sikap Retra,dan Pika sempat mengira jika itu orang lain.


Benar-benar minuman bisa membuat orang berubah dan bisa berkata jujur, tapi resikonya jelas sangat tinggi walau pasukan mereka banyak, jika ada penyerangan Retra yang harus diberikan tepat.


Tau jika ketua mereka sampai mabuk seperti itu jelas kan menjadi masalah besar dan tidak bisa dibiarkan saja, maka dari itu kali ini Faras benar-benar percaya dengan apa yang di atak Retra.


"Jadi kau ingat apa yang kau lakukan kemarin?" tanya Faras yang ingin memasuki jia memenga retra tidak minum terlalu banyak.


Faras juga tahu tugas Rera sangat penting jadi sebagai seorang akkaka, tentunya ia tidak ingin jika ada masalah di perbatasan dan Retra tidak ada akan membuat para prajurit yang lain akan kesulitan, karena sebagai ketua dari pasukan tentunya ia sangat dihormati dan merang kekuatan Retra luar busa hingga membuat juga dihormati di sana.

__ADS_1


"Ingat jangan diulangi lagi, jangan bolos latihan, tanggung jawab dan jangan sampai lengah, kita semakin sulit kalau kita diserang lagi, jadi terus beraga jangan sampai peri peri mendekat apalah membuat masalah,” kata Fras berperan pada sang adik untuk lebih berhati-hati lagi.


__ADS_2