The Magical Elf

The Magical Elf
146


__ADS_3

Sampai Kantor tak ada rasa bosan aku langsung menyelesaikannya tugas, karena jelas banyak dokumen jug yang sudah selesai dan masih sebagai perlu dirapikan.


Pagi yang cerah Seperti biasa aku pun berangkat kerja karena memang masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan hal itu membutuhkan kesabaran yang ekstra sambil menunggu waktu yang luang untuk bisa belanja barang-barang yang dibutuhkan untuk melengkapi novel baru yang sudah dalam tahap renovasi.


Hal itu membuat kupon jadi sering berangkat ke perusahaan untuk sekedar melihat ataupun mengecek kembali apa yang dibutuhkan karena gelas Di rumah pun tidak ada pekerjaan adalah untuk pergi ke perusahaan walaupun di sana dapat melakukan apa-apa tapi ternyata lebih tenang dan juga lebih nyaman.


Mungkin di rumah lebih tidak nyaman lagi karena masih ada ibu yang mana Masih sering menyalaku dengan apa yang dilakukan olehku kemarin yang mana membuka usaha sendiri dan tidak bilang kepadanya terlebih dahulu bukan salah aku juga tidak mengizin kepadanya karena jelas dia juga tidak akan terjadi jika ada orang yang sukses.


Padahal dia sendiri yang selalu berusaha untuk menghinaku saat aku mencoba untuk membuktikan kemampuan yang aku miliki manusia tidak suka memang benar-benar dari awal dia tidak pernah menyukaiku dan aku pun menyadari akan hal itu jadi mau sebagaimanapun aku Berusaha tetap saja hal itu akan terlihat buruk di matamu Kamila yang selama ini memiliki.

__ADS_1


"Kakak rajin banget pagi-pagi sudah datang," sapa dunia saat itu melihatku tetangga perusahaan dia selalu saja menyapa dengan senyuman terbaiknya dan selalu saja tidak pernah datang terlambat Entah di mana rumahnya tapi dia benar-benar selalu saja datang lebih awal daripada kami dan hal itu pun membuatku selalu saja mendapat sapaan darinya karena azan biasanya langsung masuk ke ruangan tak banyak basa-basi dia pun kadang ya sering membuatku merasa nyaman saat berada di kantor karena sikap dan perilaku tersebut yang benar-benar membuatku Juga tidak merasa cembung sama sekali.


"Iya kan ikut suami," cowokku yang jelas selalu saja mengikuti kemanapun Azam berangkat karena memang berangkat bareng jadi jelas datangnya juga pagi sama seperti adzan Walaupun dia sudah mengetahuinya Tapi tetap saja menanyakan hal itu.


"Suaminya mah, rajin nggak pernah absen," kata Doni yang selalu saja suka membuat gara-gara dengan Azam entah memang disengaja atau memang dia hanya ingin bercanda tapi selalu saja pertanyaannya itu bikin pasti merasa kesal dengannya mungkin untuk menarik perhatian karena Islam yang begitu sibuk sehingga jarang untuk bercanda ataupun bermain.


"Kau tahu ajah, udah gih sana kerja nanti mas Azzam marah lih," kataku menyeluruh dunia untuk bekerja dan tidak bermain-main daripada terus berada di sana dan berkata-kata demikian membuat hasil pasti nanti hanya akan merasa kesal dan marah apalagi kalau sudah berdebat mereka berdua membuatku pusing saja tapi Doni sepertinya memang sengaja menarik perhatian asam agar ditegur olehnya.


Karena Doni selalu memancing amarah dari azam dan hal itu benar-benar memang membuatku kadang selalu sulit sekali untuk menasehati dan masih saja sering berkata demikian hingga seru saja sempurna yang diperdebatkan adalah masalah yang tidak penting tapi cukup membuat rungsing juga jika setiap hari selalu berdebar dan selalu perang seperti tak pernah akur.

__ADS_1


"Udah biasa di mah  suka lihat orang nganggur," kata Doni melihat orang yang tidak bekerja sama sekali hal itu membuat Dia pun tahu bagaimana sikap azami yang mana rajin bekerja Jadi jika ada yang tidak bekerja jelas terlihat begitu kesal apa lagi yang melihat orang tua dan juga wanita yang ada di rumah benar-benar memusingkan kepala saja dengan keberadaan mereka berdua yang Bahkan tak mengerti pekerjaan sama sekali dan hanya bisa menghabiskan uang saja.


"Iya, makanya jarang ada di rumah," jawab ku ya memang melihat Azam yang tidak suka melihat orang tidak bekerja maka dia tidak pernah di rumah sama sekali mungkin untuk menghindari ibu dan juga nikah apalagi melihat ibu Indonesia yang benar-benar membuat orang tidak merasa kesal dan hal itu pun jelas jadi masalah besar bagi dia yang memang tidak mau merepotkan dirinya sendiri untuk tidak mengabaikan narkoba yang terjadi di rumah.


 Tapi tetap saja kehadiran dua orang itu selalu saja menarik perhatian azab dan juga membuatku kadang merasa ikut terpancing emosi apalagi dengan ibu yang benar-benar tidak bisa diajak kompromi sama sekali kedatangannya bahkan hanya membuat masalah dan tidak ada satupun dari Apa yang dilakukan ibu di rumah benar-benar bisa membantu kami yang hanya yang ada dia hanya membuat masalah saja di rumah dan kadang juga aku merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh ibu tapi jelas aku tak memiliki hak apa-apa.


Karena aku hanya seorang pengantin di sana yang berhak adalah Azam yang bisa menunggu ibunya tapi kadang Ibu lebih keras daripada yang aku duga dia bahkan tak mempan oleh teguran dan mungkin tak tahu malu dan sering kali membuat keringetan padahal biarkan saja semua apa adanya dan berjalan lagi pula tidak ada yang merugikan dirinya kita semua juga bekerja dan tak ada yang membuat masalah tapi jelas ibu yang tidak suka denganku selalu saja mencari masalah yang bisa menjadi bahan untuk dia marah.


 Entah apa yang ia inginkan kalau aku merasa tidak senang bagaimanapun juga aku ada di keluarga itu semoga burungnya aku pasti ada hal yang benar-benar membuat Ibu juga merasa tidak ingin melihatku di sana karena mungkin bisa dibilang terus sepertinya atau perhatian rasa sendiri sudah dibilang cukup bisa untuk hidup sendiri dan tanpa orang tua sudah memiliki rumah perusahaan dan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Bahkan dia punya halo untuk apa gitu ya masih mengatur segala hal yang tidak suka dengan keberadaanku dan masih terus berada di sana selalu menjadi pengangguran besar tidak tenang kita harus berada di rumah Soalnya seperti azan yang juga merasa tidak pernah mungkin kita harus bersama dengan ibunya.


"Nyari uang banyak-banyak buat siap coba?" Tanya Doni Pangeran yang saat itu masih belum pergi dari sana dan Malam makin menambah banyak pertanyaan yang hal itu jelas membuatku pun tidak perlu menjawabnya tapi rasanya kesal juga saat dia terus bicara seperti itu.


__ADS_2