
Setelah selesai membuat perencanaan bisnis seperti apa yang dikatakan oleh Azam aku pun memberikannya kepada yang sesuai dengan rencana semula yang mana.
Hal itu membuat kita pun tidak bisa mengabaikan Apa yang harus kita lakukan maka dari itu pun aku secepatnya menyelesaikan tugasku tersebut tahu jika Azam pasti memerlukan catatan dan memerlukan laporan.
Maka dari itu aku berusaha susah mungkin menyelesaikan tepat waktu karena hal itulah yang membuat aku tidak bisa mengabaikan apapun yang menjadi permasalahan mungkin maka dari itu untuk bisnisku akupun kali ini serius.
Kulihat azam yang masih sibuk hingga membuatku juga merasakan akan menyetorkan hasil pemikiranku kepadanya tapi aku butuh pendapatnya maka dari itu aku beranikan diri saja langsung menanyakan hal tersebut kepada azam untuk bisa mengkoreksi ulang apa yang sudah aku buat.
"Mas Azam, aku sudah menyelesaikan laporannya Bagaimana menurut mas." aku memberikan dokumen berisi laporan yang aku ketahui kepada Azam untuk bisa mendapatkan koreksi maka dari itupun aku buru-buru memberikan kepadanya.
Hal itu membuat Azam pun menerimanya dan mengoreksi dengan serius baru karena aku melihat hasil begitu serius menyelesaikan laporan padahal biasanya di rumah tidak serius itu mungkin karena ini adalah usaha yang diberikan olehnya untuk kepentinganku.
Di mana Aku juga bisa mengisi waktu luang memperhatikan jam yang sedang membaca dokumen tersebut dia benar-benar meneliti dengan seksama.
Baru kali ini aku melihat Azam begitu serius meneliti dokumen yang aku berikan kepadanya dan Hal itu membuat Ia pun menambah dan juga mengoreksi beberapa hal yang perlu ditambahkan dalam pembuatan bisnis usaha baru yaitu belajar banyak hal.
__ADS_1
Hasil memberikan dokumen itu kepadaku serta memberitahukan mana yang harus dikoreksi dan mana yang harus ditambah serta mana yang tidak perlu ditambahkan hal itu membuatku belajar berbagai banyak hal dan hal itu juga membuatku benar-benar melakukan apa yang bisa kulakukan selama ini di mana Hal itu pun jadi menambah pengetahuan dan menjadi paham.
"Ada beberapa item yang perlu dikurangi dan juga ada yang harus ditambahkan aku sudah menuliskannya di situ dan aku mencoret yang tidak dibutuhkan Kok bisa memperbaiki lagi dan nanti kita diskusikan lagi," kata Azam saat itu yang juga masih sibuk dan aku menambah kesibukannya.
"Baiklah," kataku membawa dokumen tersebut untukku perbaiki dan aku pun mulai menuliskan kembali dokumen yang harus disiapkan sebelum melakukan pulsa baru dan hal itu benar-benar membutuhkan banyak sekali dokumen-dokumen yang harus diurus ternyata.
Hal itu juga membuatku tambah paham mengenai pembukaan usaha baru di situ maka aku pun benar-benar bisa belajar banyak tentang usaha tersebut dan tidak asal membuka usaha dimana hal itu membutuhkan proses yang lumayan panjang ternyata.
"Ngopi Kak," kata Doni mengantarkan kopi kemejaku akupun tersenyum karena dia tahu jika aku suka minum kopi padahal jarang sekali ada yang mau minum kopi dan hal itu pun membuatku berterima kasih kepadanya karena memang aku sedang lelah dan ada orang yang baik.
"Terima kasih," kataku karena sudah dibuatkan kopi dan aku pun melanjutkan laporanku tidak akan mengganggu.
Tapi semenjak aku berada di perusahaan asing pun bisa melupakannya dan bisa fokus pada usahaku yang akan aku buat nanti dengan bantuan dari asam dan juga Doni yang ada di sana.
Aku pun membuat proposal tersebut agar bisa untuk diajukan dan bisa mendapatkan izin yang mana hal itu memang masih banyak dan aku juga belum mencari tempat yang strategis dan akan dicari mungkin besok karena waktu juga sudah mendapat dan aku juga tidak terburu-buru masih banyak proses juga yang harus diselesaikan maka dari itu pun aku berusaha ber sabar.
__ADS_1
"Serius semboyan diminum dulu kopinya Nanti keburu dingin," kata dunia memperingatiku karena aku terlalu sibuk dengan laporanku hal itu pun membuat aku beristirahat sebentar untuk melanjutkan kembali laporan karena masih banyak hal yang harus diselesaikan dan Baru kali ini aku mau membuka usaha ternyata sesibuk ini.
"ya baikinnya juga lagi diminum sedikit-sedikit kok tenang saja nanti juga habis," kataku lagi menghabiskan kopi yang ada di meja tapi aku tidak suka langsung diminum semua dan tentunya aku pun sambil membuat dokumen dan juga menyelesaikannya.
Karena aku takut jika hari itu tidak selesai dan akan menambah perpanjangan waktu di mana sudah dua orang yang membantuku tetap saja hal itu membeku juga merasa tidak enak yang mengenal itu membuat aku juga bersuara bisa mungkin dengan kemampuan yang aku miliki dia.
Yang mana aku bisa menyelesaikan dokumen tersebut agar bisa membantu sebenarnya memang untuk kebutuhanku sendiri dengan alasan aku tidak memiliki pekerjaan yang mana membuat usaha baru adalah pilihan terbaik daripada harus di rumah dan terus bersama dengan ibu kamilah ataupun Nita yang tidak cocok denganku.
Walaupun mereka hanya tinggal sementara tapi tetap saja keberadaannya sangat menggangguku dan tidak bisa membuatku tenang sama sekali maka dari itu pun aku mengusulkan laporan untuk bisa membuat usaha baru di mana hal itu langsung disetujui oleh Azam dan dia pun membantu semua prosesnya hal itu jelas membuatku merasa benar-benar tergantung dengan apa yang dilakukan oleh Azam.
Padahal memang bukan kami Belum lama ini tapi kebaikannya benar-benar membuatku merasa tenang Aku pun tak perlu lagi dengan apapun yang dilakukan olehnya.
Tapi tetap saja yang menjadi masalah besar kali ini dia terlalu mengawasiku hingga membuatku juga tidak bisa bebas pergi ke sana kemarin jika aku bertemu dengan temanku selalu saja dicurigai hal itulah yang membuatmu kadang tidak bisa merasakan bebas sama sekali.
Hingga mampuskan niatku untuk bisa membuka usaha saja daripada nanti menambah masalah di mana hal itu membuatku juga harus berusaha untuk tidak terlalu memikirkan tentang apa yang dilakukan oleh orang yang mungkin tidak penting tapi hal itu juga kadang mengganggu ku.
__ADS_1
"Baik banget sudah dibikin kompi Kenapa tidak ada yang membuatkan ku teh," sindir Azam yang tiba-tiba sudah ada di hadapanku Entah dari mana datangnya dia yang langsung bilang seperti itu membuatku malah makin tidak enak padahal Doni mudah-mudahan memberikannya.
Karena rasa tulusnya yang mungkin ingin membantuku karena sudah jadi aku terlalu serius tapi lagi-lagi asam selalu bersikap seperti itu padahal Doni merupakan asistennya sendiri yang sudah lama bekerja dengannya Kenapa harus seperti itu.