
Di samping itu Pika dan Retra pergi bersama Beni ke perkebunan merak, melihat tanah yang kering karena tidak ada air membuat Pika mengamati sekitar.
“Ini perkebunan Kami,” kata Beni memberitahukan perkebunan mereka dan menunjukkan tentang kondisi perkebunan yang sudah benar-benar kering.
Hal itu membuat mereka harus berusaha sebisa mungkin untuk mengembalikan perkebunan itu karena itu merupakan ladang yang dibutuhkan oleh orang-orang yang ada di sana sebagai sumber kehidupan jika perkebunan itu kering tentunya akan menjadi masalah besar bagi desa itu, dan hal itu jelas membuat piket berpikir keras bagaimana cara untuk mengembalikan semua itu di sana titik padahal mereka tidak memiliki waktu banyak tapi dengan apa yang dikatakan oleh Retra
“Sangat kering, bagaimana bisa terjadi?” tanya Pika yang ingin tahu apa yang sedang terjadi di desa tersebut hingga kekeringan begitu lama yang jelas.
Hal itu membuat tikar merasa tidak nyaman dengan apa yang dilihat olehnya dia berusaha mungkin untuk bisa menunjukkan kepeduliannya tersebut kepada orang-orang yang ada di sana hal itu jelas membuat mereka juga merasa terpukul kenapa bisa terjadi kekeringan di desa itu padahal seharusnya dari sekeliling mereka yang terlihat subur tidak seharusnya desa tersebut kekurangan air.
Retra juga merasa kaget dengan melihat tanah kering yang ada di hadapannya, yang mana hal itu membuat ia tahu dan juga sadar jika Desa itu benar-benar dalam kondisi yang serius dan membuatnya juga tidak bisa mengabaikan apapun yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin tentunya dia juga tidak akan mengabaikan janjinya tersebut ingin mengembalikan desa tersebut tapi jika membutuhkan waktu yang cukup lama tentunya.
Hal itu membuat retret tidak bisa menunda perjalanannya lama karena mereka juga harus menepati janjinya kepada mereka yang mereka itu jelas membuat retra pun harus berpikir logis dengan apa yang harus ia lakukan dengan usahanya tersebut dia harus benar-benar bisa membenahi desa tersebut dengan cepat.
__ADS_1
”Karena sudah lama tidak turun hujan jadi perkebunan tentunya mengering, itu semua diluar keinginan Kami jadi jelas kami tidak tahu jika akan terjadi hal seperti ini,” jawab Beni yang menjelaskan kepada mereka berdua jika memang di desa tersebut sudah lama tidak turun hujan hingga membuat Desa itu kekeringan.
Hal itu membuat mereka pun akhirnya tidak panen banyak tanaman yang mati hingga membuat mereka kelaparan di mana salah satu hal yang menjadi wabah penyakit karena banyak yang kelaparan dan juga banyak yang kekurangan makanan mereka benar-benar jadi kekurangan gizi dan mudah terserang penyakit hal itu menjadi masalah besar di desa tersebut.
“Aku tahu, coba kita cari cara agar bisa dapat air, lihat hutan di sana masih hijau,” Pika menunjuk hutan bambu yang kemarin ia lewati, ia yakin jika ada air disana.
Pika yang memikirkan berbagai cara untuk bisa menyelamatkan kembali Desa itu pun melihat jika di sekeliling mereka dikelilingi oleh hutan yang dijual itu membuat Pika merasa jika ada sesuatu yang harus ia lakukan dan tidak mungkin bisa kekeringan jika ada tempat lain yang masih hijau pasti ada air di sana.
Yang mana dia juga harus mengecek kembali apa yang terjadi hal itu membuat ketika aku juga harus bisa berpikir dan bagaimana cara dia untuk bisa menyelesaikan itu dan dia ingin pergi ke tempat yang terlihat lucu dari sana yang paling dekat dengan perkebunan tersebut.
Setidaknya dia harus mencari sumber air untuk bisa mengalirkannya dan jika tidak ada sumber air maka jalan satu-satunya dia pun akan membuat bendungan yang bisa menampung air dan bisa digunakan sewaktu-waktu untuk mengairi desa dan sebelum itu dia juga akan mencari tanaman seperti yang ada di hutan tersebut.
Untuk tersisa sebagai ganti makanan pokok di sana selama musim kering karena hal tersebut membuat kita juga tidak bisa mengabaikan mereka yang kekurangan makanan dan perkebunan mereka benar-benar membutuhkan air dan juga harus diolah kembali.
__ADS_1
“Kita gunakan aliran air agar mengalir ke sini,” kata Pika pada Beni dan juga retra hingga membuat mereka pun mengerti apa yang dipikirkan oleh Pika mungkin hal itu bisa mereka lakukan karena itu memang jalan satu-satunya untuk bisa mengairi air di sana dan membuat Ia juga tidak akan kekeringan lagi dengan lidah tersebut.
Tentunya akan membutuhkan banyak tenaga dan hal itu juga membuat Beni juga mengetahui gambaran apa yang dikatakan oleh Fika saat menjelaskan hal itu juga membuat benih tahu jika itu tidak mungkin dilakukan oleh beberapa orang.
Karena hidup besar tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama dan kekeringan itu juga sudah terjadi cukup lama hingga membuat mereka harus benar-benar melakukan itu semua dengan cepat.
“itu akan sulit,” jawab Beni yang mengetahui hal itu akan sangat sulit karena jarak antara hutan dan juga tempat tersebut cukup jauh jika mereka mengalir air tentunya akan membuat saluran air terlebih dahulu dan akan memakan waktu lama dan hal itu jelas membuat Pika juga tidak habis pikir dengan apa yang menjadi jawab Beni.
Dia juga tidak bisa memecahkan solusi cepat hanya dalam waktu satu hari dan hal tersebut membuat mereka harus bisa membuat aliran air jika mereka menginginkan air dan tidak seharusnya berkata sulit seperti itu jika mereka benar-benar ingin memiliki kebun yang subur harusnya tentu cukup air agar bisa mengairi tumbuhan.
“Aku akan menggambarkannya, jika disini banyak warga meraka bisa bekerja sama,” kata Fika yang segera mengambil kertas dan juga beberapa pulpen persediaannya untuk menggambarkan apa yang ia ingin lakukan kepada Beni.
Agar dia memiliki gambaran rencana Pika tersebut ia tidak ingin Desa itu terus kekeringan maka dari itu kita harus melakukan yang terbaik dan dia juga harus mencari tanaman yang cocok ditanam di perkebunan itu selama musim panas.
__ADS_1
Maka dari itu sebisa mungkin dia harus bisa melakukan dua rencana sekaligus, agar bisa membantu Desa itu saat kekeringan dan juga saat mereka bisa menampung air untuk desa mereka sendiri dan tidak akan lagi terjadi kekeringan.
“Iya, disini tidak banyak warga yang bisa membantu, jadi akan sulit," kata Beni lagi yang kan oleh Fika karena memang hal itu cukup sulit dan membutuhkan banyak tenaga.