The Magical Elf

The Magical Elf
155


__ADS_3

Setelah makan malam bersama untuk itu aku selalu merasa benar-benar senang jika berada bersama dengan Azam. Hal itu jelas membuatku berusaha untuk bisa sebisa mungkin menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisinya serta suasananya.


Aku tidak ingin membuat azan merasa kecewa denganku jadi aku menghabiskan makanannya dengan pelan dan tidak melakukan kesalahan sama sekali tahu jika hal itu pasti akan mempengaruhi reputasinya jadi pun aku berperan penting dalam hal ini saat menyelesaikan makanan.


"Jika sudah selesai kita segera pulang," kata ku pada Azam dan ingin mengetahui jika memang aku benar-benar merasa lelah dan ingin segera pulang.


Dia tanggung jawab apapun dan hanya tersenyum hal itu membawaku makin merasa bersalah karena sudah bertanya saat berada di meja makan aku pun segera menyelesaikan makanku dan ingin merapikan semuanya setelah itu pun nazam membayar makanannya dan kami kembali ke mobil benar-benar hari yang benar membuatku pusing.


Azan masuk ke dalam mobil dan mulai menyetir mobilnya aku pun yang duduk di samping azan menikmati suasana malam hari sambil melihat lampu-lampu malam malam juga semakin larut.


Entah kenapa hadiahnya nggak cukup pulang sampai sahabat itu seharusnya kita tidak melakukan hal itu Dan harus bisa cepat pulang sampai di rumah makan Anto bisa di rumah saja tapi dia malah mengajak untuk makan malam di restoran.


"Apa kau mau jalan-jalan sebentar?" tanya Azzam saat itu melewati taman kota yang masih terlihat sepi sekali kau membuat bangga untuk turun tapi aku pun menganggukkan kepala karena itu merupakan tawaran dari azam.


Kami pun turun sementara di sana sambil berjalan melanda tarik taman kota yang sudah begitu sepi terus lama-lama dan udara dingin membuatku benar-benar menikmati pemandangan di sana. Entah kenapa azan membawaku untuk berjalan-jalan di taman kota padahal dari surga sudah selalu itu.


"Jika kau membutuhkan sesuatu dan menginginkan sesuatu bilang saja kepadaku jangan sampai ada keinginanmu yang tidak kau katakan kepadaku apalagi memendam perasaan yang mana pasti akan membuatmu kesulitan," kata azam saat itu sepertinya tahu apa yang ingin aku katakan tapi aku pun merasa semua itu tidak pantas untukku sudah dibantu oleh asam saja juga sudah.

__ADS_1


"Aku pasti akan mengatakannya jika nanti ada sesuatu yang mengganjal jadi mas tidak perlu khawatir dengan apa yang aku lakukan," kata aku untuk meyakinkan azan jika aku baik-baik saja meskipun aku merasa tidak baik saya saat dia bersama dengan orang lain yang tentunya hal itu adalah wajar seseorang yang masih memiliki perasaan persiapan cemburu melihat orang yang ia sukai bersama dengan orang lain.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini apakah ingin kembali lagi bekerja?" tanya Azam saat itu yang memang sengaja membuat kekalahan dan mengeluh tentang pekerjaan.


"Iya jika itu jika mas mengizinkannya aku pun entah masalah jika bekerja tapi kalau masih merasa keberatan Tidak usah saja nanti aku cari kegiatan sendiri di rumah mungkin banyak kegiatan yang belum aku lakukan karena aku masih baru di sana," kataku lagi tapi ini memaksakan keinginan adzan yang mana nantinya akan membuat dia marah dan malah aku yang merasa kerepotan sendiri.


Jika dia sudah marah apalagi cara marahnya yang berbeda yang hanya diam saja dan tidak mengungkapkan apakah keinginannya membuatku semakin bingung lagi untuk bisa menghadapi Azam.


"Baiklah jika kau ingin bekerja bilang saja kepadaku maka aku akan memberikan pekerjaanmu yang tepat di perusahaan," kata azan saat itu membantu menggelengkan kepala atau jika aku tidak sebanding dengan itu dan memahami di mana posisiku jadi aku benar-benar tidak mau merepotkannya.


"Tidak perlu seperti itu aku kasihan kepada pegawai yang lainnya nggak usah payah untuk masuk, sedangkan aku tidak memiliki usaha sedikitpun untuk masuk perusahaan baru sebelumnya aku juga tidak pantas di perusahaan besar seperti itu nanti aku akan mencari pekerjaan yang sesuai dengan diriku saja dan bisa dikerjakan di rumah masih tidak perlu khawatir," kata aku mencoba menenangkan azan lagi pula aku datang ke sana pun hanya untuk bermain-main saja dan tidak serius untuk melakukan pekerjaan.


"Apa Mas berpikir seperti itu dan menebakku bisa pergi bersama dengan laki-laki lain padahal aku tak memiliki kenalan dan aku juga tak berminat untuk itu jadi tenang saja mes tidak perlu khawatir dengan hal itu aku juga bisa menjaga diri dan tahu posisiku bahwa aku sudah menikah," kataku pada zaman agar tidak terlalu cemburu kepadaku apalagi berbagai hal dan merangkum untuk tidak keluar terlalu lemah itu benar-benar membuatku merasa kesal seperti tidak percaya kepadaku saja.


Padahal semua itu aku lakukan memang karena ingin mengisi waktu kau sungguh daripada di rumah yang mana bersama dengan Nita.


Sama halnya membuatku semakin pusing tapi pergi bahwa perusahaan bukannya menyelesaikan masalah juga membuatku pusing dengan apa yang dilakukan oleh Azam yang seakan-akan tidak percaya dengan diriku dan membuatku semakin entah apa yang ia inginkan tapi semua itu pun membuatku beruang dan bagaimana dia.

__ADS_1


"mungkin saat ini kau tidak mengenal siapapun tapi jika kau sudah berkenalan dengan seorang aku mulai mudah akrab apalagi apa yang seperti itu pastilah bisa dengan mudah mendapatkan banyak teman," Kata Azam lagi menambahkan yang mana hal itu juga menjadi kekhawatirannya pada hal tak perlu khawatir dengan masalah tersebut atau semua itu bisa diatasi.


Jika kita masalah berteman atau tidak Itu tergantung dari diri kita tapi dia masih tetap saja tidak percaya kepadaku apa Aku cemburu itu di matanya padahal aku sudah berusaha untuk bersikap baik.


"Aku suka menceritakan apapun yang aku lakukan kepada masa sendiri tidak perlu khawatir dengan apa yang aku lakukan besok ataupun kapanpun Karena semua itu pun ada batasannya dan aku tahu di mana posisiku," kataku menjelaskan kepada Azam walaupun aku kenalan dengan orang lain aku tidak mungkin suka dan tidak mungkin memperjuangkan orang lain bahwa aku sudah menikah dan tidak mungkin mendekati laki-laki lain walaupun mereka itu adalah mereka secara tiba-tiba yang mana tidak diinginkan Antara Aku dan azam.


Aku sendiri yang langsung mengajukan diri untuk menggantikan pelatihannya dan membuatku juga merasa terbentur 8 hal itu maka dari itu aku sendiri yang memiliki hutan lebih banyak kepadanya jelas tidak ingin membuat ia merasa kecewa ataupun mengecewakan dirinya yang mana selama ini pun masih membawa keuntungan menyesuaikan diri dengan Azam.


Aku sendiri pun tidak tahu bagaimana sikap dan sifatnya selama ini dan hal itu juga membuat kesulitan bagaimana untuk bisa menebaknya dan membuat dia merasa nyaman tidak terlalu khawatir dengan diriku Aku tidak akan kabur dari sana walaupun aku tahu jangan untuk pergi karena itu sudah merupakan rumahku kehidupanku sekarang dan aku mulai untuk bisa membantu asam dan mengisi waktuku dengan baik agar tidak terlalu membosankan di rumah.


Apalagi jika sudah ada ibu mertua dan adik kiper yang tidak menyukaiku di sana membuatku semakin tidak betah saja maka dari itu aku mencari pekerjaan dan juga mencari kegiatan lain hal itu malah membuat Azam semakin khawatir mengira aku ingin pergi dari sana Aku tidak ingin melarikan diri sama sekali tapi khawatiran itu pun membuatku mudah-mudahan merasa tidak nyaman sama sekali membatasi ruang gerakku dan bahkan membatasi pertemananku.


"Baiklah aku kepercayaan semuanya kepadamu kau sendiri yang bilang seperti itu aku harus bertanggung jawabkan apa yang kau katakan," Kata Azam saat itu meyakinkanku untuk tidak melakukan hal-hal aneh apalagi bertemu dengan seorang laki-laki dan menata pasien Kenapa dia selalu saja merasa khawatir denganku dan selalu merasa tidak percaya.


"Tenang saja aku akan menepati janjiku dan kau tidak perlu khawatir, akan hal itu kau bisa melakukan apa yang kau inginkan dan aku akan melakukan apa yang aku inginkan, maka aku akan menyelesaikan semua permasalahan dan tidak akan membuatmu kecewa kau tahu aku bagaimana aku dan kau bisa percaya kepadaku. Aku akan mengisi waktu luangmu dengan apa yang aku inginkan karena jelas aku tidak bisa berdiam diri di rumah, tapi aku akan bicara dulu kepadamu dan pertanyaan dulu kepadamu jika kau tidak mengizinkan aku juga tidak akan melakukannya melakukan hal itu," kataku menjelaskan kepada Azam apa yang akan aku lakukan.


"Baiklah aku percaya akan semuanya kepadamu dan jangan menghianati kepercayaanku Aku benar-benar melakukan yang terbaik untukmu agar kau tidak merasa kesulitan sama sekali aku tahu jika selama ini kau sudah berusaha tapi semua itu juga membutuhkan kelakuan yang baik dan juga kok tidak boleh melakukan hal-hal di luar dugaan dan tidak boleh mengabaikan apa yang menjadi kewajiban tugas dan tanggung jawabmu," kata adzan yang seperti memperingatiku.

__ADS_1


Entah kenapa aku makin merasa tidak nyaman saja tapi mau bagaimana lagi tahu semua ini sudah terjadi tak mungkin juga aku minta pisah darinya hanya cukup untuk memahaminya saja dan menjalani kisah ini sampai benar-benar selesai entah sampai mana aku bisa bertahan bersama dengan Azam dengan sikapnya yang terlalu over protektif.


Melakukan semuanya untuk kepentingannya sendiri Bahkan aku seharusnya marah dengan apa yang dia lakukan aku pun tidak terlalu malas seperti dia membatasiku dan kali ini aku benar-benar harus berusaha sebesar mungkin untuk bersabar dengan apa yang Azam lakukan.


__ADS_2