
Retra yang akhirnya setuju dengan permintaan Pika, meski merepotkannya. Tentunya retra tidak mengajak Pika ke tempat-tempat yang berbahaya, dia pun mencari tempat yang relatif aman untuk mereka berdua.
Asalkan Pika tidak terus memintanya untuk melakukan hal-hal aneh, pasalnya ketika yang sudah sulit untuk diajak bekerja sama apalagi latihannya yang sering saja berhenti membuat Retra pun harus memiliki banyak cara untuk bisa membuatnya kembali bersemangat.
"Kira-kira Aku mau ajak aku ke mana?" tanya Pika saat itu yang masih terus mengikuti Retra.
Pika yang sudah tidak sabar dengan tempat baru yang akan dia datangi, dia pun ingin melihat pemandangan yang indah seperti kemarin. Mungkin suasana di sana juga sudah begitu berbeda membuat Pika pun merasa senang bisa berjalan-jalan dan menikmati pemandangan yang begitu indah.
"Hanya berjalan-jalan saja di sekitar sini, kau yang bilang sendiri ingin berjalan-jalan aku pun hanya mengantarmu untuk berputar-putar saja di hutan ini," kata retra yang juga tidak tahu tempat apa yang disukai oleh Pika dan karena tadi Fika bilang ingin melihat pemandangan jadi Retra pun berinisiatif untuk memutar-mutar hutan saja di sana karena tentunya di hutan tersebut banyak pemandangan indah yang bisa dilihat oleh Pika.
Retra sendiri juga tidak paham dengan permintaan dari Pika, hal tersebut juga membuat Ia pun bingung akan mengantarkan Pika kemana lagi.
"Yang benar saja Apa kau sedang bercanda denganku?" Kata Pika benar-benar kesal dengan retra karena hanya bermain-main di sana Dan tidak pergi jauh.
Padahal dia ingin pergi ke tempat-tempat yang indah seperti ke air terjun atau danau. Tapi ternyata rata-rata tidak memikirkan hal yang sama, dia malah bingung mencari tempat yang bisa sesuai dengan keinginan Pika, karena Pika juga tidak menceritakan secara spesifik tempat mana yang ingin dia datangi.
"Asalkan kau aman tak perlu pergi ke tempat yang begitu jauh, di sini saja sudah sangat indah bukan?" tanya Retra pun menganggap jika di dalam hutan juga begitu indah dan tak perlu berjalan jauh mereka sudah bisa menikmati pepohonan yang begitu rindang dan juga bunga-bunga dalam hutan yang berwarna-warni dan tidak perlu pergi terlalu jauh yang mana bisa saja membahayakan mereka.
__ADS_1
"Memang pemandangan di sini sangat indah, tapi aku ingin melihat seperti air terjun atau danau yang seperti kemarin itu," kata Pika menjelaskan apa yang dia inginkan, hal itu baru membuat reta paham jika Pika memang suka tempat-tempat yang ada airnya. Yang mana ia rasa, jika ingin melihat pemandangan seperti biasa. Karena dia bilang ingin berjalan-jalan dan melihat pemandangan jadi Retra pun tidak membawanya kemana-mana dan membawanya tetap berada di hutan sambil melihat-lihat pepohonan di sana.
"Kau ini memang suka bermain air yah, sepertinya tidak ada tempat lain yang bagus untuk kita datangi," kata retra yang tidak menemukan tempat yang bagus untuk bisa bermain air. Hanya dua tempat itu yang ada di sana Dan tidak terpikir tempat lain.
"Jangan membuatku makin kesal, kau sudah bilang iya tapi kenapa sekarang kau diam seperti itu dan berputar-putar di dalam hutan apa yang mau kita lihat," protes Pika saat apa yang dikatakan oleh Retra tidak sesuai dengan kenyataan dan ia merasa dibohongi dengan apa yang dilakukan oleh Retra yang hanya membuatnya lelah saja.
"Kau kan bisa melihat pepohonan di sini gitu juga sudah termasuk pemandangan bukan?" kata Retra Yang sepertinya sudah memenuhi apa yang dikatakan oleh Pika.
Tapi tetap saja semua itu tidak membuat Pika merasa puas dan malah memprotesnya, dia tidak mengerti apa yang diinginkan oleh Pika saat itu dan Hal itu benar-benar membuat Retra juga merasa bingung harus pergi ke mana lagi.
"Iya Jika kamu menipuku seperti ini terus aku pergi sendiri saja," kata Pika yang terus berjalan lurus karena kesal dengan retra yang hanya berputar-putar di tempat itu sayangnya dia tidak tahu jalan di sana dan tidak tahu perbatasan antara bangsa elf dan peri.
"Jangan ke sana!" Retra yang langsung menarik tangan Pika agar tidak memasuki tempat wilayah bangsa peri yang manakah sangat berbahaya untuknya.
Hal itu jelas membuat Pika kaget tidak mengerti kenapa Retra melarangnya. Dia mengira jika hutan itu masih terlihat biasa saja dan sama saja seperti yang tadi, tidak terlihat bahaya sama sekali.
Karena Pika juga tidak tahu perbatasan antara bangsa peri dan juga Elf, maka dari itupun dia menganggap jika hal itu biasa-biasa saja dan tidak melanggar apapun. Apalagi suasana di sana juga sama saja dan tidak tahu apa yang dilarang oleh Retra saat itu.
__ADS_1
Pika merasa dia juga tidak melakukan kesalahan apapun, malah yang bersalah itu retra yang dari tadi menipunya dan tidak menunjukkan tempat lain, yang bagus dia malah berputar-putar di dalam hutan tidak sesuai dengan keinginan Pika.
Maka dari itu saat retra mencoba menahannya dan menarik tangannya pun membuat Pika memberontak dan ingin melepaskan diri, karena dia tidak merasa bersalah sama sekali dan dia menganggap tidak masalah jika dia terus berjalan lurus toh sama saja itu adalah hutan.
"Lepaskan tanganku Kenapa kok menarikku seperti itu bukannya Kau hanya berputar-putar saja Aku ingin pergi sendiri," kata Pika saat itu belum paham dengan apa yang dikhawatirkan oleh retra.
Retra yang tidak mau melepaskan tangan piket dan terus memegangnya dan bahkan melarang mereka untuk terus melangkah maju, karena hal itu sangat berbahaya untuk dirinya jika sampai masuk ke daerah yang merupakan tempat bangsa peri berada, maka dari itu dengan berusaha Retra pun menarik Pika agar tidak ke sana.
Tapi sayangnya suara mereka menarik perhatian yang seperti yang ada di perbatasan tersebut. Hal itu membuat salah satu penipuan akhirnya datang.
"Sepertinya aku mendengar sesuatu di sini," kata Peri itu yang tiba-tiba datang ke tempat di mana Pika dan Retra berada.
Suara bangsa perih jelas membuat Pika benar-benar kaget dia tahu kali ini alasan retra menahannya untuk tidak terus berjalan lurus komah dan Baru kali ini juga Pika melihat bangsa pria yang benar-benar begitu mengerikan tak seperti apa yang pernah ia pikirkan selama ini.
Posturnya yang begitu tinggi besar dengan wajah yang begitu mengerikan pula, membuat Pika juga tak menyangka jika memang bangsa elf selalu takut dengan kehadiran bangsa peri, jika terlihat dari fisiknya saja mereka jauh lebih unggul dan lebih kuat daripada bangsa elf.
Sekarang Pika sadar dan tahu bagaimana ketakutan bangsa elf yang selama ini selalu ditindas oleh bangsa perih setelah melihat langsung Bagaimana peri yang sesungguhnya yang menjadi musuh bangsa elf di sana.
__ADS_1
"Aduh mati aku," batin Pika yang sadar jika dirinya salah langkah.