The Magical Elf

The Magical Elf
148


__ADS_3

Siang itu aku tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyelesaikan proposal yang sudah aku buat, dan hal itu pun membuat aku memberikan hasil itu kepada Azam setelah mendapatkan beberapa kali revisi akhirnya pun jadi lelahnya sehingga sore hari pun aku baru menyelesaikan semua itu.


"Ternyata aku tak berbakat membuat laporan seperti ini saja sampai sore," kataku pada asam yang sudah memperbaiki semua laporan keuangan itu membuat dia tersenyum karena melihat aku yang benar-benar merasa kelelahan sambil meregangkan otot-ototku yang terasa begitu kaku setelah membuat laporan yang benar-benar sulit.


"Kalau sudah selesai mainnya kita pulang aku akan mengantarkanmu," kata Azzam saat itu pun pulang bersama denganku karena memang sudah tidak ada yang akan aku kerjakan lagi di sana dia pun pulang sore tak seperti biasanya tapi aku merasa tenang karena dia tidak sama malam mungkin.


 Karena memang tidak begitu banyak pekerjaan biasanya dia selalu pulang sampai jam 10.00 malam aku menunggunya di rumah Tapi kali ini Entah memang Ya kasihan kepada aku jadi mengajakku pulang lebih pagi lebih sore.


Karena aku membuat aku merasa senang aku segera bangkit dari dudukku dan bersiap-siap untuk pulang tentu saja Azam pun melakukan hal yang sama.


Setelah kami siap pun kami pulang bersama-sama sore itu akhirnya kami sampai di rumah tepat pukul 05.00 sore dan belum sempat Makan sama sekali karena kami berencana untuk makan malam di rumah seperti biasa sambutan dari ibu kamilah dan juga Anita tidak pernah baik terhadap kami berdua.


 Saat sampai rumah jelas menjadi pertanyaan besar karena dia tidak tahu juga aku berada di kantor dan sedang melakukan pembuatan bisnis baru Hal itu juga membuatmu kamulah benar-benar merasa kesel dengan apa yang aku lakukan karena pergi begitu saja apalagi pergi bersama dengan Azam.

__ADS_1


Yang mana Hal itu membuat dia tidak pernah merasa suka denganku karena sebagai seorang aku memang tidak terlihat begitu menghargainya karena dia juga tidak suka dengan goyang merupakan orang dari kalangan kelas menengah menantu yang memiliki harta dan juga perusahaan tidak seperti diriku.


Yang menjadikannya pun merasa kesal dan selalu saja menghinaku meskipun anda tahu semua itu tapi dia mencoba untuk dia dan tidak terlalu banyak bicara karena tidak membuat keributan di rumah apalagi sampai menyakiti punya. Walaupun itu adalah ibu tirinya sendiri.


 Tapi tetap saja ya sampai aku mau membuat keributannya nantinya akan menjadi masalah besar bagi keluarganya sendiri titik dengan dia tinggal terpisah juga menjadi masalah besar.


Di mana hal itu ia tidak bersama dengan ayahnya dan dia pun membiarkan ayahnya bersama dengan keluarganya tapi langsung tidak cocok dengan keluarga tersebut karena memang dia tidak suka dengan ibu tirinya dan hal itu juga yang membuatnya sampai sekarang ini tidak ada kedekatan antara dia dan juga bukan Mila yang selama ini.


Sudah berada di sampingnya makan sambil memiliki daya tersebut dan sudah bertahun-tahun sampai mereka berkata yang kuat atau tidak bisa saling menghormati tapi ini benar-benar bukan hal yang biasa Karena apa yang dilakukan oleh kamera selalu saja memaksa karena orang lain hingga Radit juga tidak pernah menyukainya.


"Tidak blok sebenarnya apa ada rencana jadi aku pun ikut pergi ke perusahaan mungkin akan berguna juga membantu asam di sana Jadi daripada di rumah tolong melakukan apa-apa atau lebih baik membantu langsung di kantornya," jawabku saat itu yang memang tidak memberitahukan usaha baru karena jelas saat itu akan menjadi hal yang membuatmu pemilihan merasa kesal lagi denganku.


 Jadi pun aku mengarang cerita saja untuk menjawab pertanyaan saya yang mana mau mengaku tidak pernah pulang tepat waktu dan sering sekali untuk pergi menghindari mereka berdua mungkin ibu kami rasa dari kakakku menghindarinya.

__ADS_1


 Karena memang akhir-akhir ini aku jarang di rumah setiap kali dia di rumah selalu saja menambah masalah hingga membuatku pun malas berada di rumah dan hal itu juga diperhatikan oleh dan diketahui maka dari itupun aku ditegur saat ini karena sering sekali tidak berada di rumah.


"tak perlu kau mengganggu suamimu tinggal di rumah saja aku juga sudah membantunya daripada aku bersama dengannya pasti kau membuat masalah lagi," kata bu kanmila saat itu langsung menuju ke tapir itu jelas membuatku pun tidak merasa demikian karena emang ada jawaban yang bisa aku siapkan dan tidak mungkin aku mengabaikannya begitu saja akan menimbulkan kecurigaan dan malah ketidaksukaannya kepadaku.


 Jadi apapun angin langsung menjawabnya tapi ternyata Azam yang menjawabnya terlebih dahulu hingga membuat aku pun dapat menjawab ulang.


"Sudahlah bu Rin lagi pula Nida tidak mengganggu aku sama sekali jadi Ibu tenang saja aku sudah pernah bilang tak perlu mencampuri urusanku aku bisa menyelesaikan semuanya dan juga tak perlu mengatur hidupku," kata Azam saat itu pun menarikku masuk ke kamar untuk segera beristirahat lagi mulai daripada menghadapi ibu yang memiliki persepsi buruk tentang aku tidak akan pernah ada habisnya.


Hal itu membuat azan pun menghindarinya daripada terus menghadapinya di mana dia juga butuh istirahat karena dia juga habis pulang kerja aku belum bicara sedang kesan.


Maka dari itu dia lebih memilih untuk tinggal di kamar terlebih dahulu sambil membersihkan diri karena memang baru pulang kerja bukannya disebut mendengarkan omelan yang benar-benar membuatku merasa kesel saja berada di sana.


 Tapi mau bagaimana lagi itu adanya yang mana hal itu membuatku harus berusaha susah mungkin untuk bisa menghadapi Bu kamilah yang merupakan ibu mertuaku sendiri tidak mungkin pula aku pun langsung membencinya atau melaporkannya kepada raja tentang apa yang dilakukan oleh ibu hamil selama ini.

__ADS_1


"Apa tidak apa-apa kita meninggalkan Ibu seperti itu tanyaku kepada Raditya kamu sudah sampai di kamar karena dia juga merasa gelisah dan tidak pernah tenang dengan kedatanganmu kami lama maka dari itu selalu saja terjadi pertengkaran kecil di rumah kami hingga tidak ada ketenangan sama sekali.


"Tidak masalah ibu-ibu memang selalu saja membuat masalah aku yang sabar dan tenanglah aku akan membantumu agar tidak perlu singgung olehnya mungkin tidak ada hal lain selain menghindarinya yang mana perkataannya saja sudah akan membuatku merasa emosi," kata Azan menjelaskan karena dia tidak ingin emosi sama sekali jadi dia memilih untuk kembali ke kamarnya daripada mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibunya.


__ADS_2