The Magical Elf

The Magical Elf
Rumah Pohon


__ADS_3

Pika mencoba bicara dan melarang apa yang dilakukan oleh Faras dari pada tidak dimakan dan sia-sia, kasihan juga Faras yang sudah antusias ingin membuatkan makanan untuknya.


“Kak, maaf tidak usah repot, aku suka makan buah saja kalau ada,” kata Pika yang jelas tidak akan bisa memakan makanan yang dibuat oleh Faras dan memilih alternatif lain.


Faras menghenikan apa yang ia sedang lakukan dan tidak jadi memasak setelah mendengar apa yang dikatakan.


"Baiklah kalau begitu aku akan mengambilnya," kata Faras yang akhirnya menghentikan kegiatannya untuk memasak dan segera mengambil beberapa buah-buahan yang ia simpan.


Hal itu membuat Pika pun mengikuti Faras dan melihat tempat penyimpanannya memang semua rumah terbuat dari kayu. Apalagi jika itu adalah rumah pohon dan hal itu jelas membuat Pita benar-benar merasa sejuk dan nyaman, di sana saat suara datang membawakan satu keranjang buah-buahan yang benar-benar masih segar.


"Apa kau baru memetiknya?" tanya Pika saat itu melihat buah yang masih begitu segar yang diambil oleh para.


"Tidak aku menyimpannya di dalam sini dan itu akan terasa sangat sejuk maka buah-buahan akan awet dan pastinya kan akan terasa lebih enak lagi," jawab Faras saat itu yang memang sangatlah mudah mencari buah-buahan di sana bukan hal yang sulit maka dari itu pun paras bisa dengan mudah mengambilkan buah yang sudah ia simpan.


Pika pun memakan buah yang diambilkan oleh paras, Ia kali ini merasa tenang memakan masakan yang disajikan oleh paras. Karena hal itu membuat Pika benar-benar merasa seperti di rumahnya sendiri tak menyangka jika paras menyajikan semua itu badannya.

__ADS_1


"Wah terima kasih sudah menjamuku dengan baik, dan aku tidak menyangka buah-buahan ini sangat enak l," kata Pika saat itu masih menikmati buah yang ada di hadapannya tak lupa juga paras mengambilkan Pika minum.


Setelah berjalan seharian penuh di dalam hutan dan kali ini Pika baru bisa merasakan minum dan makan, hal itu jelas membuat sikap benar-benar tidak sungkan memakan buah yang dihidangkan dan mengisi perutnya hingga.


"Kau boleh tidur di sini nanti kalau bisa tidur bersamaku sepertinya ranjang ini cukup untuk kita berdua," kata Faras saat itu yang memang memiliki ukuran rumah yang tidak begitu besar tapi sangat luas di ruang tamu dan hanya ada satu tempat tidur tapi lumayan untuk bisa tidur berdua.


Hal itu pun membuat Pika menganggukkan kepala dia setuju untuk tidur di sana karena ya yang juga baru berada di dunia itu jelas tidak mungkin melakukan hal yang gegabah ataupun tindakan yang akan bisa saja melukainya


"Baik Kak terima kasih aku tidak tahu lagi jika sampai aku tersesat dan tidak ada yang menolongku mungkin aku sudah tidak bernyawa lagi," kata Pika saat itu benar-benar merasa dirinya tertolong tapi juga menghadapi masalah yang untuk rumit dia sendiri tidak sadar, apakah dia benar-benar di dunia nyata atau tidak.


Karena sesuai dengan penglihatannya jelas semua itu bukanlah hal yang wajar bagi pikat tapi dia yang masih bisa merasakan rasa dan juga masih bisa merasakan sakit, dia pun sadar jika dirinya berada di dunia itu dan bukanlah sebuah mimpi ataupun khayalan maka dari itu sebisa mungkin Pita harus pergi dari dunia tersebut agar bisa kembali ke dunia asalnya.


Setelah selesai makan Pika pun setelah merapikannya dan tak lupa membuang sampah yang ada di sana dia pun segera mencuci kaki dan juga tangannya sebelum ia beristirahat karena menurut agenda yang dibuat oleh paras besok dia akan berlatih bela diri dibantu oleh retra.


Sebenarnya Pika sudah tidak sabar untuk pergi agar bisa secepatnya menemukan batu sihir biru tersebut, tapi sepertinya Medan yang akan mereka lewati sangatlah berbahaya hingga tidak ada bangsa Elf yang bisa kembali setelah pergi mencari batu tersebut.

__ADS_1


Hingga membuat rentara merasa khawatir dengan keselamatan Fika dan mengajukan unsur kepada paras untuk melatih Pika beberapa yang berbeda diri untuk bertahan di hutan.


Apa lagi jelas mereka tidak mungkin tinggal di rumah saat harus mencari batu permata biru yang jelas akan menghadapi musuh juga. Maka dari itu retra mempertimbangkan semuanya tahu, jika kita memang terlihat lemah dan tidak memiliki pengalaman sama sekali untuk tinggal dan hidup di dalam hutan.


Seperti apa yang dilakukan oleh dirinya yang sudah terbiasa untuk menjaga wilayah air yang mana dia juga sudah terbiasa untuk tidur di luar Jadi tidak masalah bagi retra tapi hal itu sangat tidak mungkin bagi Pika yang baru pertama kali berada di dalam hutan.


Memikirkan latihannya tersebut membuat mereka juga tersenyum senang dia Pisa berlatih bela diri tapi ia juga tidak bisa mengabaikan, jika dirinya sedang tersesat Malam begitu panjang saat Pika sudah berusaha untuk tidur.


Tapi matanya belum bisa benar-benar lelap dan masih bisa memikirkan tentang apa yang akan terjadi besok, Ia yang merasa tidak nyaman dengan tempat tidurnya karena belum terbiasa pun tidak bisa tidur hanya berusaha untuk memejamkan mata walaupun sesekali dia membuka mata untuk memastikan Faras Sudah tidur atau belum.


"Kenapa kau dari tadi terlihat sangat gelisah dan tidak tidur sama sekali padahal aku sudah menyuruhmu untuk beristirahat Apa kau masih lapar?".tanya Farah saat itu melihat Fika benar-benar belum tidur dan masih begitu banyak gerak hingga membuat suara sadar jika beta benar berarti tidak bisa tenang sama sekali.


"Bukan begitu kak aku belum terbiasa jadi aku butuh menyesuaikan diri jika Kakak merasa terganggu aku bisa pindah saja," jawab Fika saat itu merasa tidak enak karena dia benar-benar tidak merasa nyaman dia yang tidak biasa tidur di tempat orang lain pun mudah-mudahan harus menyesuaikan diri dan tidak mudah bagi mereka yang sudah terbiasa tidur di kamarnya sendiri dengan busa dan kasur yang mewah.


Tapi, sekarang harus tidur di rumah pohon dengan beralaskan tikar dan hanya kayu yang warna jelas membuat kita juga merasa sangat sakit dan tidak bisa beristirahat dengan benar, jadi jelas dia tidak bisa tidur tapi dia juga tidak bisa terlalu manja karena ia sendiri sadar Dia sedang berada di dunia Lain tak ingin membuat ia merasa terganggu ataupun merasa tidak suka kepada dirinya benar-benar berusaha untuk tidak begitu banyak bergerak agar varas bisa beristirahat.

__ADS_1


Kalau Pika sendiri tidak bisa beristirahat sama sekali itu tidak masalah baginya, yang penting sekarang ia sudah merasa aman pada saat malam hari berada di dalam rumah dan tidak berada di luar.


"Baiklah cepat pejamkan matamu dan tidur Besok aku akan latihan," ucap Faras pada Fika agar Pika tidak mengabaikan latihannya besok


__ADS_2