
Hari yang begitu terik setelah merasakan tugasku, aku pun berjalan menuju kantin kulihat Azzam yang masih sibuk karena jelas banyak pekerjaan jadi aku tak ingin mengganggunya tahu tadi ada klien datang membuatnya pasti mengerjakan proyek baru. Jadi aku lebih memilih untuk pergi ke kantin sendirian.
"Woi Kak kok sendirian nggak ngajak-ngajak?" tanya Doni yang tiba-tiba ada di belakangku dia seperti siluman yang tiba-tiba datang tanpa tanda-tanda.
Tadinya aku berniat untuk makan sendiri dan memesan beberapa makanan untuk asam karena tidak ingin mengganggunya jerawat ataupun harus membawakan makanan untuknya dan hal itupun gagal karena tiba-tiba Doni datang aku kira dia tidak mengikutiku karena aku sengaja tidak mengajaknya.
Ruangan kami memang berdekatan Jadi jika ada yang keluar pun semua pasti akan tahu melihat asem juga. Yang sepertinya sedang sibuk tidak akan tahu aku pergi dan hal itu membuatku cepat-cepat untuk pergi ke kantin, segera saja aku mengisi perutku itulah niatku dari awal tapi ternyata Doni yang tiba-tiba datang membuatku bingung harusnya dia ini aku sama anak-anakku nantinya malah akan membuat asem pun makin kesal.
Perasaan tindak enak terus menghantuiku Saat aku berjalan dengan Doni menuju kantin.
"Lho kok ketemu kau tahu saja aku mau ke kantin tadinya aku mau mengajak Azam tapi sepertinya dia sibuk," jawabku saat itu karena memang nggak mengetahui jika Azam sedang sibuk dengan pekerjaannya jadi aku memang tidak mengajaknya.
Kataku beritahu jika tidak mengajak Azam jelas hari itu terasa aneh karena memang aku biasa pergi kemana-mana bersama dengan asem tapi kali ini aku sendirian menarik perhatian dan juga membuat pertanyaan itu terakhirnya menggangguku karena memang lebih nyaman jika bersama dengan Azam daripada sendirian.
__ADS_1
"Wa aku kira kalian sedang marahan biasanya ke mana-mana selalu bersama tapi terlihat Kakak sendirian jadi aku temani," kata Doni saat itu akhirnya membuatku pun sulit untuk menolak karena memang satu perusahaan satu kantin tapi tidak ada adzan di sana membuatku juga bingung.
Kata yang mengira demikian karena biasanya kami bersama dan kami sekarang sendiri-sendiri hal itu jelas membuat Aku pun merasa bingung bagaimana harus menjelaskan kepadanya yang benar itu juga membuatku tidak bisa mengabaikan apa yang sudah menjadi tugas dan kewajibanku di mana hal itu membuatku juga harus menjelaskan kepada Doni bahwa aku akan menyelesaikan semua tugasku dan tidak akan mengabaikan apapun yang menjadi kewajibanmu maka dari itu aku berusaha sebesar mungkin untuk menunjukkan sikap simpatiku dan tidak mengabaikannya.
"Waduh kalian berdua ini kenapa meninggalkanku dan tak mengajakku aku juga butuh makan siang walaupun sibuk," Kata zam saat itu yang ternyata sudah berada di belakangku aku pun langsung menoleh ke arah belakang dan tersenyum salah jika tadi aku tidak mengajarkan tapi ternyata Ia mengikutiku di belakang aku kira dia begitu sibuk.
Azab yang ternyata juga ada di belakangku membuatku kaget karena dia tiba-tiba muncul dan langsung bergabung dengan kami titik Aku kira dia tidak melihat keluar tapi ternyata dia melihatnya keluar dari mengikuti kami ternyata mereka berdua memang sengaja berada di belakangku membuatku kaget saja Padahal aku ingin pergi ke kantin sendirian dan membawakan makanan untungnya tapi ternyata dia sudah berada di belakangku dan ikut makan bersama denganku jadi tidak masalah untuk hal itu karena aku kira dia sibuk tapi ternyata tidak.
Aku berusaha terus menjelaskan kepada Azam Kenapa aku tidak ke ruangannya dan tidak mengajarnya aku takut juga akan terjadi sesuatu hal yang tidak mengenakan apalagi kalau dia sudah kesal dan merasa tidak akan maka dari itu aku berusaha menjelaskannya agar dia pun mengerti.
Sebenarnya memang salahku yang akan pergi begitu saja dari ruangan hingga memahami perhatian dua orang itu mengikutiku padahal harusnya aku bilang dulu kepada Asep minum obat mereka tahu aku akan pergi ke mana dan memang ruangan kami begitu dekat hingga tahu bagaimana aktivitas satu sama lain jika tidak sedang sibuk banget walaupun aku keluar mereka juga tahu di jika akan keluar.
Mengapa kedua orang itu benar-benar membuatku khawatir ketika berada di kantor apalagi sikap dunia yang begitu baik membuat azam yang selalu saja merasa kesal dan membuatku merasa tidak enak.
__ADS_1
Padahal kami memang tidak ada hubungan apa-apa dan kamu hanya sebatas kerja hal itu juga berada di kantor yang sama dan juga di tempat yang sama Azam juga melihat seluruh kegiatanku dan tidak mungkin aku melakukan hal-hal yang tidak perlu aku lakukan.
walaupun hubungan mereka berdua begitu dekat dan tahu jika aku salah minum menjadi istri. mengapa dia selalu saja merasa khawatir denganku dan selalu saja membuatku merasa tidak enak dengan perhatian yang diberikan oleh Azam.
Apalagi mendengarkan cerita-cerita dari dunia yang begitu tentang bagaimana cara benarkah dia seperti itu ataukah tidak karena aku memang Baru pertama kenal dan belum lama ini dan hal itu juga membuatku masih berusaha untuk mengetahui cerita masa lalu tentang asam karena aku benar-benar tidak mengenalnya sama sekali.
"Iya besok lagi aku pasti akan mengajak Mas untuk makan bersama Aku tidak tahu jika masih begitu sibuk itu aku kira tidak akan sibuk seperti ini karena aku mengira jika memang nantinya bakalan mengganggu," kataku yang tidak ingin disalahkan dan memberi alasan Hal itu membuat asam juga tidak marah dan akhirnya kita makan bersama seperti biasa Doni selalu ikut Entah kenapa dia pede saja walaupun tahu jika kami berdua.
Kami bertiga segera saja memesan menu makan siang bersama-sama, dan tidak lupa menyantapnya bersama juga dan makan siang itu pun di luaran sana karena tadinya aku tidak ingin mengajak mereka tapi mereka akhirnya ikut bersamaan denganku makan siang yang seharusnya juga aku lebih memilih mengajak asam terlebih dahulu tapi ternyata tindak pinda.
Semoga saja tidak ada masalah aku tahu jika dia sedang kesal pasti akan banyak bicara dan membuatku kesulitan maka dari itu pun aku berusaha sesuai melakukan apa yang harusnya tidak aku lakukan dan membuat Azam kesal ataupun marah.
"Kok harusnya makan yang banyak," kata Samsat itu menambahkan lauk di piringkuk hal itu membuatku bingung bagaimana memakannya padahal itu memang sudah porsi kutu pun kadang terlalu banyak.
__ADS_1