
Pika yang saat itu kelelahan berlatih ingin istirahat sebentar karena waktu juga sudah sore. Hal itu membuat Ia duduk beristirahat karena sudah tidak tahan untuk melanjutkan latihan, apalagi latihan itu benar-benar melelahkan tak seperti harapan tapi retra benar-benar serius.
“Tra sudahlah, aku capek,” Keluh Pika yang merasa kelelahan karena latihan bersama dengan paras benar-benar membuat dia merasa capek.
Tika yang saat itu mengeluh karena lelah pun berusaha untuk duduk dan mencoba untuk memakan bekal yang sudah disiapkan oleh para walaupun hanya buah-buahan tapi itu membantu mengisi perut Pika aku mah tak ada makanan yang bisa membuat kita merasa tertarik di sana karena memang makanannya sangat berbeda dengan dunia manusia hingga Ia pun harus menyesuaikan diri.
“Baiklah, kita istirahat dulu. Kamu makan ini,” kata Retra menawarkan buah untuk Mika, karena ia tahu jikaika suka buah.
Faras yang telah memberitahukan Retra, padahal Piak juga terpaksa melakukan semua itu karena tidak ada makanan yang biasa makan jadi dengan terpaksa jika hanya memakan buah-buahan itu serta tidak lupa dia juga membawa minum yang mana Hal itu membuat mereka pun duduk bersama untuk beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang mereka bawa.
"Kau tahu makanan enak di sini apa saja selain buah-buahan seperti ini rasanya aku ingin kembali pulang kata Pika saat itu teringat jelas kenangan saat dia bisa makan bersama dengan kedua orang tuanya tapi sekarang ia harus benar-benar berada di dalam hutan dan makan seadanya.
"Kata Faras kota suka makanan yang dimasak olehnya Jadi apa yang kau inginkan tanya retra saat itu pun tak mengerti makanan seperti apa yang dibayangkan oleh Fika karena dia juga tidak tahu kita menyukai makanan seperti apa dan tidak suka makanan yang seperti apa karena tahu kita bukan berasal dari dunia itu jelas sangat berbeda dengan makanan yang dikonsumsi oleh bangsa f yang membuat Riko juga memilih alternatif lain hanya memakan buah dia juga tidak bisa mati karena kelaparan makan dari itu dia pun berusaha untuk bisa bertahan hidup dengan seadanya saja.
"ya karena Faras memberikanku makanan yang aneh lagi pula aku tak terbiasa makan daun-daunan yang dimasak seperti itu," kata Pika mengeluh membuat retra juga tak memiliki pemikiran lain memang itulah makanan yang dimakan oleh mereka dan memang sangat berbeda dan hal itu juga bukan sebuah solusi jika menyulut itu harus makan buah-buahan terus tapi tak ada yang bisa dilakukan.
__ADS_1
"Ya kalau kau tidak suka dengan makanan itu kok bisa mencari makananmu sendiri di sini urutan masih sangat lebat dan banyak jika kau mau aku akan mengantarkanmu untuk mencari makanan yang bisa kau makan," kata retra saat itu juga tak bisa membiarkan kita bersedia ataupun kelaparan.
"Baiklah Mari kita mencari makanan di hutan tapi kita selesaikan dulu yang ini sayang sekali Jika tidak habis," kata Pika saat itu pun menyelesaikan makanya sebelum mereka pergi.
Setelah menyelesaikan makanannya akhirnya retra dan juga Pika pergi menuju hutan di mana retra sudah berjanji untuk menemani Pika mencari makanan yang ia sukai, dan hal itu pun membuat retra harus mau menepati janjinya sendiri padahal dia tidak memiliki rencana untuk pergi ke hutan rencananya hari itu hanya untuk berlatih saja tapi ternyata di luar dugaan hingga sampai mencari makanan ke dalam hutan.
Hutan yang berbeda pepohonan yang juga benar-benar berbeda membuat pita juga bingung mana makanan yang bisa dimakan dia pun berusaha sebisa mungkin untuk mengetes sekiranya daun dan buah di sana tak beracun.
"Sepertinya aku tidak paham dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan ini kata pikasehat itu lagi-lagi mengeluh karena memang tumbuhan yang ada di sana berbeda dengan yang ada di dunianya Maka dari itu dia tidak menemukan mana yang pas dan cocok untuk dijadikan makanan.
"Apa aku boleh membunuh burung itu untuk dibakar dan dijadikan makananku?" Tanya Fika yang sambil menunjuk ke arah seekor burung yang sedang berada di atas pohon hal itu jelas membuat retra sangat terkejut.
"Itu tindakan kekejaman di sini tidak diperbolehkan memakan makhluk hidup dia hidup dan juga bisa bergerak ke itu kejam sekali," kata Retra itu pun membuat Pika makin merasa bersalah padahal itu sudah biasa di dunianya bahkan bukan hanya burung semua yang bisa dimakan juga kan dimasak dan dimakan tapi kali ini dia benar-benar salah memang di dunia itu berbeda dengan apa yang dipikirkan.
Jadi mereka pun harus mengikuti hukum yang ada di sana selama ia berada di sana Dan juga dia tidak bisa bertindak sembarangan.
__ADS_1
"Maafkan aku aku hanya bercanda Ya sudah pulang yuk lagi pula sudah sore," kata Pika saat itu pun memutuskan untuk pulang daripada mengulur-ngulur waktu lama berada di hutan yang tidak ada gunanya juga dia tidak menemukan makanan apa-apa.
"Baiklah," kata Retra menuruti perkataan dari Wika dan akhirnya mereka berdua pun pulang setelah lelah berlatih dan juga berjalan-jalan karena mereka juga harus mempersiapkan untuk besok memiliki rencanakan berangkat cepat karena mengetahui Pika sudah menguasai beberapa jurus beladiri.
Akhirnya telepon jalan di depan diikuti oleh Pika karena retre yang mengetahui jalan di sana, Hal itu membuat di kebun menikmati perjalanan sambil melihat pohon yang berbeda dan suasana hutan yang benar-benar berbeda dari dunianya hal itu menjadi pengalaman berharga yang tidak bisa ia lupakan dunia yang berbeda itu telah mengajarkan sesuatu kepadanya yang mana membuat mereka pun harus berjuang untuk bisa kembali ke dunia asalnya.
Benar-benar seperti di negeri dongeng dengan perbedaan yang begitu mencolok ketika kadang juga merasa, jika dirinya hanya bermimpi tapi ternyata memang semua itu terjadi dengan rasa yang dimilikinya saat itu.
Bahkan dia bisa merasakan rasa sakit sekalipun maka dari itu pun harus benar-benar bisa keluar dari sana dan tidak seharusnya dia berada di dunia yang bukan dunianya.
Brakk!
Pika yang tidak memperhatikan jalan pun tiba-tiba menabrak kereta yang ada di depannya karena berhenti.
"Woi kenapa kok berhenti tiba-tiba seperti itu," kata Pika pada Retra yang entah kenapa dia tidak melanjutkan jalannya. Jelas membuat Pika pun menabraknya karena Pika berada di belakang retra dan memang tidak sedang serius ia sedang memperhatikan pepohonan.
__ADS_1