The Magical Elf

The Magical Elf
Menemukan Sumber Air


__ADS_3

"Coba lihat ini Pika kau benar ternyata di sini ada air terjun dan danau," kata retra yang memberitahu Pika jika dia sudah menemukan air terjun dan juga danau sebagai sumber air, seperti apa yang dikatakan oleh Pika.


Bahwa di tempat tersebut ada sumber air dan ini tidak main-main, karena apa yang dikatakan oleh pita ternyata benar yang pada akhirnya mereka bisa menemukan sumber air tersebut.


Dengan sangat girang retra pun memberitahukan kepada Pika tentang penemuan sumber air tersebut maka dari itu pun menikah dengan senang dan juga bahagia menghampiri Retra


"Aku tidak pernah salah jika di sini dekat dengan sumber air tentunya kita bisa membuat pengairan ke desa bambu," kata Pika yang sangat senang karena ia menemukan sumber air dan semua tebakannya tidak pernah salah selama ini.


Ia tahu di mana keberadaan air karena air merupakan pusat dari kehidupan. Apalagi dia juga sering berada di danau bukan karena dia menyukai danau, tapi karena dia benar-benar merasa kesepian dan juga kesulitan.


Apalagi dia yang pernah jatuh ke danau dan juga pernah menemukan danau terlarang, tentunya jadi hal yang mengerikan yang membuat Pika tidak takut dengan air.


Pika yang senang dengan temunya tersebut segera saja mengamati sekitarnya, yang begitu sejuk dan damai. memang jika tempat yang dekat dengan sumber air, terasa sangat sejuk.


Pika berbakatnya dalam menemukan sumber air, bukanlah hal yang biasa dari awal dia juga sudah memiliki bakat tersebut dengan membuat penilaian sendiri. Ia pun tahu jika di tempat tersebut ada sumber air seperti apa yang sudah ia temukan dan kali ini.


Tinggal Ia merencana terakhir untuk bisa mengairi kebun merek, dengan air dan hal itu jelas membuat Pika merasa bahagia karena permasalahannya akan segera selesai dan mereka bisa melanjutkan lagi perjalanan.


Perjalanan yang cukup jauh, menguras tenaga hal itu tentunya, membuat Pika harus benar-benar bersiap dengan perjalanan tersebut.


Di sini dia juga sudah berjanji kepada dirinya sendiri, bahwa tidak ada bola yang mati ataupun tertinggal hingga membuat mereka harus bisa pergi dengan selamat. Itulah yang selama ini membuat ia merasa benar-benar menjadi senang, bisa bersama dengan orang-orang yang begitu menyayanginya dan juga Retra yang selalu memperhatikannya.

__ADS_1


Hal itu membuat Pika juga masih terus bertahan dalam kelompoknya, untuk bisa mendapatkan batu permata sihir biru setelah dia bisa membantu orang-orang di desa bambu tersebut.


"Iya aku setuju dengan pendapatmu dan aku juga sudah melihat sketsamu sekarang kita tinggal kabari Beni dan yang lainnya," kata Retra yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Pika, dengan menemukan sumber air tersebut ia akan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di desa itu dengan membuat pengairan air seperti apa yang sudah digambarkan.


Maka dari itu pun dia benar-benar merasa tenang dengan apa yang sudah dia lakukan, ternyata benar-benar membuat semua hal yang ada di luar mengerikan dan juga membuatku sebagai seorang adalah hal yang menyenangkan.


Hingga membuat Pika segera memberitahu karena dengan cara itu mereka bisa mendapatkan air tersebut dan hal itu jelas sudah dinantikan oleh Retra.


Retra yang selama ini memiliki kelemahan dan hal tersebut bisa terlihat jelas dari kelemahannya selama ini yang menyukai Pika.


"Mari kita beritahu mereka dengan tanda yang diberikan oleh Beni hal ini pasti akan membuat Beni cepat kemari dan kita hanya tinggal menunggunya saja," kata Retra yang ingat sesuai dengan perjanjian awal jika salah satu diantara mereka menemukan sumber air, maka mereka harus memanggil satu sama lain agar bisa mengetahui jika sudah ada yang berhasil.


Mendengar penjelasan dari Retra. Pika segera mengeluarkan tanda agar bini mengetahui di mana Ia berada dan juga sudah menemukan sumber air sesuai dengan apa yang dikatakan sebelumnya.


Hal itu jelas sangat efektif karena tempat mereka berada tidak terlalu jauh mereka mencari air di hutan tersebut dan tidak pergi jauh.


Jadi dengan cepat bisa mengirim tanda pada Beni, agar bisa berkumpul di sumber air. Yang mana tujuan mereka sekarang sudah terpenuhi, jadi Pika dengan senang mencoba mengambil air tersebut.


Hal itu membuat Pika akhirnya menunggu kedatangan Beni ditemani oleh retra di sana benar tak Serang beberapa lama akhirnya Beni pun sampai menghampiri mereka berdua.


"Kita duduk dulu disini," kata Pika yang duduk dekat sumber air sambil bersantai menunggu Beni datang, dimana hal itu jelas membuat mereka melihat pemandangan itu terlebih dahulu.

__ADS_1


"Kau memang suka pemandangan ya?" tanya Retra melihat Pika yang terlihat tenang dan begitu senang dengan berada di dekat Danau.


Suasana sejuk dan pemandangan yang hijau tentunya benar-benar membuat Pika merasa tenang, ditambah lagi tidak ada ancaman bahaya yang tentunya Pika semakin betah berada di sana.


Kapan lagi bisa bersantai di pinggir danau dalam tugas dan suasan sejuk yang jarang mereka temui, kali ini mereka benar-benar senang telah menemukan apa yang selama ini mereka cari.


Hal itu tentunya menjadi hal yang menyenangkan dan membuat mereka bersemangat bisa berada di sana.


"Iya, kau tahu kita jarang bersantai sekarang, dulu kau sering mengajakku ke sumber air terjun, dan menyelamatkan ku saat berada di danau," jawab Pika yang benar-benar masih mengingat semua kenang tentang mereka.


Kenangan indah yang tidak bisa dilupakan bersama Retra yang benar-benar selalu membantu dan melindungi nya selama ini.


Kali ini mereka juga masih bersama, siapa yang tidak senang bisa berada di dekat orang yang selalu melindungi nya dan terus mendukungnya. Di saat sulit sekalipun Mereka selalu bersama bahkan bantuan Retra tidak pernah berhenti dan terus berada di dekat Pika.


Dengan apa yang dilakukan oleh Retra yang tidak banyak bicara tapi selalu mau berada di dekat Pika saat ia beristirahat di dekat danau, dengan menikmati pemandangan indah dan suasana sejuk tentunya Pika benar-benar merasa senang dan bahagia.


Merasa bahagia adalah hal yang mudah bagi Pika, ia juga tidak terlalu memikirkan untuk bisa kembali ke dunianya. Dunia manusia yang benar-benar sudah ia rindukan.


Tapi mau bagaimana lagi jika tugas mereka belum selesai semua dan masih terpencar batu permata biru yang belum diketahui keberadaannya.


Bermodal peta yang benar-benar tidak sesuai keadaan tentunya membuat mereka harus bisa menebak sendiri situasi dan kondisi selama perjalanan.

__ADS_1


"Kau ternyata masih mengingat semua itu," kata Retra yang tidak menyangka jika Pika masih mengingat tentang kenangan mereka berdua yang benar-benar makin membuat ia pun tidak bisa berpaling dari Pika.


__ADS_2