
Saya makan kami pun pulang dan melanjutkan diskusi di kantor. Karena di kantor lebih nyaman daripada di luar.
Sampai di sana Azam menyelesaikan laporannya aku pun menyelesaikan tugasku sendiri Doni juga sibuk dengan pekerjaannya karena setengah hari ditinggal mungkin kami juga akan pulang malam lagi.
"Besok kita akan mencari tempat yang cocok untukmu Aku tadi suka yang dekat perempatan jalan itu terlihat ramai tapi penawarannya terlalu tinggi menurut Bagaimana?" tanya Doni saat itu membuat aku berpikir juga sama tapi aku suka yang kedua.
Menurutku tadi yang lebih dekat dengan perusahaan di mana Di situ juga bisa ramai karena banyak perusahaan," kataku yang lebih suka Tempat kedua tapi hal itu tidak menjamin dan Apa gunanya menuruti nanti keputusan asem.
"Wah aku tahu Kau pasti cari tempat yang dekat dengan perusahaan agar bisa pergi menemui azam setiap hari sindir dunia yang memang saja kalau bicara tentang azab dia selalu seperti itu membuatku pusing saja," kata dunia yang saat itu menebak kenapa aku ingin membuat cafe itu dekat dengan kantor.
Padahal aku kira Jika dengan kantor dan banyak perusahaan di sana akan lebih ramai lagi daripada di perempatan jalan yang tadi yang tidak semuanya kantor dan hanya perumahan bisa.
Hal itu membuat aku memikirkannya sampai tujuan tetapi dua tempat itu benar-benar memang sangat menarik benar mungkin pertimbangannya hanya tentang mana yang menawarkan harga paling rendah yang bisa diambil karena dua-duanya memang tidak mengkhawatirkan dan pasti dijamin alis Karena tempatnya yang strategi.
"Benar kok tahu ternyata aku bisa membaca isi hatiku siapa sih yang nggak pengen deket dengan sama apalagi hanyalah yang wanita yang sering datang toh Kan aku harus waspada," kataku yang jelas memang di samping berurusan dia juga bisa lebih dekat ke kantor terlepas dari mau rame atau tidak yang jelas terutama bisa akses ke kantor lebih mudah daripada aku jauh-jauh dari asal Itu akan membuatku kesulitan maka dari itu aku memilih yang lebih dekat dengan asam dan juga dengan kantor tapi tempat itu sudah cukup bagus yang tadi juga bagus hanya sejarahnya jauh dari kantor membutuhkan waktu beberapa menit walaupun tidak sampai satu atau dua jam tapi tetap saja aku suka yang lebih dekat.
__ADS_1
Memang terlihat seperti sangat bergantung pada Azam sih tapi itulah kenyataannya aku yang masih baru di sana jelas akan berusaha untuk menyesuaikan diri di mana aku berada daripada aku nanti memaksakan diri dan tidak tahu apa-apa yang akhirnya malah membuat mereka rugi lebih baik dekat dengan Azam agar bisa mendapatkan pengarahan dan dia juga bisa mengecek kondisi kafe karena ini memang bisnis sama-sama aku hanya menjalankan yang memberikan modal tentunya Azam semua.
Aku tak mau juga bisnis ini akan gagal nantinya maka dari itu pun aku berusaha dari awal untuk bisa menentukan apa yang bisa kulakukan dan berusaha sebisa mungkin untuk menunjukkan kemampuanku walaupun ibu mertua kadang terus saja menghinaku tidak berpendidikan dan dari kalangan rendah semua itu membuatku merasa gila kalau sudah berada di rumah pasti bayang-bayang buruk tentang diriku selalu saja dilontarkan oleh ibu mertua.
"Benar Ternyata kau sudah banyak belajar ya nanti lama-lama jika kau terlalu habis dengan hasil yang bisa-bisa ada diambil orang,"kata dunia memperingatiku bahwa banyak klien Azam yang wanita dan dia juga banyak disukai oleh banyak wanita hingga membuatku harus berhati-hati bisa saja saya memilih wanita lain kalau terus ditinggal dan diabaikan.
"Bisa begitu aku rasa Azam yang tidak mau," tebak aku saja karena dia kan sudah beristri yang seharusnya pasti akan menolak wanita lain meskipun wanita itu mau dengan Azam.
"Siapa bilang orang kalau setiap hari ketemu pasti akan ada rasa dan tak mungkin bilang tak mau," kata Doni menjelaskan kronologinya jika orang sering bersama akan ada tumbuh rasa cinta dan tidak akan mungkin untuk menolaknya maka dari itupun itulah yang membuatku merasa takut kehilangan asam.
"Jangan mempengaruhi orang hal buruk nanti lama-lama dia marah di rumah loh," kata Azam yang memperingati dunia mana mereka memang tidak pernah takut sama sekali tapi terus memberikan pengaruh buruk kepadaku hingga membuatku pun merasa curiga saja.
"Eh Pak bos datang nggak kok cuma ngasih tau aja Ya udah kalau begitu aku pulang duluan," kata Doni menghindar takut makan menjadi hal yang tidak diinginkan karena sudah menjelek-jelekan Azam di belakangnya dan bahkan ketahuan jadi dia memilih untuk pulang lebih dulu.
"Huh dasar Doni apa kau percaya perkataannya? tanya Azzam saat itu seakan tidak suka.
__ADS_1
Pertanyaan yang membuatku bingung harus menjawab apa jika aku jawab iya pasti asam akan marah karena itu yang dikatakan oleh dunia apalagi mereka yang tidak berlaku sama sekali jadi pun aku bingung harus menjawab apa untuk hal.
Jika Kau menjawab tidak jelas aku juga merasa sungguh juga dia dekat dengan orang lain apalagi dengan kelainan yang biasanya berdandan lebih modus daripada diriku aku takut kehilangan dirinya Iya memang sedikit ada rasa cemburu itulah aku tapi aku juga tidak bisa mengungkapkan secara langsung.
"sedikit karena aku pernah melihat hal itu tapi lebih tidak percaya jika itu benar-benar terjadi," jawabku yang memang kadang-kadang merasa resah jika suatu hari asam bisa menyukai orang lain karena pernikahan kita yang mendadak dan tanpa rasa cinta.
Hal itu pun membuatku kadang takut kehilangan dia tapi sering gejalanya waktu pun aku tidak ingin Itu semua terjadi Aku berusaha untuk bisa lebih dekat dengannya walaupun itu sulit.
"Sebaiknya Jangan percaya akan hal itu jika ada sesuatu kau langsung tanyakan kepadaku jika kau cemburu bilang saja," kata Azam saat itu malas akan senang jika aku cemburu kepadanya.
"Pastinya jika aku cemburu akan langsung bilang kepadamu dan mengadukannya kepada Ibu serta ayahmu Biar mereka juga ikut merasakan senang," kan aku lagi yang menjelaskan kepada siapa yang aku lakukan jika aku merasa.
"Kau ini orang lagi kesusahan malah disuruh senang-senang bisa saja Ya sudah ayo pulang," kata azan saat itu tidak percaya dengan jawabanku sambil mencetak jidatku seperti biasa jika melakukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya aku katakan.
Sebuah candaan tak mungkin juga aku melaporkan kepada orang tuanya. Emangnya aku anak kecil yang baru saja kemarin aku sudah memiliki pengalaman tentunya walaupun aku tidak kuliah dan bukan berarti aku bisa ditidas.
__ADS_1