The Magical Elf

The Magical Elf
Akhirnya Sampai


__ADS_3

Setelah bekam melakukan perjalanan yang cukup lama akhirnya pun ia sampai di pemukiman warga.


Retra dengan kepala desa setempat untuk bisa menginap di sana bersama dengan Kak empat orang temannya.


Pika sedang bicara sepertinya sudah terbiasa dengan orang-orang yang baru ia kenal buat Fikar pun menjadi lebih lega.


"Bagaimana hasil nya?" tanya Pika yang saat itu menunggu hasil retra yang berunding dengan kepala desa bolehkah mereka tinggal di sana atau tidak.


Pasalnya setiap desa memiliki peraturan yang berbeda, dimana Hal itu membuat mereka juga harus menghormati peraturan masing-masing desa. jadi sebelum menginap dan tinggal di sana tentunya retra meminta izin dulu kepada kepala desa yang berwenang setempat.


Mereka yang bercakap-cakap cukup jauh dari Fikar dan juga teman yang lainnya membuat kita tidak tahu apa yang telah bicarakan dengan kepala desa.


Hingga pada waktu mereka kembali pun membuat kita ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan ingin tahu jawaban dari kepala desa bolehkah mereka menginap di sana atau tidak.


Pasalnya adik juga sudah mulai malam dan mereka pasti tidak akan sanggup untuk bisa melanjutkan perjalanan, jadi jelas Mereka pun akan menginap di desa tersebut karena Desa itu merupakan desa yang merupakan ada di jalur perjalanan mereka.


"Kita boleh menginap di rumah itu," jawab Retra menunjukkan sebuah Rumah.


Hal itu membuat Pika benar-benar merasa tenang pasalnya Dia memiliki rumah untuk tinggal beberapa saat. walaupun tidak selamanya akan tinggal di rumah tersebut setidaknya mereka tidak tidur di jalan.

__ADS_1


Apalagi mereka yang sedang berada di dalam hutan sangat berbahaya jika malam hari. Selain insting pembunuh penguasa hutan lebih tajam daripada manusia yang mana pada malam hari biasanya manusia menggunakan waktunya untuk beristirahat dari situlah mereka mengerti.


Bagaimana cara membagi waktu istirahat yang benar-benar tepat. Apalagi melihat kelakuan dari adiknya tersebut yang memang benar-benar sulit bisa dipercaya. Bagaimana bisa dia menggunakan kutukan seperti itu untuk mengalahkan musuh.


Padahal itu adalah hal yang sangat menarik dan tapi sepertinya itu sudah terbiasa dengan dirinya dan sudah menjadi di senjata rahasianya, jadi membuat mereka pun tidak perlu lagi menghawatirkan tentang apa yang terjadi tentang anak itu yang jelaskan


Mereka harus menjelaskan kepada keluarganya apa yang sebenarnya terjadi di lingkungannya tersebut yang mana hal itu jelas membuat Pika juga merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas ini karena orang yang membawa Pika obat yang berarti peraturan yang ada di sana


Akhirnya mereka bisa beristirahat setelah seharian melakukan perjalanan cukup jauh hingga membuat mereka juga hamil juga apa saja ini hal yang memang memang tidak ia sukai.


Walaupun selama inic mereka benar-benarmereka benar-benar berusaha sebisa mungkin untuk cepat sampai di desa tersebut dan kali ini. Setelah mereka benar-benar sampai di desa itu ternyata tujuannya sebenarnya sudah tidak ada yang menarik, untuk membuat Pika dan rombongan pun melakukan hal-hal yang tidak berguna.


"Kau mau makan dulua?" tanya Fira saat itu menawari Pika untuk makan duluan karena sulit tadi dia membalas makanan.


"Boleh, kita makan bergantian," Jawab Pika yang benar-benar merasa senang dengan apa yang dikatakan Fira.


Karena akhirnya mereka bisa beristirahat, oleh rekannya, dengar melakukan segala hal untuk membereskan semua apa yang menjadi kekhawatirannya selama ini ia bahkan tidak mengerti jika dia benar-benar tidak bisa kesulitan untuk menyelesaikan semua permasalahannya dan bergantung pada satu orang yang nggak bisa yang mana itu jelas membuat Iya juga tidak begitu.


"Iya biar aku dulu yang mandi," kata Leon yang ingin mandi terlebih dahulu karena badannya sudah lengket setelah melakukan perjalanan jauh.

__ADS_1


Kali ini Leon berasa begitu lega Setelah dia menemukan rumah warga dan akhirnya bisa beristirahat, karena sebelumnya mereka tidak menemukan ada perubahan sedikitpun dan tidak ada hal tersebut yang mana.


"Oke, buruan biar aku makan dulu dengan Pika," kata Fira juga yang ingin bergegas mandi Hal itu membuat dia pun harus menunggu Leon sampai benar-benar selesai karena jelas membutuhkan waktu yang sangat lama.


Hingga membuat mereka mengangin untuk bisa mandi sendiri tapi disusul oleh Leon, yang juga ingin mandi bersama hal itu benar-benar sangat luar biasa memiliki kekuatan yang hebat itu memiliki kemampuan tersembunyi dari seberapa besar kekuatan tersebut.


"Coba ini, aku biat pil penambah makanan," kata Pika yang berusaha untuk mengambil makanan dan juga menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya.


Karena tanpa makanan mereka tidak bisa melakukan perjalanan yang mana akan membuat mereka pun kesulitan dan berusaha sebisa mungkin untuk bisa menyelesaikan permasalahan mereka.


Terutama bekal karena mereka akan berjalan cukup jauh dan pasti bekalnya tidak akan cukup untuk pelajaran selanjutnya, maka dari tadi dia pun membutuhkan bekal tersebut dari rumah itu.


Retra juga kepala desa yang ada di sana benar-benar mengerti dengan kondisi dan juga keadaan mereka yang mana sangat diperhatikan Hal itu pun membuat mereka juga tidak pernah menyombongkan diri dan melakukan apa yang ia lakukan sebisa mungkin untuk tidak mengabaikan.


Apapun itu karena tahu juga selama ini kita melakukannya karena memang benar-benar ingin melakukannya dan tidak ingin mengabaikan hal itu semua demi mencapai tujuannya Mereka pun harus bersama-sama.


Maka dari itu sekalian mereka berada di tempat tersebut mereka harus menghasilkan lesaikan tugas mereka dan hal itu pun membuat mereka pun beristirahat untuk bisa mengumpulkan kekuatannya kembali.


"Lumayan, tapi agak sedikit tidak enak rasanya," kata Pika yang benar-benar membuat Iya mengerti apa yang dilakukan oleh temannya tersebut dengan apa yang dilakukan mereka dengan segala hal yang membuat Ia pun tidak bisa menggantikan apapun dan tidak bisa melakukan apa yang menjadi tugas dan kewajiban tersebut dan menyelesaikan apa yang ingin Ia selesaikan dengan segala hal.

__ADS_1


"Banrkah, coba kau cicipi," kata Fira yang tidak percaya jika makanannya benar-benar mencoba untuk mencicipinya.


Tapi ternyata memang benar banyak dikatakan merapikan dan dia benar-benar mengatakan yang sebenarnya yang dibuat olehnya benar-benar merasa tidak enak, karena itupun akhirnya membuat firasa dari sikap percobaannya tersebut adalah gagal dan dia akan melakukan percobaan lebih baik lagi.


__ADS_2