The Magical Elf

The Magical Elf
142


__ADS_3

Akhirnya kami pun hanya berdoa di kantor setelah Doni dan karyawan yang lainnya juga pulang, hari semakin malam dan jelas membuat kepingin cepat pulang.


Juga sudah mengajakku pulang jadi aku langsung menjawab dengan siap untuk pulang karena waktu juga sudah malam dan Hal itu membuat aku berusaha untuk merapikan tempat kerjaku sebelum akhirnya.


"Siap berarti besok aku ke sini lagi dong duh asiknya aku kadang suntuk di rumah sama ibu dan Nita," aku yang memang tidak cocok dengan Nita dan juga Ibu dan aku juga jujur kepada semua kerja atau bagaimana keluarganya tersebut menganggap aku di sana sadar memang aku bukan sebanding dengan mereka walaupun semua itu akan menjadi sangat sulit Tapi aku berusaha untuk bisa menerima.


Yang tentunya aku merasa tidak nyaman dan merasa sakit hati dengan kata-kata yang dilontarkan oleh ibu mertua yang Bahkan tidak menghargaiku maka dari itu pun jalan satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah pergi dari rumah dan mencari kegiatan lain di luar jika tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan tanpa bantuan dari hasil akhirnya untuk bisa membuka usaha baru di mana saja menjadi bisa mengetahui aku di mana dan sedang.


Karena sikap overprotektif yang dimiliki oleh Azzam yaitu benar-benar sangat menggangguku tapi sering berjualannya waktu aku pun jadi terbiasa hingga kemanapun pergi harus meminta izin dan bahkan lo lapor kepadanya.


mungkin karena dia sudah terbiasa menjadi seorang bos yang biasa membantu semua pekerjaan hingga dia pun harus setiap hari mendapatkan laporan Sama halnya dengan aku jika di rumah sendirian tanpa harus membuat rasa merasa kesulitan membuat keputusan susah mungkin untuk memberikan yang terbaik walaupun aku harus berjuang.


"Aku tahu dia tidak cocok denganmu," Kata Azam yang sudah mengetahui jika orang tuanya tidak cocok bersamaku sudah berkali-kali ibu selalu protes dengan apa yang aku lakukan padahal alasan tidak masalah akan hal.


Dan berulang kali Azam juga harus membelaku disitulah Azam selalu bercetak dengan ibu kamilah yang benar seharusnya sama ibu dan anak itu akur tapi karena ada aku mereka tidak pernah aku sama sekali begitu juga aku yang tidak bisa akur dengan ibu kamulah karena perkataannya tersebut selalu saja melukai hatiku.

__ADS_1


Apalagi ditambah dengan Nita yang ada di sana semakin memperkeruh dan memperburuk suasana dia juga tidak menyukai kurban menambah terus memanas-manasi sehingga selalu saja berpikiran buruk tentang.


Banyak hal yang tidak aku sukai di rumah maka dari toko mulia untuk membuka usaha baru, di mana semua itu dibantu oleh Azzam hingga aku bisa menyelesaikan semuanya tanpa merasa kesulitan sama sekali itulah yang bisa aku lakukan untuk bisa menggantikan diri kepada azan dan tidak terus merasa jika diabaikan.


"Lah kalau tahu kenapa kau menikahiku bikin runyam saja," kata aku yang mana hal itu membuatku merasa tidak begitu mah rasa tenang walaupun tentu ada alasan lain di mana hal itu juga bisa menjadikan perkiraanmu untuk bisa memilih di mana yang ia sukai padahal orang tuanya memiliki keinginan yang tinggi untuk bisa menikah dengan seorang seorang pemilik perusahaan juga.


Tapi sepertinya berbeda dengan Azam yang tidak menginginkan hal itu dia malah memilih gadis biasa yang seperti itu yang Bahkan hampir gagal menikah karena ditinggal calon suaminya itu benar-benar hari yang sangat memalukan bagi hari yang sangat membuatku bahagia walaupun pernikahan kami tidak direncana sebelumnya tapi aku merasa lega karena Azam saat itu datang.


Dia yang datang sebagai penolong jelas membuatku sangat senang dengan kehadirannya di mana hal itu menjadi kenangan dan membuatku berusaha sejuk ini, Aku tidak ingin mengabaikan Azam dan bahkan mengecewakannya.


"Loh cinta kan nggak bisa memilih itu menyangkut perasaan hati lah kalau sudah suka mana bisa aku cari yang lain," Kata Azam membela diri karena memang cinta tidak bisa memilih dan cinta itu turun dengan sendirinya dari pandangan terus ke hati mana bisa mencari yang sesuai dengan keinginan kalau memang sudah jatuh cinta kepada satu orang maka tidak bisa digantikan.


Entah itu benar atau salah yang jelas kata-kata itu terasa ambigu untukku saat ini cinta tidak bisa membeli bukanlah hal yang bisa dikatakan begitu saja dan dipertanggungjawabkan karena banyak perselingkuhan yang terjadi, apalagi rasa kepercayaan yang minim dengan tidak diterimanya di keluarga dan juga dengan kehidupan sehari-hari.


Bahkan tidak pernah ambil bertemu yang bisa jadi cinta itu pun akan menghilang dengan sendirinya banyak hal yang bisa membuat cinta itu hilang tapi banyak hal juga yang bisa membuat cinta itu semakin dalam maka dari itu aku kadang tak percaya dengan kata-kata Azam yang berkata seperti itu cinta yang tak bisa memilih bukanlah hal yang bisa diper katakan dengan mudah.

__ADS_1


Padahal bisa saja dia tidak mencintaiku suatu saat nanti tapi itu juga bukan hal yang aku inginkan aku juga masih berusaha untuk menerima semua itu dan berusaha bisa mungkin menunjukkan Sisi baikku dan tidak terus mengeluh.


Walaupun hati ini terus merasa tidak cocok dan tidak ikhlas tapi semua itu tetap aku perjuangkan dan tetap aku lakukan walaupun aku benar-benar tidak merasa nyaman di rumah.


"Cie sejak kapan ngegombal," sindirku aku baru mendengar kata-kata manis dari Azzam tak biasanya dia berkata seperti itu walau hanya untuk pemilihan tapi benar-benar terlihat bukan.


Aku tak mengira dia bisa berkata seperti itu maka dari itu dia yang biasa tegang dan dingin pun terlihat lebih santai kali ini mungkin karena kami sudah terbiasa hal itu membuatku jadi lebih biasa lagi berkomunikasi dengannya.


"Sudah ya sudah pulang saja," kata azan yang sepertinya Salah tingkah Baru kali ini aku melihat dia seperti itu padahal sebelumnya dia tidak menunjukkan sikap seperti itu dan hal itu pun membuatku merasa senang mendapat perhatian dari.


Aku mau cuti Azzam di belakang sebelum naik mobil dan kami pun pulang bisa bekerja bersama berangkat bersama dan pulang bersama adalah hal sangat menyenangkan.


Tapi harus mengerjakan dokumen dan juga membuat usaha baru adalah hal yang sangat memusingkan memang kehidupan ini harus seimbang barulah bisa menyelesaikan semuanya jika tidak dikerjakan bersama-sama dan tidak ada rencana mungkin hubunganku dengan nazar akan semakin jauh.


Perjalananku masih panjang kali ini aku harus mempersiapkan semuanya sebelum menghadapi badai yang lebih besar lagi Aku berusaha susah mungkin untuk menunjukkan profesionalku untuk tidak mengabaikan apa yang tidak seharusnya aku lakukan maka dari itupun aku benar-benar menikmati alur saja untuk bisa berusaha lebih dekat lagi dengan Azam.

__ADS_1


__ADS_2