The Magical Elf

The Magical Elf
Diluar Dugaan


__ADS_3

Pika curigan jika ternyata benar pagi hari retra pun datang ke rumah Faras. Hal itu benar-benar membuat, Pika bingung karena sebenarnya apa yang sudah terjadi.


Pika keluar menemui Retra, karena dia ingin bertemu dengannya. Hal itu benar-benar membuat kita merasa penasaran.


"Pagi maaf, kemarin aku sedang mabuk, apa aku melakukan sesuatu padau?" kata Retra yang tiba-tiba meminta maaf membuat kita tidak mengerti apa yang sedang ia bahas.


Padahal retra tidak melakukan kesalahan apapun dan kemarin dia sudah membantunya bahkan mengantarkannya sampai rumah lalu Kenapa hari ini dia meminta maaf.


"Hah, tidak kau hanya mengantarkan ku pulang," Jawab Pika yang menjelaskan jika Retra hanya mengantarkan ia pulang dan tidak melakukan apa-apa.


Hal itu juga membuat Pita tidak tahu kenapa pagi hari rata datang langsung meminta maaf, padahal memang tidak ada kesalahan yang ia lakukan.


"Syukurlah kalau begitu, maaf yah aku pergi dulu," kata Retra yang langsung pergi begitu saja hal itu jelas membuat Pika juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Retra, yang makin aneh.


Padahal kemarin itu juga sudah terlihat aneh dan pagi hari juga sangat aneh, apalagi dia hanya meminta maaf setelah itu berpamitan pergi. Padahal kita sendiri tidak tahu apa tujuan penetralan meminta maaf kepada dirinya.


Pika yang masih mematung bingung dengan apa yang dikatakan oleh Retra, pasalnya ia memang benar-benar berbeda dari biasanya. Tapi jelas hal itu membuat Pika tidaj tahu kalau Retra sedang mabuk.


"Pantas saja kemarin dia sangat berbeda," batin Pika sambil masuk kembali ke rumah.

__ADS_1


Rika juga tahu bahwa retra bersikap sangat aneh dan kali ini membuat Pika sadar, kenapa temannya itu bersikap sedemikian aneh dan bahkan berbeda daripada dirinya yang sebelumnya.


Hal itu membuat Pika tahu jika memang mereka benar-benar mabuk dan mengatakan hal-hal konyol. Apalagi pagi tadi juga mengatakan hal yang sama membuat Pika juga merasa benar-benar dengan apa yang dilakukan oleh Retra dan sampai mabuk jelas membuat Pika pun merasa bingung.


Dari mana dia bisa mabuk dan meminum minuman seperti itu, padahal Ia sendiri tidak tahu jika di dunia itu ada minuman yang bisa memabukkan.


Karena ia mengira jika dunia itu baik-baik saja dan tidak ada minuman semacam itu, tapi ternyata dengan apa yang dikatakan oleh retra jelas Ada minuman yang bisa membuat dia mabuk, hingga membuat mereka merasa penasaran tapi jelas saya tidak bisa mengikuti Retra.


Karena dia sudah pergi terlebih dahulu dan tidak bisa banyak bertanya kali ini. Apalagi Faras masih di rumah pasti akan membuat semakin merasa marah dengan apa yang dilakukan oleh adiknya tersebut, selain kemarin dia bertingkah aneh dan ternyata dia mabuk pasti jelas akan membuat Faras benar-benar marah kepadanya dan tahap yang akan dilakukan oleh paras kepada rata. Tapi saat itu mereka juga masih berusaha untuk memikirkan alasan yang tepat.


"Siapa? Kenapa tidak masuk," tanya Faras yang merasa penasaran membuat luka juga bingung harus mengatakan jujur atau tidak.


"Retra," jawab Pika yang memang retra yang datang untuk meminta maaf dan hal itu jelas membuat Pika pun langsung menjawab apa yang ditanyakan oleh Faras.


Agar Faras tidak lagi merasa curiga dan juga merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh rakyat, walaupun hal itu benar-benar sangat membuat kita juga merasa kaget fitrah yang butuh pada tahun dan mengakui semua kesalahannya tersebut, membuat kita juga tidak habis pikir dengan apa yang sudah dilakukan olehnya kemarin.


"Ada apa lagi anak itu?" tanya Faras yang belum sempat bertanya tentang kejadian kemarin sore dan pagi tadi soretra sudah membuat ulah lagi.


Hingga membuat paras benar-benar merasa ada yang harus ia pertanyakan kepada adiknya tersebut dan hal itu jelas membuat paras tidak mengerti dengan apa akhir-akhir ini adiknya bersikap begitu aneh dan bahkan tidak seperti biasanya.

__ADS_1


"Ah tidak, kemarin dia mengatakan ku, tapi ternyata ia tidak sadar dan sedang mabuk," kata Pika mengatakan dengan jujur apa yang dikatakan oleh Retra dan mengatakan jika para datang untuk meminta maaf.


Hal itu benar-benar membuat paras perasa kaget karena sebelumnya reta tidak melakukan hal seperti itu. Apalagi saat dia sedang bertugas jelas hari itu adalah sebuah kesalahan, hingga membuat pada rasa kesal dengan adiknya tersebut.


Ia masih belum sempat untuk mengatakan langsung kepada retra dan sempat bertemu dengan rata-ratanya, hal itu harus segera diselesaikan oleh para pendiri karena memang rata sebagai orang kepercayaannya harusnya tidak melakukan hal sedemikian rupa sehingga membuat ia benar-benar tidak bisa mengendalikan kondisi yang ada di perbatasan sampai dia meninggalkan begitu saja dan pergi ke rumah tanpa menyelesaikan tugasnya tersebut.


Jelas membuat suara benar-benar marah kali ini benar dan ia pun akhirnya memutuskan untuk menemui Retra dan meminta kejelasan dengan apa yang dikatakan oleh kita yang mana itu jelas membuat Saras pun harus menghukum Retra


"Retra mabuk, tidaj bisa aku biarkan," kata Faras kesal yang ingin segera menemui adiknya tersebut dari mana dia juga tidak tahu bagaimana bisa seorang Retra yang harusnya menjadi seorang pemimpin pasukan malah mabuk-mabukan membuat paras semakin geram saja.


"Iya, aku juga penasaran kenapa dia bisa seperti itu," kata Pika yang jelas semakin memperkeruh suasana Dengan mengatakan hal demikian dia pun makin membuat paras marah hal itu juga membuat Faras benar-benar tidak bisa menahan emosinya di saat mereka juga terus mengatakan hal yang sama.


Di mana kita juga ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi hingga ia tidak menutupi kesalahan retra dan membuat suara marah karena dia tidak tahu jika mereka dapat bertindak sedemikian rupa.


"Biar saja aku nanti menemuinya nanti," kata Faras terlihat kesal dan ingin segera menemui retra saat itu dan hal itu juga membuat parasutra bersiap-siap untuk pergi bertemu dengan adiknya.


Agar bisa tahu kejelasan dari cerita yang disampaikan oleh Pika karena suara si daki ingin jika bangsa elf terancam karena perbatasan yang tidak dijaga dengan benar.


Melihat hal itu Pika jadi tidak enak hati, harusnya tadi ia tidak biacara jujur. mau bagaimana lagi itu yang terbaik daripada dia harus berbohong.

__ADS_1


__ADS_2