
"Apakah sudah merasa betah di sini dan ingin tinggal di sini?" tanya Fira yang selalu saja menyindir Leon omah pasalnya Leon pernah merasa ingin tinggal di kerajaan kupu-kupu dan terkena jurus ilusi.
Kali ini ya Fira menggunakan itu untuk terus menyindir apa yang dilakukan oleh-oleh saat itu titik yang mana membuat semua teman-temannya menjadi kerepotan rumah kali ini pun Fira menggunakan itu untuk menyindir lewat agar dia selalu sadar bahwa mereka sedang berada dalam perjalanan dan tidak seharusnya memimpikan untuk tetap tinggal di suatu tempatm
"Jangan menyindirku begitu kau merasa benar sangat menyebalkan," kata Leon kesal mendengar teman-temannya yang terus menyindirnya dengan perbuatan bodohnya tersebut dia terkena julusi yang jelas tidak ingat dengan apa yang ia lakukan.
Tapi mendengar apa yang dikatakan oleh teman-teman yaitu yang merupakan sampai sekarang mereka tidak merupakan hal itu jelas membuat yang lain kesal. Apalagi dikatakan oleh Fira padahal yang sudah berusia payah dan bekerja untuk membantu Fira.
Tapi sepertinya Fira memang suka menyindirnya dengan pengalaman yang sudah berlalu yang seharusnya tidak dibahas Karena itu adalah hal yang sangat memerlukan menurut Leon.
"Baiklah aku tidak akan menyindir mari kita pergi ke tempat Retra." Fira daerah yang mengakhiri percakapan mereka dan mengajak Leon untuk segera pergi ke tempat retret. Karena mereka akan segera melanjutkan perjalanan, sudah selesai tugas mereka berada di desa bambu.
Kali ini mereka harus bersiap untuk melanjutkan perjalanan. sesuai dengan judul yang diberikan oleh Retra. Mereka harus kirim melanjutkan perjalanan ke selatan sesuai arah petunjuk yang ada di dalam peta walaupun tidak ada hal-hal yang seperti sebelumnya.
Tapi mereka harus bisa cepat sampai di tempat batu itu berada perjalanan yang cukup jauh, akan mereka lewati tentunya membuat mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dan terus melakukan yang terbaik dengan melakukan apapun yang bisa dilakukan dan berusaha susunan mungkin untuk bisa sampai di tempat tujuan.
__ADS_1
"Akhirnya kalian sampai," kata retra menyambut Fira dan juga Leon yang sudah sampai tempat kepala desa karena mereka akan segera melanjutkan perjalanan dan berpamitan kepada kepala desa serta orang-orang yang ada di sana.
Mereka yang sudah diberikan tempat tinggal dan juga tempat menginap selama perjalanan ciri jelas hal itu membuat mereka tidak bisa pergi dari Desa bambu begitu saja.
smSebelum mengucapkan perpisahan dan terima kasih kepada kakak kepada Pak Sami yang merupakan kepala desa, yang ada di desa bambu ini mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang setelah mengucapkan itu semua dan juga pada masyarakat yang selama ini sudah menyambut mereka berada di desa bambu
"Iya sudah menyelesaikan tugas kami dan segera bersiap ke sini," kata Leon yang memang sudah menyelesaikan semua tugasnya dan segera kembali menuju titik dimana mereka akan segera melanjutkan perjalanan dan juga tidak mau mengabaikan apa yang sudah ditentukan oleh rata-rata.
Sebagai seorang ketua tentunya retra sangat dihormati oleh anggotanya maka dari itu apa yang dikatakan adalah hal mutlak dan saat semua menolak untuk tinggal tiga hari.
"Kita juga udah siap-siap dan waktunya berpamitan ayo kita lanjutkan perjalanan," kata Retra yang akhirnya mengajak mereka untuk segera bersiap-siap dan melanjutkan perjalanan.
Karena hal ini perjalanan mereka masih sangat jauh, mereka tidak boleh sampai menyia-nyiakan waktu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh retra yang ingin cepat menyelesaikan menyelesaikan tugas.
Rasa ingin tahunya juga begitu tinggi karena jalannya akan mereka lalui, tidak ada dalam peta dan hanya ada satu petunjuk yang benar-benar harus mereka lakukan, di mana petunjuk itu tidak lengkap tapi mereka yakin akan bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan benar.
__ADS_1
"Baiklah sesuai katamu aku juga akan berkomentar kepada kepala desa dan orang-orang di sini," kata Pika yang akhirnya mereka semua berpamitan. Mengikuti apa yang dilakukan oleh Retra.
"kamu ucapkan terima kasih karena sudah diberikan tempat tinggal dan juga bisa berada di desa ini selama tiga hari," kata Retra mewakili rasa terima kasih ya tersebut kepada Pak Sami yang merupakan kepala desa yang ada di desa bambu.
Segera mengucapkan terima kasih pula dengan apa yang dilakukan oleh Retra dan teman-temannya yang sudah membangun desa tersebut mengembalikan Desa itu, menjadi lebih maju dan juga memberikan syarat-syarat yang tepat untuk menanggulangi permasalahan yang ada di desa bambu hingga membuat paksamin benar-benar bersyukur bisa bertemu dengan retra dan mulai mengucapkan terima kasih pula.
"Kami seluruh desa juga mengucapkan terima kasih atas apa yang dilakukan oleh Ryan memberikan cara yang bagus untuk bisa membangkitkan kembali, hal-hal yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya," kata pak Sami yang mudah-mudahan merasa beruntung bisa membantu Retra, di saat mereka juga membantu mereka semua kini tidak ada hal yang perlu ditakutkan lagi selama musim kemarau karena mereka sudah menemukan cara yang tepat untuk menanggulangi kekeringan yang ada di desa bambu.
Hal itu benar-benar membuat paksamin lebih lega lagi saat dia bisa menyelesaikan apa yang ia harus bisa selesaikan dan mereka pun harus rela meninggalkan mereka yang hanya bisa tiga hari di desa tersebut, tidak seperti rencana awal bangsamu yang mana ingin menahan retra lebih lama di sana tapi ternyata tidak bisa.
Setelah berjabat tangan dan diperlukan saling melepas satu sama lain pun akhirnya retra melakukan perjalanannya dan memulai untuk terus mencari batu permata biru diikuti dengan teman-temannya, akhirnya meninggalkan Desa bambu. Banyak hal yang sudah mereka lakukan untuk desa bambu dan semua itu juga membuat mereka berharap jika Desa bambu bisa lebih bagus dan juga lebih maju lagi seperti biasa yang lainnya. maka dari itu dan yang lainnya juga harus terus melanjutkan perjalanan.
Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan yang mana membuat mereka pun terus berjalan ke selatan untuk bisa menemukan batu permata biru tersebut. Hal itu juga membuat orang-orang yang ada di desa bambu merasa bersedih setelah retra dan yang lainnya berangkat. Sebelumnya tidak ada orang sebaik mereka yang bahkan sampai membantu sejauh ini. dan kebaikan Mereka pun akan selalu dikenang di desa bambu.
"Kenapa kau menangis?" tanya Retra ada Fika yang masih menyekat air patahnya Padahal mereka sudah berjalan cukup jauh dari desa.
__ADS_1