The Magical Elf

The Magical Elf
Tinggal Bersama Mereka


__ADS_3

Pika yang memikirkan matang-matang apa yang akan ia putuskan, pasalnya dia juga tidak tahu medan disana dan mungkin jika kebanyakan orang akan bahaya, apalagi setelah mengetahui, cerita dari Faras yang mana membuat Pika juga tahu bagaimana rasanya membuat ia tidak diabaikan dan berusaha sebisa mungkin unutk melakukan yang terbaik nantinya.


Dengan pertimbangan yang matang dari Pika, dan niat untuk Kembali ke tempat asalnya membuat ia yakin, ia tidak akan ada masalah dengan perjalanan yang akan ia tempuh dan berusaha sebisa mungkin untuk menyelesaikan tugas dengan baik.


“Baiklah,” jawab Pika, yang akhirnya mengiyakannya Ia akan pergi bersama Retra, untuk mencari batu sihir yang diberitahukan oleh Faras.


Keputusan Pika kali ini tidak bisa di Tarik Kembali, ia yang sudah memutuskan untuk pergi pun akan menyelesaikan, tugas dengan benar dan tidak akan mengecewakan Faras yang sepertinya memiliki harapan besar agar Pika bisa berhasil dan sukses.


Retra menatap Pika setelah mendengar jawaban Pika, ia sadar pasti dalam perjalan nanti akan sulit, tahu jika Pika tak memiliki kekuatan apapun, dan kali ini retra harus melakukan perjalan Bersama dengan dia, dari apa yang dikatakan sepertinya memang tidak ada kebohongan.


“Biar aku nanti ajarkan di beladiri,” batin Retra yang juga merasa khawatir, tahu jika banyak yang tidak Kembali setelah berjuang untuk menemukan batu sihir itu.


“Kau siap Retra?” tanya Faras ingin mendengar jawaban dari Retra yang akan menanggung tugas tersebut.


“Aku  ingin latihan beladiri karena  akan sangat bahaya jika ia tak memiliki perlindungan diri,” kata Retra yang saat itu juga tidak ingin repot jika sewaktu-waktu ada yang menyerang mereka di tengah jalan.


Apalagi melihat Pika yang sepertinya sangat lemah,tak yakin juga Retra bisa berhasil, melihatnya tenggelam di danau saja sudah membuktikan jika ia tak bisa pap-apa. Dan harus melakukan perjalannya denganya yang sangat bahaya jelas membuat Retra ingin membekalinya sedikit ilmu beladiri.


“Bukanya itu membutuhkan waktu lama, tak bisakah kau mengejarnya di perjalanan,” kata Faras yang memerintahkan demikian, akhirnya retra juga tidak bisa menolak dan akan menjadi bebean besar baginya nanti.


Sebenarnya tidak masalah mengabaikan Pika yang bukan anggota keluarga merak, mau bagaimanapun mereka memang butuh batu sihir itu, karena perjalan mereka sangat jauh dan tidak bisa memastikan keselamatan Pika, jadi jelas hal itu membuat Retra harus lebih berhati-hati lagi.

__ADS_1


“Tidak bisa itu sangat berbahaya, apalagi jika sampai ia tertangkap oleh bangsa peri,” kata Retra meminta izin pada Faras untuk melatih Pika yang tentunya juga bagus untuk keselamatan mereka berdua.


Mengetahui medan yang begitu sulit dan musuh yang begitu jahat, jelas menjadi pertimbangan besar bagi retra dan ia berusaha untuk bisa melatih Pita agar mereka bisa selamat dalam menjalankan Misi, tahu jika Pika tidak memiliki kekuatan apapun.


Berusaha membantu menemukan batu sihir itu sangatlah berbahaya bagi Pika yang apalagi ia bilang jika pika adalah manusia yang lebih mengkhawatirkan lagi, maka dari itu Retra langsung uul demikian agar Pika tidak celaka nan rinya.


“Iya baiklah, besok kalian berlatih, biar dia tinggal bersamaku,” kata Faras lagi mengizinkan rera untuk melatih pika terlebih dahulu sebelum melakukan perjalan yang berbahaya.


Tahu jika retra banyak pertimbangan, lagi pula ia juga memiliki kekuatan bela diri yang baik, karena dia yang merupakan penjaga elf,dan berusaha untuk mempertahankan orang-orang yang kini masih terbiasa, setiap perbatasan hutan peri dan elf selalu ada penjaga yang menjaga agar tidak terjadi sesuatu hal yang mengerikan, dan kini membuat mereka selalu waspada jika ada bangsa peri datang.


Karena merekalah yang berjaga di sana membuat bangsa elf bisa selamat untuk beberapa tahun, dan halal itu jelas membuat Faras juga cemas jika sewaktu waktu mereka mendapatkan serangan dari bangsa Peri yang bisa saja mereka lancarkan kata sudah tidak bisa lagi mengusik wilayah bangas elf.


“Baiklah, kau jaga dia, besok kau akan Kembali lagi kesini,” kata Rera yang akhirnya berpamitan. Membuat Faras juga mengizinkannya pergi, sekarang tinggal faras dan Pika di rumah itu.


“Pakailah baju ini, sepertinya kau tidak nyaman dengan baju yang kau gunakan,” kata Faras, memberikan baju yang sama, seperti yang ia kenakan.


Bagaimana Pika bisa lupa, jika bajunya basah. Sedari tadi, ia tidak sadar akan hal itu. Hingga bajunya sudah kering dengan sendirinya.


“Terima kasih,” kata Pika, menerima baju tersebut. Dan segera memakainya.


Bajunya benar-benar mirip dengan yang dimiliki para elf, tak menyangka Pika bisa berpenampilan seperti mereka, walau ada sedikit perbedaan, dan hal itu membuat Pika tersenyum sendiri melihat pantulan tubuhnya di kaca dengan mengenakan baju seperti mereka.

__ADS_1


Menyaksikan penampilannya, dan menggunakan baju Bangsa Elf terlihat mirip dengan mereka sekarang. Hanya telinga saja yang berbeda, seperti kelainan saja.


“Ini benar-benar bagus,” kata Pika, yang masih memandangi gambar diri dalam cermin.


“Apa kau suka?” tanya Faras, melihat Pika yang begitu senang di depan kaca.


“Iya, aku sangat suka. Aku jadi tidak merasa berbeda, dan seperti kalian,” kata Pika lagi, senang melihatnya sekarang tidak seperti orang yang berbeda.


“Apa kau tidak apa-apa, jika aku tinggal sebentar di kediamanmu?” tanya Pika, yang merasa seperti orang asing di sana, dan belum terbiasa dengan suasana di sana.


Pika yang baru saja datang, tentunya berbeda dengan Bangsa Elf yang lain. Sadar saat ia berjalan bersama Retra menuju ke tempat Faras, banyak yang memperhatikan Pika.


Karena Bangsa Elf berkumpul di sana, di satu tempat yang mendapatkan perlindungan dari Faras, selaku ketua di sana. Dan tidak bisa mengabaikan jika Pika akan membantunya. Maka, ia juga harus memperkenalkan Pika, pada mereka semua. Yang nantinya Pika akan membantu mereka.


“Mereka sangat baik, dan tidak akan mencurigaimu karena kau bukan Peri, pastinya kedatanganmu akan disukai oleh merak semua,” kata Faras yang tahu jika Pika orang baik dan tidak mungkin bertindak buruk.


“Baiklah, aku juga ingin tahu bagaimana mereka. Dan ingin lebih mengenal lagi seperti apa mereka," kata Pika, yang jelas ia juga penasaran dengan suasana yang ada di sana.


“Besok aku akan membawamu berkeliling tempat ini alangkah baiknya, sekarang kau istirahat dan makan dulu,” kata Faras yang pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk Pika dengan bahan seadanya.


Merasa penasaran dengan apa yang Faras buat Pika pun pergi ke dapur mengikuti Faras, ternyata makanan mereka dari daun-daunan disana yang dimasak, melihat itu Pika bingung bagaimana ia bisa memakan makan yang sama dengan mereka.

__ADS_1


“Aduh bagaimana ini apa aku tolak saja,” kata Pika yang tidak tahu daun apa yang sedang dimasak dan jelas membuat Pika juga bingung bagaimana cara menolaknya padahal mereka sudah baik padanya.


__ADS_2