
“Wah serius, aku sangat Bahagia mendengar itu,” kata Pika yang senang mendengar hal tersebut dan langsung memberikan ucapan selamat pada Fira dan Leon.
Terlihat jelas jika mereka benar-benar saling menyukai dan akan sangat bahagia jika keduanya bisa bersatu. Itu adalah hal yang luar biasa, jika Pika memiliki kesempatan ia ingin melihat temannya itu menikah dan jelas bisa saja ia menunda untuk kembali demi itu.
Karena kedekatan mereka, tapi sebelum itu jelas Pika harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu untuk menemukan kembali bagi sihir biru, yang menjadi kekuatan bangsa elf.
“Ah, jangan dengarkan dia, aku jadi tidak enak dengan kalian,” kata Fira yang benar-benar tidak enak mendengar itu semua, padahal ia berusaha untuk merahasiakannya tapi Leon malah memberitahukan teman-temannya lebih awal.
Hal itu jelas membuat Fira jadi merasa tidak enak hati, mengingat hubungan Pika dan Retra yang rumit. Padahal terlihat jelas jika mereka cocok satu sama lain.
Harusnya jika Pika bukan berasal dari dunia lain mungkin ia bisa bersama dengan Retra, apalagi melihat hubungan mereka sudah sedaktnitu. Siapa saja yang melihat pasti mendukung Pika dan Retra.
Fira benar-benar ingin melihat temannya bahagia tapi mau bagaimana lagi, mereka sulit sekali untuk bersatu karena beda dunia. Tapi mungkin semua itu bisa jadi hal baik untuk mereka karena bisa mengenal satu sama lain. Jadi Fira hanya berharap yang terbaik untuk temannya tersebut.
“Yang benar saja, aku bahkan tidak tahu," kata Retra sambil tersenyum meledek. Yang membuat Leon merasa jika Retra tidak percaya dengan apa yang ia katakan.
Padahal Leon jujur dan berkata yang sebenarnya, tapi sepertinya Retra tidak sengaja melakukan hal itu, ia sendiri sebenarnya tahu Retra kesal atas kejadian tadi.
Jadi jelas terlihat memang Retra sengaja melakukan itu semua oada Leon, selain Leon sudah membuat Retra kesal, ia juga ingin sekalin mendengar pernyataan Fira. Walau terlihat jelas jika Fira juga membenarkan apa yang dikatakan Leon. Ia tentunya tidak akan bisa mengabaikan itu semua dan sebisa mungkin melakukan apa yang bisa ia lakukan. Untuk bisa mengerjai temannya itu.
Suasana yang tadinya ramai semakin ramai saja saat mereka sudah benar-benar bersantai kali ini, gelap mulai menyapa, nyala api kecil sudah ada sedari tadi. Tidak terasa percakapan mereka sudah cukup lama.
Hingga hari menunju malam bisa terlewatkan karena mereka yang sibuk bicara satu sama lain menikmati suasa sore yang menangkan.
Kabar gembira yang tidak perlu penyangkalan apalagi sudah sangat jelas, hanya saja memang Retra senagaja melakukan hal itu karena ia merasa kesal pada Leon. Tidak ada salahnya jiga ia memastikan sekali lagi pada Leon.
Yang mana sebagai seorang teman tentunya akan sangat menyenangkan jika bisa membalas rasa kesalnya tadi, jelas hal itu tidak membuat Retra diam saja. Ia sengaja mengatakan itu untuk membuat Leon makin kesal padanya.
“Itu semua benar, bukannya kamu juga sudah setuju,” Leon menatap Fira yang mana ia agak sedikit kesal saat Retra menyangkal.
Leon meyakinkan Retra dengan menanyakannya langsung pada Fira, karena Retra pasti akan percaya jika Fira yang mengatakannya. Padahal sudah jelas Fira tadi tidak menyangkal. Tapi, entah apa yang membuat Retra kali ini terlihat sangat menyebalkan. Hingga membuat Leon kesal dibuatnya.
Bagaimana bisa ia menayaka hal yang sudah pasti jadi hal yang di ragukan, karena kata-kata itu keluar dari mulut Leon. Bukankah tinggal percaya saja itu akan lebih mudah daripada menyngkal yang pada akhirnya membuat mereka makin berdebat karena hal yang tidak penting.
Tapi itu semua juga sudah menjelaskan jika mereka sudah tidak lagi lelah setelah bertarung dan bisa lebih santai lagi kali ini. Percakapan yang mengalir begitu saja membuat mereka bisa memahami satu sama lain.
__ADS_1
“Iya, tapi kau bilang pada mereka begitu cepat membuatku malu saja,” ucap Fira yang tidak suka hubungan mereka di bahas, karena ia masih ingin merahasiakannya.
Apalagi melihat misi mereka juga belum selesai, jadi ia tidak ingin orang jadi berharapnya lebih pada dirinya. Perjalanan pajang penuh dengan rintangan membuat mereka harus berjuang untuk bisa berhasil. Untung saja mereka memiliki peta dan buku petunjuk yang bisa memandu mereka untuk melewati rintangan.
Meski mereka menggunakan cara yang berbeda tapi sepertinya itu lebih efektif daripada tidak tahu sama sekali, jadi jelas hal itu membuat mereka juga saling membantu satu sama lain.
Dengan kekuatan yang mereka miliki dan dengan hal yang luar biasa yang bisa mereka lakukan menjadikannya bisa dengan mudah untuk berkerja sama. Jadi tak butuh kata-kata untuk menebak kekompakan mereka juga semua sudah tahu jika mereka selalu bersama. Untuk bisa mendapatkan itu semua bukanlah hal yang mudah, jadi mereka harus berusaha sebisa mungkin dengan kekuatan dan apa yang mereka bisa.
“Wah, yang jelas selamat untuk kalian, aku juga merasa senang,” kata Retra yang akhirnya tidak ingin memperpanjang drama yang sengaja ia katakan.
Banyak hal yang bisa saja mereka lakukan dan hal itu juga membuat mereka tidak bisa mengabaikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
Daripada mengerjai Leon, Retra memilih untuk berhenti karena itu bisa saja membuat Fira kesal pada dirinya, jadi jelas Retra juga tahu diri dan tidak melanjutkan pertanyaannya.
Karena pertanyaan tadi itu juga memang sengaja untuk membuat Leon kesal, dan merupakan balasan atas apa yang dilakukan Leon tadi. Jadi tidak akan mungkin Retra memperpanjang permasalahan mereka, jadi ia memilih untuk mengakhirinya saja daripada menambah masalah.
Yang penting rasa kesalnya susah terbalas, dengan apa yang ia lakukan tadi. membuat Leon kesal adalah tujuannya. Retra juga tidak mau menyulitkan Leon, jadi jelas ia memilih untuk tidak menghiraukannya.
“Sedang kau kapan?” tanya Leon menatap Retra membuat Pika juga melihat ke arahnya.
Juga penasaran dengan apa yang dilakukan oleh retra dengan tiga apa yang akan dijawab olehnya, mendengar apa yang dibicarakan oleh kedua orang tersebut. Di mana dia juga ada sangkut pautnya hingga membuat Pika pun ingin tahu Apa jawaban dari retra.
Walaupun pada akhirnya dia harus kembali ke dunia asalnya, tapi sepertinya dia juga tidak ingin meninggalkan netral begitu saja dia juga menyukai retret dan berusaha untuk bisa menahan perasaannya karena apa yang dikatakan oleh paras.
Entahlah apa jika Dia memutuskan untuk tinggal di sana apa mungkin itu semua bisa dihentikan dan mungkin saja beliau bisa selamat. Tapi itu juga tidak diketahui oleh Apa yang membuatnya tidak boleh membutuhkan dengan retra padahal jalan-jalan yang melakukan hal yang benar-benar ingin dia lakukan Tapi tetap saja dia harus berhati-hati karena memang itu bukan dunianya.
Retra makin bingung dengan apa yang ditanyakan oleh Leon, jadi jelas ia tidak langsung menjawab dan hanya kebingungan karena ia tidak paham dengan apa yang ditanyakan Leon.
Retra malah memikirkan Pika, tapi sepertinya ia juga tidak ingin terus membuat Pika ikut dalam masalahnya. Jadi Retra memgira Leon menanyakan hal lain.
Karena tidak mungkin Leon akan membahas hal yang sama dua kali, bukankah itu terlihat keterlaluan. Daripada ia salah menebak toh ada baiknya ia pura-pura saja tidak paham dengan arah pertanyaan Leon.
Tapi, memikirkan itu malah Retra terus terpikir Pika, ia tidak bisa membuang banyangan Pika dalam benarknya, karena jelas rasa suka itu masih ada, dan untuk apa pula Leon bertanya seperti itu. Yang pada akhirnya membuat Retra bingung harus menjawan apa.
Tidak seharusnya Leon menayakan hal itu pada Retra, yang seharus percakapan mereka harus diakhiri secepatnya. Sebelum merambat semakin jauh lagi, yang membuat Retra kesulitan. Jadi untuk mencegah semua itu Retra juga jarus paham situasinya.
__ADS_1
“Hah, siapa aku?” Retra yang bingung dengan pertanyaan tersebut karena benar-benar dia merasa bingung harus menjawab apa titik seharusnya juga lewat tahu bagaimana perasaannya terhadap Fikar dan tidak seharusnya dia bertanya seperti itu sama halnya dia memojokkan.
tapi melihat hewan yang begitu manusia dan penasaran dengan dirinya mungkin itu semua adalah hal yang membuat retrep benar-benar merasa harus menjawabnya, karena terlihat jelas dari mata Mereka menginginkan jawaban.
Tidak mungkin juga retra mengabaikan teman-temannya dengan rasa penasarannya tersebut mengetahui dengan apa yang dilakukan oleh hewan benar-benar di luar dugaan retro juga tidak memiliki pilihan lain selain Dia juga menyukai Pika tentu saja akan sangat sulit untuk melupakan orang yang ia sukai selama dia masih ada berada di sampingnya dan hal itu jelas membuat Retra juga tidak tahu Apa tujuan dari Leon sebenarnya.
Tapi setidaknya dia juga harus menjawab dan tidak boleh membuat orang lain merasa ingin tahu tentang kehidupan yang tersebut walaupun itu semua dilakukan saja, karena semuanya kepada kita juga tidak bisa hilang begitu saja dan walaupun hal itu bisa dihilangkan oleh itu akan sangat sulit karena mereka merupakan cinta pada pandangan pertama.
Sebelumnya retra tidak pernah menyukai seseorang ataupun merasa jatuh cinta kepada orang lain maka dari itu dia sering sekali mengabaikan orang-orang yang ada di sekitarnya dan bersikap dingin karena memang dia tidak memiliki perasaan apapun kepada mereka.
Retra adalah orang memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi para elf, tapi tidak ada satu diantara mereka yang membuat saya tidak suka tapi pada saat ia bertemu denganPika.
Ia pun merasakan perasaan yang berbeda hingga sampai sekarang retra pun berusaha untuk bisa melindungi Pika dan memperjuangkannya melakukan apa yang diinginkan oleh Pika.
karena pita menginginkan dia kembali ke dunia asalnya maka dari itupun mereka tidak boleh dekat dengan Mika dan tidak boleh membuat kita dalam bahaya omah maka dari itupun retra berusaha sebisa mungkin untuk melakukan yang terbaik.
Agar bisa membuat ketika bertahan dalam perjalanan mencari batu permata sihir Karena perjalanan itu adalah perjalanan yang sangat sulit asalkan mereka bisa selamat dia juga bisa tenang.
Jika Retra bisa bersama Pika, maka tidak perlu dijawab harusnya Leon tahu semua itu. tapi sepertinya lewat memang sudah menguji retrader hal itu jelas membuat kereta tidak bisa mengabaikan hal tersebut pun membuat Ia pun menjawab apa yang dikatakan oleh Leon daripada teman-temannya merasa penasaran.
“Iya kau?” Leon yang antusias membuat Fira mencubit pinggang Leon memberi isyarat untuk tidak lagi meneruskan pertanyaannya itu, karena sudah jelas dari awal Retra menyukai Pika.
Sedangkan Pika berasal dari dunia lain membuat merek tidak bisa Bersatu. tapi entar dengan para elf lain mungkin Retra juga tidak terpikirkan akan hal itu, dan belum ingin memikirkannya jadi jelas Hal itu membuat peraturan juga tidak tertarik sama sekali untuk memiliki hubungan dengan orang lain terlebih dahulu selama bekam masih berada di sana dan selama itu juga lemon tidak akan bisa melupakan Pika.
“Ah itu, entahlah.” Retra mejawab dengan lemas karena memang perasaannya hanya untuk Tika dan tidak akan tergantikan mungkin akan sangat sulit baginya untuk bisa pindah ke lain hati titik tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun dan mungkin dia juga kan bertahan dengan kesendiriannya tersebut.
Daripada harus membuat orang lain merasa kecewa karena dia masih menyukai dan ia tidak bisa bersama dengan hal itu benar benar adalah hal yang sangat membuat retret juga merasa kesulitan untuk mempertahankan hubungan yang sudah tahu akhirnya akan bagaimana.
“Semangat kawat, au selalu mendukungmu,” kata Leon pada akhirnya, hanya memberikan motivasi dan juga semangat untuk kereta agar bisa memperjuangkan apa yang dia inginkan titik walaupun semua orang melarang dan tidak boleh melakukan hal tersebut pun Leon tetap memberi dukungan kepada Retra.
Jika itu seseorang yang disukai oleh retra maka dia harus memperjuangkannya itulah yang ingin dikatakan oleh hewan terlepas dari itu bahaya atau tidak tapi setidaknya mereka bisa memanfaatkan waktu Berdua dan tidak mengabaikan satu sama lain.
Terlihat jelas mereka berdua saling menahan rasa sukanya dan tidak ingin dekat Padahal mereka memiliki kesempatan itu apalagi melakukan perjalanan jauh seperti itu hal tersebut benar-benar membuat tikar juga tidak bisa merasa kesulitan sama sekali.
“Sebaiknya kita, istirahat sebelum melanjutkan perjalanan besok,” kata Retra mengakhiri percakapan canggung itu membuat semuanya setuju.
__ADS_1
Karena besok juga mereka akan melanjutkan perjalanan dan sekarang pun mereka menyuruh teman-temannya untuk beristirahat terlebih dahulu karena hari juga sudah semakin malam tidak terasa percakapan mereka benar-benar membuat mereka hanyut dalam pembicaraan yang masing-masing hingga tidak terasa waktu pun sudah cepat berlalu dan hari juga sudah mulai gelap.
Untung saja tenda sudah terpasang dan mereka juga sudah makan hingga membuat rasa lelah Mereka pun sedikit demi sedikit hilang dan waktunya untuk beristirahat untuk mempersiapkan apa yang harus mereka lakukan besok pagi karena akan menghadapi kerajaan kupu-kupu yang baru bagainya.