The Magical Elf

The Magical Elf
Bersama Faras


__ADS_3

Artinya Pika pun bangun lebih awal karena dia akan pergi bersama dengan Faras untuk bisa melihat bangsa elf seperti apa yang dikatakan oleh para sebelum latihan dia akan mengecek kondisi para elf terlebih dahulu.


Pika Yang bangun pagi dan bersiap lebih awal serta harus segera berangkat karena parah juga sudah siap seperti apa yang diperkirakan oleh Pika pasti Farah tidak akan menyia-nyiakan waktu dengan cepat Pika pun mengikuti Faras.


Pika yang berjalan di samping Faras, melihat sepanjang jalan agar dia tahu bagaimana kondisi jalan yang ada di sana, apakah benar-benar bersemangat hari itu karena dia bisa berkenalan langsung dengan para elf.


Sudah lama Pika ingin mengetahui tentang mereka Dia benar-benar merasa ingin tahu bagaimana kehidupan mereka karena jelas sangat berbeda dengan Pika.


Semenjak kedatangannya pertama kali di sana afika pun belum pernah bertemu langsung dengan para Elf dia hanya fokus berlatih dan berlatih hingga akhirnya dia pun penasaran dengan para elf dan akhirnya diberikan kesempatan oleh Faras untuk bisa berkenalan langsung dengan mereka Hal itu benar-benar membuat Pika sangat senang.


Karena bangas Elf berkumpul di sana di satu tempat yang mendapatkan perlindungan dari Faras selaku ketua di sana dan tidak bisa mengabaikan jika Pika akan membantunya. Makan ia juga harus mengenalkan Pika pada mereka semua yang nantinya Pika akan membantu mereka.


"Apa kau sudah siap, aku harap mereka bisa menerimamu dan tidak terlalu memikirkan tentang orang baru seperti mu," kata Faras Yang tidak bisa memaksakan kehendak mereka jika mereka tidak menyukai Pika Maka hal itu membuat Faras berharap jika bangsa elf mau menerima pita dan mau bisa diajak bekerja sama karena selama satu bulan Pika ada dalam pengawasannya.


“Baiklah, aku juga ingin tahu bagaimana mereka dan ingin lebih mengenal lagi seperti apa mereka," kata Pika yang jelas ia juga penasaran dengan suasana yang ada di dunia peri yang baru saja ia datang aku, tak menolak kesempatan untuk bisa mengenal lebih tau tempat itu membuat Pika langsung ikut dengan Faras.


Pika kali ini berjalan dengan Faras yang mencoba mengenalkannya pada yang lain, walau mereka hanya berjalan saja tapi jelas tatapan mereka kali benar-benar berbeda tidak seperti tadi, ada rasa hormat di mana Pika bersama dengan Faras yang merupakan ketua mereka.

__ADS_1


Pika yang merasa tenang dan lebih bersahabat lagi dengan para elf di sana, apalagi mereka terlihat ramah dan menyapa Pika dengan senyuman, walau penampilan Pika berbeda dari mereka setidaknya Pika menggunakan baju yang sama.


“Mereka sepertinya suka padamu dan tidak ada yang protes dengan kedatanganmu,” kata Faras membuat Pika lege apalagi diajak jalan-jalan memperkenalkan diri pada bangsa Elf yang lain.


Hingga membuat Pika juga merasa nyaman di sana, apalagi dengan Pika yang memang membutuhkan dukungan setelah ia datang ketempat yang entah ada dimana. Setidaknya ia disambut di sana dan tidak dijadikan musuh.


“aku merasa senang karena aku diterima aku kira mereka akan membenciku aku juga tidak menyangka jika mereka ternyata menerima ku,” kata Pika yang merasa lega sekarang mengetahui jika tidak ada yang membencinya.


Pia yang akhirnya berjalan mengikuti Faras ke semua penjuru mengenal lebih dalam bangasa Elf, walau tempat yang berbeda dengan bangunan yang juga jauh beda. Tapi, Pika tetap saja menikmati pemandangan disana dan keanehan di sana, membuatnya seperti sedang berjalan-jalan di alam mimpimu meski sadar semua itu kenyataan.


Tidak masuk akal jika ia tersesat dan masuk ke dunia lain , tapi ia sering mendengar tentang cerita itu, tahu jika dirinya sedang melakukan penelitian di utan yang jelas banyak larangan yang mestinya tidak di langanggar.


“Tapi kenapa di sini tidak luas dan seertinya bangasa Elf tidak banyak, aoa aku salah tembak atau mereka juga ada di tempat lain?” tanya pika setelah berkeliling dan melihat bangas Elf yang sedikit dalam lingkungan yang tidak terlalu besar membuat Pika juga ingin mengetahui alasanya.


Tidak seperti apayang di bayagnkan oleh Pika jikea bangasa Elf bangas yang besar harunya ia memiliki wilayah yang besar pula, tapi ternyata dalam wilayah yang masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki.


Bangsa Elf yang tidak bisa dikatakan banyak karena mereka suatu bangsa dengan sekumpulan kelompok yang sedikit, bisa ada ratusan ribu Elf ternyata tidak.

__ADS_1


Tinggal beberapa puluh saja itupun dengan anak-anak. Memang sangat miris pemandangan di depan mata Pika.


“Iya, aku benar inilah kondisi kami sekarang ini, memang tidak banyak Elf yang bisa kami selamatkan, kami ada dalam lingkungan kecil, jika kami butuh makan kami keluar untuk mencarinya yang pada akhirnya kan tertanggakap,” jelas Farasyang mena kondisi bagsa Elf bear-benar dalam kesulitan untuk makan pun harus bersusah payah.


Bagaimana bisa bagsayang besar langsung kalah dalam sekejap dan hanya menyisakan beberapa puluh saja, Pika benar-benar merasa iba merasakan apa yang terjadi di hadapannya.


“Jadi mereka semua tertangkap?” tanya Pika yang sudah mendengar sebelum jika mereak di serang oelah banga Peri.


“Iya kau benar, semakin lama daerah kekuasaan juga semakin berurang dan di kuasai oelah bangas Peri,aki hanya bisa memepertahanan segini saja dan tidak terlalu uas, mereka yang bertahan pun harus susah payah mencari makan,” jelas Faras memberitahukan pada Pika kondisi sebenarnya mereka yang benar-benar sangat memprihatinkan.


Pika mulai paham dengan penderitaan Elf kali ini dan tahu tugas Faras pasti sulit, ahu jika merak hidup dalam tekanan dan berjuang demi kemerdekaan mereka yang mencari makan pun mereka sangat kesulitan.


“Mereka pasti melewatkan hari-hari yang sult,” kata Pika menyapa para Elf yang masih bisa menyambut Pika dengan senyuman.


Tak menyangka jika beban hidup mereka begitu sulit sehingga jelas membuat Pika makin merasa tidak enak hati jika berlama-lama di sana, yang mana Pika juga makin bertekad untuk mencari batu sihir biru.


“Baiklah mari kita kembali,” ajak Faras setelah mereka selesai berkeliling.

__ADS_1


dalam perjalanan Pulang Pika melihat Retra sedang berkumpul dengan yang lain mengenakan baju yang berbeda dari yang tadi, sekarang dia dengan pakaian lengkap layaknya seorang penjaga dengan membawa senjata. Membuat Pika terus memandangnya dengan heran dan penasaran dengan apa yang sedang Retra lalkuan.


“Apa yang sedang di lakukan di sana,” batin Pika yang tidak mengalihkan pandanganya dan terus menatap Retra.


__ADS_2