The Magical Elf

The Magical Elf
149


__ADS_3

Jelas aku bingung lihat kedatangan Azam karena dia tidak bilang sama sekali akan menuai, dan hal itu pun membuat aku melihat ke arah Azam mencoba untuk memastikan Jika dia benar-benar Azam atau bukan.


Lihat wajahnya yang begitu kesal apa lagi mungkin dia tergesa datang ke mall padahal aku tidak menyuruhnya datangnya saja aku menghubungi ponselnya terlalu banyak karena sudah di pagi Aku berusaha untuk meminta izin.


Yang pada akhirnya pun aku mengirim pesan karena taruhan kotak diangkat maka dari itu mungkin itu juga membuat asam banding jika ada terjadi sesuatu padaku tapi aku sudah menjelaskan jika aku akan pergi ke mall.


Karena aku ingin meminta izin rumah tapi kedatangannya yang buru-buru tersebut dengan wajah yang benar-benar kasar rambutku juga merasa bingung apakah aku ada salah atau tidak.


Padahal sebelumnya aku juga sudah meminta izin Dan memang aku tidak memikirkan jika aku merasa bersalah, apalagi semua itu juga di luar kendali Kenapa dia bisa datang cuek itu ke tempatku sekarang ini.


"Asam ih aku di sini kan aku udah bilang tadi jika aku izin untuk berjalan-jalan Tapi Kakak sibuk jadi aku menunggu," jawaban Kakak set dari tadi tapi tak diangkat Aku coba untuk memberi pesan pada kakak tuh Kakak sudah tahu juga aku ada di sini dan hal itu juga membuatku benar-benar merasa tenang saat ada yang datang tapi juga merasa bingung kenapa Ia datang.


Padahal dia bilang sayang sibuk dan sedang mengadakan rapat tadi baru selesai rapat Dia langsung memarahi Hal itu benar-benar membuat dia pasti menggunakan seluruh tenaganya untuk sampai ke sini padahal aku tidak bilang ingin minta tolong ataupun sedang dalam kesulitan.

__ADS_1


Entah apa yang dipikirkan oleh asem hingga dia tiba-tiba datang ke tempat kepada allahku tidak berkata apa-apa dan berusaha untuk mencoba memahami apa yang dilakukan oleh Hasan mencoba untuk mengerti apa yang diinginkan hal itu membuatku benar-benar merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Azam seperti itu sebelumnya.


Mungkin karena aku yang salah selama ini mengira alasan benar-benar membuatku melakukan hal yang tidak biasa aku lakukan karena aku berusaha sebisa mengenal tidak mengobarkan apapun yang menjadi kewajibanku dan berusaha untuk tidak mengabaikan apapun.


"Maafkan aku aku lihat kamu tadi bersama seorang laki-laki Kenapa jadi seorang wanita?" tanya Azam lagi yang membuatku pun menunjuk arah


"Perjanjian bertemu dengannya?" Kaki Azam saat tidur seperti curiga kepadaku padahal aku tidak perjanjian sama sekali dan aku juga sudah bilang akan pergi ke mall karena merasa di rumah pusing dan kali ini benar-benar membuatku mengerti dengan hasil yang datang tiba-tiba hanya untuk menanyakan hal itu kira dia ingin makan bersamaku tapi aku abaikan semua pikirannya dan berusaha untuk berpikir positif.


"Tidak kami bertemu secara kebetulan karena suami saya bilang jika mereka teman jadi kamu menemaninya," kata istri Alvin pun membuat Azam benar-benar Rehan merasa bersalah entah apa yang dipikirkan olehnya tapi aku mencoba untuk berpikir positif.


"Nah kan kamu suka dengan anak kecil maka dari itu cepat punya anak," aku sekarang kita juga belum nambah ini tentunya masih ada hal yang harus dilakukan dan berusaha untuk bisa melakukan yang terbaik.


"Yang benar saja, pernikahan kita baru sebulan," buat aku salat itu memberitahukan hasil bagi dengan pernikahan kami peristiwa yang disampaikan pernyataan percobaan itu walaupun membutuhkan waktu yang lama.

__ADS_1


Buka usaha sendiri akan memiliki kegiatan yang bisa membuatku aku contoh kegiatanku tersebut daripada harus fokus memikirkan orang lain yang mana tidak ada henti-hentinya. makin merasa kesal saja apalagi keluarganya itu memang benar-benar membuat kesalahan tidak melakukan apa yang harus aku lakukan membuatku juga merasa tidak nyaman tidak boleh lagi bertemu dengan ibu kamilah dan juga Nita.


"Iya, semoga saja kalian melihat coba diberikan omongan," kata istri Alvin yang benar-benar mencairkan suasana.


Sangat cantik yang memiliki seorang anak yang benar-benar sangat imut keluarga yang benar-benar membikin nilai, Azam juga berpikir seperti itu tapi itu terlihat perasaan ini di mata Azam.


Marah dan juga tergesa-gesa hal itu juga membuatku merasa bersalah tapi kali ini Dia terlihat santai dan bisa ngobrol dengan santai pula keluar dengan keluarga final itu juga mencairkan suasana dan aku pun jadi merasa lebih tenang daripada sebelumnya karena harusnya mendatang pertama kali jelas membuatku sangat kaget dan tidak menyangka dia akan datang seperti itu.


Melihat hal itu Alvin langsung menghampiri adzan mereka saling berjabat tangan, dan tidak ada tegangan sama sekali di mana azan bergabung dengan kami untuk makan bersama. Itu membuatku benar-benar merasa tenang.


Bersama untuk makan bersama di mana hal itu membuatku pun merasa benar-benar seperti bertemu dengan sahabat apalagi asam juga tidak pergi merasa terganggu dengan adanya angin di sana Aku juga tidak tahu apa yang membuat asam datang ke sana Tapi aku berusaha untuk bisa mengakrabkan diri dan berbincang-bincang bersama mereka Apalagi sudah lama aku tidak bertemu dengannya.


"Yah aku tak menyangka jika kali SMS suamimu karena setahu aku saat mendapatkan kabar kau akan pulang sepertinya bukan dia," kata Alvin yang seperti mengetahui dan mengenal Azzam aku juga tahu orang-orang dibalik semua mengetahui mereka sama apalagi Siska juga sudah menceritakannya kepadaku dan tidak heran jika Alvin tahu mengenai dia aku saja yang mungkin selama ini tidak terlalu fokus dengan dirinya dan membuatku tidak mengenalnya sama sekali.

__ADS_1


"halo juga emang tidak pergi ke mana Kalau emang sudah waktunya tuh akan dipertemukan," jawab Azma lagi atasan saat itu tidak menceritakan apapun dan tidak menceritakan masalahku akupun hanya tersenyum menikmati makanan di wajahku sambil bergerak dengan anak dari Alvin yang benar-benar lucu dan imut dan merasa terhibur dengan kelucuannya.


Maka dari tadi aku juga memperhatikan anak itu dan memang terlintas aku juga inginkan seorang anak tapi perasaan kami yang juga baru berapa bulan pun membuatku harus bersabar lagi semua orang yang sudah menikah juga meminta seorang anak dan tidak ada orang wanita yang tidak ingin melahirkan


__ADS_2