The Magical Elf

The Magical Elf
Menolong Retra


__ADS_3

Retra yang masih terbaring sakit di rawat oleh Pika, yang ada di sana. Tentunya sebagai seorang teman selalu ada disampingnya untuk membantu dan mendukung nya.


"Berusaha untuk membantunya agar dia tidak kesakitan dan cepat sembuh," batin Pika yang tidak ingin melihat Retra sakit.


Pika yang merawat Retra dengan mengkompresnya agar demamnya cepat turun. Ia benar-benar merasa khawatir dengan Retra.


"Cepat sembuh," ucap Pika yang ada di samping Retra membuat Retra terbangun mendengar suara paruh Pika karena menangis.


"Jangan menangis aku sudah tidak apa-apa." Retra yang berusaha bangun setelah ia rasa sudah mendingan.


Retra juga tidak tega melihat orang yang ia sukai menangis karena dirinya kamu apalagi melihat Pika yang terlihat sangat khawatir. Membuat Retra juga tidak ingin mengabaikannya.


"Kau sudah bangun? apa aku butuh sesuatu?" tanya Fika yang segera menyekat air matanya ya benar-benar merasa senang saat melihat Retra sudah bangun.

__ADS_1


Sedari tadi dia menunggu retra di sampingnya berharap jika retra cepat sadar dan juga siuman, serta bisa melewati masa kritisnya. Maka dari itu saat melihat Retra, bangun pun Pika benar-benar merasa senang, ia segera menghapus air matanya.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, aku tak ingin melihat kau bersedih," kata Retra tahu jika Vika menangis.


ya tak ingin orang yang sukai bersedih karena dirinya, maka dari itupun dia benar-benar ikut merasa bersedih saat nikah juga sedih.


"Tenang saja aku tidak apa-apa aku malah merasa senang saat kau sudah siuman, apa kau butuh sesuatu?" tanya Pika lagi ingin membantu Retra.


Apalagi kesehatan yang mulai membaik dan mulai pulih jelas Hal itu membuat Retra sudah merasa lebih baik daripada sebelumnya.


Pika segera bergegas mengambilkan retra air minum, Ia pun segera memberikan kepada retra titik apalagi melihat retra yang sudah bangun dia begitu senang.


"Siapa yang tidak khawatir Jika seorang teman sedang terluka kuharap kau cepat sembuh," kata Pika saat itu yang berada di samping kereta yang sudah lebih baik daripada sebelumnya melihat retrail tadi terus berbaring membuat khawatir.

__ADS_1


Tapi kali ini kemuliaan Retra pun berangsur-angsur membaik membuat Pika merasa lebih tenang.


"Kau yang tenang tak usah panik begitu aku pasti cepat sembuhkan minum ramuan dari Fira." Retra mengusap kepela Pika, berusaha untuk bisa membuat Pika lebih tenang dan tidak terlalu bersedih karena dirinya terluka.


"Iya aku tahu tapi yang melihatmu terbaring siapa juga yang tidak bersedih," ucap Pika habis pikir kenapa Retra begitu santai.


Padahal sedari tadi ia terbaring, dan terlihat sangat mengkhawatirkan hingga membuat di kebun bersedih.


"Iya maafkan aku aku janji tak akan membuatmu bersedih lagi," kata Retra agar dia tidak menangis dan berjanji untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi.


Memang apa yang ia lakukan benar-benar sudah sangat kelewat batas, tapi dia juga berusaha untuk melindungi teman-temannya, mungkin sarannya memang salah dan maka dari itu suatu hari nanti Retra tidak akan mengulangi hal tersebut dan akan mengutamakan kerjasama.


Pika pun tersenyum mendengar hal tersebut dia berharap jika retra tidak akan terluka untuk yang kedua kalinya cukup kali ini saja diamlah ambil tindakan yang bodoh hingga membuat dia terluka.

__ADS_1


__ADS_2