The Magical Elf

The Magical Elf
141


__ADS_3

Suasana menjadi berbeda setelah klien datang jelas Hal itu membuat asam lambung menemuinya hal itu juga membuat dia pun memberikan kepadaku karena akan menemui kelahian yang tidak bisa diabaikan.


Gala di mana salah satu Apa yang dilakukan oleh  melakukan penawaran dan hal itu pun belum pernah aku lihat atau pergi belum pernah aku ketahui dan aku tidak ada urusannya dan sangkut pokoknya dengan itu semua karena aku bisanya hanya menumpang beberapa hari untuk menyelesaikan bisnisku.


Ternyata memiliki usaha sendiri itu lebih menyenangkan daripada harus bekerja dengan orang lain aku pun menikmati proses penguatan usaha ini, meskipun uangnya bukan dari aku tapi setidaknya aku bisa belajar dan berusaha untuk bisa melakukan yang terbaik.


Tidak Hanya berdiam diri saja di rumah dan menghabis-habiskan uang aku kali ini tahu bagaimana cara mendapatkan uang dengan benar dan tidak mengabaikan apa yang menjadi tugas dan kewajibanku karena semua itu mempengaruhi aku kerjakan dengan baik dan tidak boleh mengabaikan apapun yang sudah dilakukan maka dari itu aku berusaha susah untuk tidak membuatku merasa kesulitan sama sekali.


Banyak hal yang masih harus aku pelajari di mana memang aku berada di kantor emang hanya untuk menghindari ibu yang mana selalu saja membuatku merasa kesulitan Tapi semua itu pun bisa berubah menjadi baik saat ibu juga tidak merepotkanku.


Menghindar adalah cara yang terbaik apalagi dengan ibuku yang seperti itupun masih bisa saja membuat masalah untuk saja Azam menyetujui bisnis itu dan membantunya sampai selesai.


"Aku menemui klien dulu ya?" Kata azab saat itu berlalu pergi by the way kelahir dalam sudah menunggunya dari tadi.

__ADS_1


Kadang juga aku merasa sedikit cemburu jika ada kelahian wanita tapi semua itu ku abaikan dan aku berdiri positif Karena semua itu untuk pekerjaan dan hal itu benar-benar aku mengabaikannya karena memang itulah yang bisa kulakukan dan tidak bisa mengabaikan apapun yang menjadi tugas dan kewajiban Azam yang menarik itu menjadi hal yang harus dikerjakan oleh azab sebagai pemimpin perusahaan.


"Iya tak apa-apa aku menunggu di sini nanti setelah selesai kita baru berangkat,"  kataku yang lebih baik menunggu di tempat kerjaku sendiri dan menyelesaikan apa yang harus aku persiapkan besok setelah semuanya sudah beres dan hal itu benar-benar melalui proses yang cukup panjang yang mana aku menikmati setiap prosesnya di mana bisa berkonsultasi dan mengetahui masalahnya dan tahu bagaimana hasilnya nanti.


"Iya baiklah kau selesaikan tugasmu dulu dan catat apa keperluanmu nanti aku," kata azab yang menyuruh untuk menyelesaikan semua itu umatku tersenyum dan mengingatkan apa yang dikatakan asam dapat disuruh berlaku ada di sana untuk menyelesaikan tugas yang datang ke mejakulasi sendiri karena mengetahui jika dini terus mengobrol denganku dan hal itu pun membuat dia datang agar diri kembali.


"Oke siap makasih Nanti aku selesaikan semuanya," aku yang langsung siap untuk menyelesaikan pekerjaan karena memang aku benar-benar harus bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa bantuan orang lain dan agar tahu bagaimana.


Menggambarkan apapun yang menjadi tugas dan kewajibanku melakukan apa yang harus aku laporkan menyelesaikan apa yang harus aku selesaikan dan tidak mengabaikannya maka dari itupun semua itu bisa cepat selesai karena bantuan orang-orang yang hebat yang ada di dekatku dan semua itu aku manfaatkan dengan benar.


televisi ini bukanlah bisnis besar hanya bisnis kecil di mana untuk bisa mengisi waktu sengganggu tapi setidaknya semua itu butuh pengorbanan uang dan makan modal yang cukup banyak yang mana hal itu juga membutuhkan pendapatan dan juga laba yang harus didapat maka dari itu butuh strateginya benar-benar ekstra dan mengetahui tempat yang baik untuk bisa membuka usaha baru.


Di mana Hal itu pun banyak sekali yang harus diselesaikan banyak dokumen juga yang baru kali ini aku ketahui dan hal itu pun membuat aku makin banyak belajar kalau bukan bantuan dari azam dan Doni mungkin aku masih bersama dengan ibu di rumah terus melakukan hal-hal yang menyedihkan apalagi ibu yang tidak suka denganku pastinya aku menjadi sasaran dan empuk untuk setiap kali ocehannya dan rasa bencinya.

__ADS_1


Setelah itu asam pergi meninggalkanku dan aku melanjutkan apa yang harus aku kerjakan rumah karena sendiri tadi mengobrol gara-gara Doni yang datang ke mejaku membuat Azam pun mulai datang dan mereka benar-benar terus berusaha untuk berdebat seperti biasa tak ada yang akur dari mereka berdua tapi memang karena Doni yang selalu saja mencari masalah.


"Tahu tak mengerti apa yang harus aku lakukan tapi kok berusaha sebisa mungkin untuk bisa menyelesaikan ini," kataku pada saat itu pada Doni yang datang menawarkan bantuan selalu saja jika adzan pergi dia pun akan datang menawarkan bantuan takut aku merasa kesulitan.


 Tapi aku pun tidak merasa kesulitan sama sekali karena biasanya aku bisa meminta bantuan kepada asap dan hal tersebut menolaknya dengan halus dan sopan agar dia juga tidak merasa tersinggung aku juga membuat jaraknya antara dia karena tahu jika terlalu dekat Azam pasti akan selalu datang.


 Entah kenapa mereka berdebat membuatku kesal saja kadang tapi tak bisa berbuat apa-apa atau mereka sudah dekat dari dulu dan tahu jika mereka memang dekat dan aku tidak bisa melakukan apa-apa yang akan hal.


"Kalau semisalnya kau tak mengerti aku bisa membantumu," kata Doni menawarkan diri saat itu tahu jika adzan langsung lainnya dia lagi-lagi mau membantuku tapi aku merasa sungkan dan merasa tidak enak.


"Tidak perlu kau kerjakan saja urusanmu biar cepat selesai," kataku yang bisa menyelesaikan pekerjaan itu dan menyuruh Doni untuk kembali bekerja saja karena pekerjaannya lebih banyak daripada pekerjaanku dan dia selama ini sedang membantu menjelaskan kehabisan banyak waktu dan malah akan menambah waktunya untuk bekerja tapi dia tidak memaksakan hal itu dan dengan senang hati membantu hormat keheran saja.


"Iya Baiklah, selamat bekerja," kata Doni yang akhirnya memberikan semangat kepadaku sebelum diakhiri kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya sama seperti ini denganku pun melanjutkan pekerjaan yang ada di hadapanku dengan sebaik mungkin dan menunjukkan kemampuan serta kualitas yang aku miliki.

__ADS_1


Sedikit Aku selesaikan dokumen itu sambil melari ke ruangan Azam yang mana Masih serius melayani kliennya walaupun kalian itu wanita tapi ini berbeda dengan yang kemarin tidak seperti Monik yang terlalu mendekat kepada saat ini benar-benar memiliki sopan santun yang luar biasa Dan aku pun tidak terlalu tidak akan hal itu dan bahkan tidak cemburu tidak seperti saat adzan bersama dengan Monik.


__ADS_2