
Pika Reflek langsung menarik tangannya dan melawan orang itu, tapi ketika orang tersebut emalingka wajahnya Pika baru sadar ternyata bukan musuh.
“Ini aku,” kata Retra yang tanya ingin menyapa Pika malah kena serangan dari anak itu yang makin gesit gerakannya.
“Maafkan aku, tidak melihatmu,” kata Pika meminta maaf merasa tidak enak hati karena sudah menyerang Retra.
Pika menganggap jika itu orang lain dan ia merasa takut kalau sampai dia di serang oleh bangsa Peri, maka dari itu Pika berusaha untuk melawan orang tersebut yang ternyata Retra. Hal itu benar-benar membuat Pika lega, karena itu bukan musuh.
Tahu Pika baru pertama kali plang sendiri dan masih belum terbiasa, ia juga baru sadar ternyata Faras lebih sibuk dari yang ia kira, karena ia mengira jika Faras tidaklah sibuk, tapi ternyata perkiraanku selama ini salah, dan Pika juga berusaha untuk bisa berlatih dan membantu para elf dengan serius.
“Tumben pulang sendirian?” tanya Rera yang merasa Penasaran dengan alasan Pika pulang sendirian pahalanya ia tahu jika Pika tidak begitu berani dengan para peri dan ia juga berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengabaikan mereka.
“Iya, kakak Faras sibuk dan tadi ia pergi dulu,” jawab Pika yang ditinggal dengan para pegawai dan mengobrol dengan para elf tentunya.
“Iya, aku pasti sibuk jadi tidak bisa melatih mu sampai sore,” kata Retra yang tahu betapa sibuknya sang Kakak, yang bahkan jika ada keadaan darurat ia bisa saja tidak tidur.
“Lalu bagaimana dengan kamu?” tanya pika yang tahu jika Retra juga sibuk,tapi siapa sangka ia bisa pulang bersama.
__ADS_1
“Aku memang jadwal istirahat dan mau pulang, lalu di jalan aku melihatmu dan berniat ingin menyapamu, tapi kau malah menyerang ku,” jawab Retra yang saat itu juga merasa khawatir melihat Pika pulang sendiri dan ingin menemaninya pulang.
“Wah terima kasih, berarti kau mengantarku sampai rumah yah,” kata Pika yang ternyata juga takut sendiri dan tidak menyangka jika Retra menyapanya.
Jelas hal itu dijadikan kesempatan agar ia memiliki teman untuk pulang, lagi pula sauasan di san semuanya hutan yang membuat Pika merasa tidak nyaman kalau jalan sendiri. Berbeda jika tersesat di kota Pika bisa menggunakan ponsel untuk menghubungi orang, sedangkan jika ia tersesat di hutan, jelas tak bisa melakukan apa-apa jadi ia sekarang merasa tenang.
Apalagi Retra pasti akan melindunginya dan tidak akan mencelakai nya jadi Pika benar-benar tenang dan ia bisa berjalan santai, karena sambil menikmati suasana asora hari yang teduh dan sejuk, seperti biasanya Pika juga merasa senang jika ia bisa berjalan dengan orang seperti Retra.
Apalagi, latihannya sudah selesai sedari siang, jadi ia tidak merasa lelah dan menikmati perjalanannya dengan sanati, korean jelas Pika tidak ingin cepat sampai dan berpisah dengan Retra, karena akhir-akhir ini dia juga jarang bertemu dengan Retra jadi Pika menggunakan kesempatan itu untuk bisa bersama dengan Retra.
Karena Retra juga tidak menyangka bisa bertemu dengan Pika dengan tidak sengaja, karena dari awal ia mengira tidak bisa bertemu dengan Pika karena kesibukannya, dan bahkan ia sudah mengucapkan salam perpisahan untuk satu bulan, ternyata tak seperti yang di abangayangaka ia bisa bertemu dengan Pika dan bahkan bisa jalan bersama.
Karena sebelumnya retra mengira jika Pika seharian akan bersama dengan Faras, tai ternyata di luar dugaan Faras yang sibuk dengan para pekerja membiarkan Pika melakukan apa yang dia inginkan setelah latinnya berakhir, jadi Pika hanya alatiah pagi sampai siang hari saja, tahu seperti waktu bersama dengan retra Pika berlatih seharian penuh yang mana hal itu bisa membuat Pika cepat menguasai jurus yang diajarkan oleh Retra,jadi hal itu membuat Pika lebih cepat bisa.
Mengetahui kehebatan Pak membuat Faras juga tidak terlalu mengenakan Pika, karena ia sudah berkembang begitu baik dengan bantuan Retra dan meskipun ia terus berlatih dengan afaras hal itu membuat Pika bisa lebih hebat lagi karena ia berlatih jurus baru yang membuat Pika semakin berkembang.
Jadi tentunya tidak perlu khawatir lagi dengan Pika yang semakin hari ia semakin hebat dan bahkan bisa membantu di perkebunan juga sesuai dengan hobinya yang suka tanaman, hal itu juga membuat Pika jadi bisa membantu para elf di sana.
__ADS_1
“Besok, kamu pulang jam berapa? bisakah kita pulang bersama lagi?” tanya Retra yang juga ingin pulang bersama lagi dengan Pika agar Pika ada teman dan bisa melindunginya jika terjadi.
Tapi selain itu ia juga memang memiliki tujuan lain ingin terus bersama dengan Pika,entah kenapa jadi merasa nyaman kalau melihat Pika, yang membuat Retra tidak masalah berjalan dengan Pika walau tanpa obrolan sekali pun.
“Entahlah mungkin sama,sore hari seperti sekarang ini,” awab Pika yang juga tidak bisa memprediksi ia akan pulang kapan dan berusaha sebisa mungkin menunjukkan jika ia tidak terlalu berharap.
Meskipun sebenarnya Pika juga memiliki perasaan yang sama ingin terus bersama dengan Retra, tapi Pika sadar diri jika dirinya tidak boleh egois dan tidak boleh melarang Pika untuk melakukan pekerjaan lain yang membuatnya tidak nyaman.
“Baiklah, semoga besok bisa bertemu lagi,” kata Retra yang juga tidak tahu akan sesibuk apa dirinya ia akan menempatkan unit bisa pulang bersama dengan Pika Agar rasa rindunya itu terobati, dan bisa sebisa mungkin bersama dengan orang yang ia suka adalah hal yang menyenangkan.
“Aku tidak menjamin hal itu,aku seharusnya tahu jika kau begitu sibuk, ah aku saja yang tidak ada kerjaan dan bisa bermain sepuasnya tadi,” kata Pika yang membantu para elf di kebun ia anggap sekedar bermain-main karena tidak latihan.
Lagi pula ia tidak papa dan benar elf di sana baik dan membuat Pika ga tidakterlalau lelah, karena tahu pika akan melakukan perjalan untuk mencari batu sihir biru,jadi perhatian mereka membuat Pika tidak boleh kelelahan dan hanya bermain-main saja di sana, Pika sendiri juga tidak menanyakan jika respon mereka begitu baik padanya dan membuat Pika benar-benar tidak bisa mengabaikan Mereka yang memiliki harapan besar padanya.
“Hah yang benar saja kau hanya bermain-main , lalu bagaimana dengan latihan mu, ya ampun Pika, kau ini.”
Retra yang gemas dengan Puka mengacak-acak rambut pika, membuat Pika melirik ke arah retra dengan karena kelakukan member Pika kesal saja. Bisa-bisanya Retra memperlakukannya seperti anak kecil.
__ADS_1