
Pika yang bersemangat mengikuti gerakan Retra ingin segera menguasai jurus yang sedang diajarkan, Pika yang tak ingin membuang-buang waktu, bahkan ia mengira akan cepat berangkat. Tapi, ternyata tidak, malah dia kembali latihan bersama.
Dengan keseriusan yang dimiliki Pika, ia benar-benar ingin cepat bisa, bajakan kali ini ia tak banyak istirahat seperti sebelumnya yang sering kali memeinta waktu untuk istirahat, apalagi latihan hari kedua yang membuatnya lebih cepat paham apa yang diajarkan oleh Retra dan lebih cepat menguasainya.
“Kau tidak meminta untuk istirahat?” tanya etra yang merasa aneh dengan Pika yang kuat sekali bertahan saat latihan dan tidak meminta untuk istirahat sama sekali yang elas membuat Retra sadar untuk tidak mengganggunya kali ini dan berusaha untuk membantunya menyelesaikan latihan sampai hari benar-benar siang dan matahari sudah mulai tinggai.
“Tidak, aku ingin segera menguasai jurus yang kau ajarkan, agar kita cepat berangkat,” jawab Pika yang tidak meminta istirahat seperti sebelumnya dan memilih untuk menyelesaikan latihan dengan cepat.
Pika yang sadar dan masih mengingat apa yang dikatakan oleh Farras jelas membuat ia terus memikirkan hal tersebut, karena elas membuatnya tidak nyaman. Bahkan Pika memperhatikan Retra sekali saat ia berlatih dan makan tidak mengerti kenapa Farras melarangnya hanya karena merak beda dunia.
“Ath cinta di sini ternyata adi larangan,” batin Pika memikirkan hal itu sambil terus ber;atl dan mengikuti gerakan Retro.
Hingga akhirnya Retra tiba-tiba berhenti. membuka Pika juga ikut menghentikan gerakannya, adalah. Pika belum ingin istirahat, Tapi Retra sendiri yang berinisiatif untuk beristirahat terlebih dahulu.
“Kenapa berhenti?” tanya Pika saat itu yang sudah terlihat lelah tapi tetap memaksakan diri untuk latihan.
Yang masih saja bersemangat untuk berlatih pun seakan tidak rela harus menghentikan latihannya pasalnya ia ingin segera cepat menguasai jurus tersebut, karena jika terlalu lama dia terus berlatih maka akan menunda perjalanannya dan akan menunda kepulangannya.
Jadi jelas hal itu membuat Pika pun bertanya kepada retra alasan menghentikan latihannya tersebut.
__ADS_1
"Hari Sudah Siang dan Sudah saatnya kita latihan, Kau tidak perlu memaksakan dirimu seperti itu duduklah dan makan bekalmu," kata Retra yang saat itu pun sudah duduk terlebih dahulu, membuat Pika akhirnya pun berjalan menghampiri retra dan mulai memakan bekal makan siang yang sudah disiapkan oleh Faras sebelumnya
Pika yang duduk di samping retra sambil menikmati buah yang sudah disiapkan dan meminum minuman yang sudah dia bawa.
"Oh ya aku baru tahu jika Faras merupakan kakakmu aku kira dia bukan ke kamu dan kalian bukan kakak beradik,karena tidak Ada kemiripan sama sekali," kata Pika saat itu baru saja mengetahui jika Retra dan Faras merupakan kakak beradik setelah Faras menceritakannya semalam.
Pika yang saat itu pun menanyakan hal tersebut kepada retra sambil menikmati makanannya dan sambil ngobrol santai beristirahat dibawah pohon yang rindang, agar ia bisa terhindar dari panasnya terik matahari.
Jadi daripada dia duduk diam dan menikmati makanan tanpa percakapan jadi Pika mengawali percakapan hal tersebut, dengan menanyakan hubungan antara Faras dan juga Retra.
"Emang kami kakak beradik dan semua orang sudah tahu, kenapa kau tidak memahami hal itu?" Kata retra yang benar-benar menilai jika tidak peka sama sekali Padahal mereka jelas dekat dan juga saling membantu satu sama lain hal itu pun sudah diketahui banyak orang jika mereka berdua memang kakak beradik tapi karena memang rumah mereka terpisah dan tidak tinggal bersama.
Memang sudah peraturan yang ada di dunia itu jika sudah memiliki keluarga sendiri, maka tidak boleh tinggal bersama dengan kedua orang tuanya ataupun keluarganya yang lain.
Tidak heran jika satu rumah hanya terdiri ayah dan ibu serta anak-anak, Dan Hampir setiap rumah juga sama seperti itu karena itulah membuat retra tidak tinggal bersama dengan Faras
"Aku kira jika Faras suka padamu maka dia perhatian denganmu," jawab Pika polos mengatakan itu semua kepada Retra.
Padahal Ia tidak perlu menceritakan hal tersebut kepada Retra, karena itu merupakan hal yang menyedihkan untuk paras dan hal itu jelas membuat rata pun tidak ingin kakaknya bersedih karena kejadian yang sudah berlalu.
__ADS_1
Maka dari itu mendengar paras bertanya demikian kepada Faras pun membuat Retra kaget dan bertanya kembali kepada Pika, tentang apa yang sudah ia lakukan dengan memberikan pertanyaan tersebut pada Faras.
"Aku juga bilang seperti itu pada Faras?" Tanya retra memastikan agar tidak tahu apa yang ditanyakan oleh Pika selanjutnya setelah mengetahui jika Pika menanyakan hal yang tidak seharusnya ia tanyakanlah.
"Iya kan karena aku tidak tahu dan aku benar-benar sangat menyesal karena baru mengetahui jika suami Faras sudah tiada," jawab Pika benar-benar menyesal dengan apa yang dilakukan dan dia juga sudah meminta maaf langsung kepada Faras.
Jadi ia merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi oleh retra dan seharusnya juga dia tidak bertanya demikian kepada Fika yang membuat kita pun merasa tidak enak hati.
"Ah kau ini, seharusnya tidak menanyakan hal tersebut padanya dia pasti akan merasa bersedih," kata Retra ingin melihat kakaknya sakit hati ataupun merasa bersedih dengan apa yang ditanyakan oleh Pika karena mengungkit kembali masa lalunya yang menyakitkan.
"Iya aku tahu lagipula aku juga sudah meminta maaf padanya, kua tenang saja," kata Pika yang jelas tidak ingin disalahkan dan memberitahu kepada retra bahwa dirinya sudah meminta maaf atas kecerobohannya tersebut, meski pada akhirnya pun dia membuat paras merasa bersedih dengan pertanyaan yang dicurahkan oleh replika kepadanya.
Bukan salah Pikaakarena Pika tidak tahu sama sekali jika para sudah menikah dan hal itu pun membuat Pika benar-benar merasa bersalah, bahkan tidak berani menatap Faras yang begitu tegas dan juga terkenal kejam selama ini sebagai ketua bangsa elf tapi tidak mudah untuk dipahami.
"Bagaimana aku bisa tenang, jika kau mengorek masa lalunya seperti itu," kata Retra yang kali ini benar-benar merasa khawatir dengan kondisi kesehatan sang kakak setelah mendengar apa yang dikatakan Pika yang selama ini mengabaikanmu dan dia pun tidak ingin berdebat terlalu lama dengan tujuan yang sudah dituduhkan oleh retra kepadanya.
"Memang ada apa dan kenapa suami Faras bisa meninggal?" tanya Pika merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Faras dan suaminya.
Pika yang merasa benar-benar penasaran dengan suami dari kakak iparnya tersebut dan untuk yang terakhirnya kami pun mengantar mereka sampai ke pemakaman untuk berkomentar dengan orang yang mereka cintai.
__ADS_1