
Itu membuat Pika sangat terkejut, besarnya dia sudah tiga hari di sana tapi belum mengenal orang-orang yang ada di sana. Sepertinya hari-hari itu dihabiskan untuk latihan saja hingga membuatnya bosan.
"Apa Faras akan menyetujuinya, sedangkan aku adalah pendatang baru yang tidak dikenal oleh mereka dan dari dunia yang berbeda," kata Pika yang merasa ragu-ragu dengan apa yang akan diberikan oleh Faras karena dia tahu jika selama ini dia tidaklah kenal dengan orang-orang yang ada di sana.
Pika endiri masih merasa aneh dengan tempat tersebut, tapi dia juga ingin merasa mengenal dengan bangsa Elf yang ada di sana, karena mengetahui jika Mereka terlihat baik saat ia berjalan melewati mereka saat akan berlatih.
Rasa penasarannya ingin mengenal mereka semua sembuat Pika pun juga ingin lebih tahu tentang mereka, tapi baru bisa mengucapkan sekarang karena sudah dari kemarin dia memang sibuk latihan.
Melihat dan mengamati cara mereka memandang Pika sudah jelas mereka tidak mengenal Pika dan juga ingin lebih mengenalnya lagi. Maka dari itu Pika ingin tahu banyak tentang mereka.
"Maka dari itu aku bilang kepadamu untuk tanya langsung pada Faras, dan aku tidak bisa memberi jawaban untuk itu," jawab Retra yang tidak memiliki wewenang di sana. Ia hanya bisa menjaga para Elf. Karena ia bukan ketuanya. Yang lebih berpengaruh di tempat tersebut adalah Faras apalagi melihat kedekatan Pika dengannya pastilah akan mendapatkan persetujuan dari Faras
"Baiklah, berarti untuk sementara waktu aku tidak ingin berlatih kali ini aku ingin berjalan-jalan sekitar sini, meski tidak dikenalkan dengan mereka setidaknya aku tahu lokasi daerah sini," kata Pika yang ingin berjalan-jalan melihat lokasi tempat mereka berlatih. Mengingat kemarin saat retra membawanya ke air terjun yang begitu indah.
Kali ini Pika pun ingin mengetahui tempat-tempat yang ada di sana, karena memang benar-benar berbeda dengan dunia manusia di sanalah ada daya tarik tersendiri hingga membuat Pika pun memutuskan untuk jalan-jalan kali ini dan ingin segera mengakhiri latihannya.
"Kau ini benar-benar sangat merepotkan, bukannya aku tak ingin mengajakmu berjalan-jalan, tapi aku takut jika kau bertemu dengan bangsa peri dan belum bisa melawannya akan membuatku kerepotan," keluh Retra yang masih saja merasa khawatir.
Pasalnya mereka tidak senang berjalan-jalan ataupun tidak sedang dalam suasana yang menyenangkan, tapi mereka benar-benar berada dalam suasana yang mencekam yang selama ini bertahan atas apa yang dilakukan oleh bangsa Peri.
__ADS_1
Maka dari itu Retra juga merasa khawatir dengan keselamatan Pika. Ia yang juga memiliki ide untuk memberikan pelatihan agar kita benar-benar bisa membela diri tapi sepertinya Pika yang cepat bosan menginginkan hal lain.
Poka yang ingin tahu daerah sekitar sana meski tempat itu sangat indah dan juga berbeda dari tempat yang lainnya, tapi tetap saja bangsa peri yang selalu mengintai mereka akan sangat berbahaya jika mereka tertangkap.
Maka dari itu Retra pun sebenarnya merasa berat dan juga mengajak mereka berjalan-jalan.
"Kenapa Kau pelit sekali tinggal berjalan-jalan saja tidak mau," kata Pika yang merasa kesal karena tidak mendapatkan izin dari Retra.
Melihat apa yang dikatakan oleh Retra sepertinya sesuatu ya suatu hal yang berat saja, padahal pikir hanya ingin berjalan-jalan dan tidak ingin melakukan hal lain tapi begitu berat menyetujui permintaannya tersebut.
Pika yang belum mengetahui sama sekali seperti apa bangsa peri dan hanya mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Retra dan juga Faras juga tidak terlalu menganggapnya berbahaya, sesuai dengan cerita pada umumnya di dunia manusia pun bangsa Peri tidak begitu menakutkan tak seperti apa yang diceritakan oleh Retra. Maka dari itu Pika tidak begitu merasa ketakutan Hal itu pun membuatnya malah makin merasa penasaran.
Yang tidak mau mengambil resiko pun dengan cepat menolak apa yang dikatakan oleh Pika pasalnya keselamatan Pika bisa dalam bahaya jika dia melakukan kecerobohan.
"Bukan begitu," tolak Retra yang terus memikirkan. Bagaimana cara untuk bisa memberikan pengertian pada Pika bahwa tempatnya tidak aman dan selama ini mereka juga sedang berjuang untuk melawan bangsa peri,jadi Retra jelas merasa khawatir jika ingin mengajak kita berjalan-jalan di daerah situ.
"Tak perlu banyak alasan kalau memang pelit ya sulit," kata Pika yang benar-benar tidak mau mengerti dengan apa yang dikatakan oleh retra dan terus memaksa retro untuk mengajaknya berjalan-jalan.
Rasa ingin tahunya yang begitu besar dan juga keinginannya tersebutlah yang mendorong Pika meminta Retra, mengajaknya untuk berjalan di daerah sana dia yang tidak tahu tempat apa saja yang ada di sana karena jelas ia bukan orang yang berasal dari dunia tersebut.
__ADS_1
Dika yang hanya baru pertama kali ke air terjun juga merasa senang karena air terjun di sana benar-benar berbeda dengan dunianya, maka dia pun kali ini ingin mengajak Retra ke tempat lain yang mungkin lebih indah daripada tempat sebelumnya.
Tapi Retra terus bersikeras menolak apa permintaan Pika. Padahal selama ini Pika sudah kesal dan juga sudah meluangkan waktu untuk berlatih, tapi hanya mengabulkan permintaan kecil untuk berjalan-jalan saja sepertinya sangat sulit dan begitu enggan memberikan jawaban.
Setelah bimbang dan juga terdesak oleh apa yang dikatakan oleh Pika pada akhirnya Rendra pun menyetujui hal tersebut.
"Ya sudah baiklah," kata Retra yang akhirnya setuju dan tidak bisa lagi menolak keinginan perbaikan yang begitu besar dia terus mendesak untuk ingin berjalan-jalan daerah sekitar sana.
Walaupun sudah dijelaskan berulang kali jika akan berbahaya untuk dirinya. Tapi tetap saja pita yang bersikeras pun membuat kereta akhirnya setuju.
"Iyes, terima kasih. Retra," kata Pika senang sambil memeluk Retra. Yang lagi Pika selalu saja bisa membuat jantung Retra berdebar kencang.
Dari awal retra memang sudah menyukai Pika karena larangan dari kakaknya tersebut membuat Ia tetap menjaga jarak dengan Pika dan tidak berani dekat dengan Pika, mencoba untuk memendam perasaan sukanya tersebut tapi jika sikap Pika seperti itulah jelas akan sangat kesulitan untuk menghilangkan rasa sukanya tersebut.
"Lagi-lagi kau bertindak seperti ini, membuatku kesulitan saja. Bagaimana bisa aku tidak menyukaimu, jika kau seperti ini," kata Retra membuat Pika langsung melepaskan pelukannya.
Sadar dengan apa yang dikeluhkan oleh Retra, karena Pika juga tahu bagaimana perasaan Retra padanya, meskipun Retra tidak pernah mengatakannya secara langsung tapi jika pernah mendengarkan curahan hati retra saat Pika sedang pura-pura tidur.
"Eh, maaf. Aku kan' hanya mengekspresikan rasa senang ku Jadi kau jangan Salah mengartikan," kata Pika beralasan yang sebenar ia juga tidak ada maksud tertentu, dan tidak sadar jika tindakannya akan membuat Retra kesulitan.
__ADS_1